
" Oppa tau, bagaimana aku menjalani semua ini.. Ini berat untuk Nari.. Nari sudah lelah.. Nari"
" bukankah kamu gadis yang kuat.. Kenapa harus seperti ini.. Bukankah ada kita disini.. Suga"
" aku bahkan membuat masalah disini.. Jungkook Oppa dan Jimin Oppa bertengkar karena ku.. Nari"
" kenapa masalah terus datang kepada Nari.. Apa salah Nari, Oppa? Apa?.. Nari"
" sayang dengarkan aku.. Kamu tidak membuat masalah.. Dan kamu tidak salah.. Aku dan Jimin hyung baik baik saja.. Ya kan hyung.. JK"
" iya Nari aa.. Jangan mainkan pisau itu.. Buang itu.. Jimin"
" tidak Oppa.. Nari lelah.. Nari sangat lelah.. Nari"
" iya.. Tapi kita bisa bicarakan.. Jangan melukai tubuhmu seperti ini.. Jimin"
" berikan pisau itu kepadaku.. Hmmm.. JK"
Nari menggelengkan kepalanya pelan.. Air mata sudah membasahi mukanya.. Dia goreskan pelan pisau ke pergelangan tangannya.. Membuat yang ada disana teriak.. Jungkook segera mengambil tangan Nari dan memeganginya..
" ahhh😭😭
Pisau itu terlepas dari tangan Nari.. Jungkook kemudian memeluknya..
" tenanglah.. Aku disini.. JK"
" Oppa... Aku.... Nari"
" bawa Nari kekamarmu.. Jin"
" iya hyung..
" aku akan ambilkan obat untuk lukanya.. Jin"
Semua syok melihat Nari.. Dia sangat hancur.. Takdir memang mempermainkannya..
Jin masuk kamar Jungkook dan membantu mengobati luka sayatan ditangan Nari.. Untung lukanya tidak dalam..
" begitu dalam luka hatinya.. Aku tidak bisa menjaganya hyung.. JK"
" tidak.. Kamu menjaganya dengan baik.. Jangan menyalahkan diri kamu sendiri.. Karena kamu tidak salah.. Dia butuh semangatmu.. Aku juga tidak menyalahkannya.. Kalo aku jadi Nari, tidak tau akan jadi apa.. Dia benar benar gadis yang kuat.. Walaupun semua orang meremehkannya.. Jin"
Jungkook menatap Nari yang sudah tertidur.. Badannya deman tinggi..
" Chun Hei ssi bisakah aku meminta bantuanmu?.. Nari sedang sakit.. Besok pagi aku ada acara sampai malam.. Bisa kamu menjaganya? Dia tidak mau dibawa ke rumah sakit.. JK"
Jungkook sedang menghubungi Chun He karena besok ada acara dan Jungkook tidak bisa meninggalkan Nari dengan kondisinya seperti itu..
" aku akan kesana pagi sekali.. Chun Hei"
" sebelumnya terima kasih.. Aku merepotkanmu.. JK"
" tidak apapa Dia juga sahabatku.. Chun Hei"
Pagi sekali Jungkook mengantarkan Nari ke apartemennya.. Badannya masih demam.. Jungkook menggedong Nari dan membawanya masuk..
" Oppa..
" iya.. Kamu memerlukan sesuatu?
" maafkan Nari.. Nari selalu merepotkan Oppa.. Maafkan Nari..
" tidak apapa sayang.. Bukankah aku sudah berjanji untuk menjagamu.. istirahatlah.. JK"
Setelah Chun Hei datang, Jungkook segera pergi karena harus mengisi jadwal.. Jungkook akan tenang karena Nari ada yang menjaganya..
" Nari aa.. Kita makan ya.. Kamu bahkan tidak menyentuh buburmu.. Jungkook menanyakanmu dari tadi.. Makan ya.. Chun Hei"
" aku tidak lapar..
" tapi kamu harus makan.. Atau kamu mau aku membawamu kerumah sakit.. Kau bahkan melukai lenganmu.. Ada apa dengan Nari yang ku kenal.. Aku tau ini berat untuk mu.. Tapi aku tidak suka kau menyelesaikan masalahmu dengan seperti ini.. Bukankah Jungkook selalu ada untukmu.. Tadi saja Dia berat meninggalkan mu pergi.. Chun Hei"
" Chun Hei.. Aku ingin tidur.. Maafkan aku..
" Nari aa..
Nari memejamkan matanya..
Sorenya Chun Hei yang tertidur disamping Nari terkejut karena Nari tidak ada d sampingnya..
Chun Hee turun hingga keluar apartemen tapi tidak ada Nari.. Chun Hei mencoba menghubunginya tapi ponselnya tidak di bawa dan di tinggalkan di kamarnya..
" kemana anak itu.. Ahh Nari aa.. Chun Hei"
Chun Hei mencoba menghubungi teman kantornya tapi tidak ada yang tau.. Chun Hei bahkan datang menemui Tuan Do.. Tapi tidak ada..
Ponsel Chun Hei berbunyi.. Itu dari Jungkook..
" Jungkook ssi, maafkan aku.. Apa Nari ada bersamamu?
" maksud kamu apa? Bagaimana Dia bersamaku.. Bukankah Dia d rumah.. Jangan membuat lelucon..
" Nari tidak ada di apartemennya.. Tadi Dia tidur bersamaku.. Tapi saat aku bangun Dia tidak ada d sampingku..
" apa kamu sudah mencarinya?
" aku sudah mencarinya tapi tidak ada.. Dikantor ataupun di studio.. Dia tidak ada.. Bagaimana ini Jungkook ssi..
" aku sedang di tengah acara.. Aku tidak bisa meninggalkannya.. Tapi aku akan menyurus seseorang untuk membantumu.. Terus kabari aku.. JK"
Jungkook menutup sambungan teleponnya.. Dia khawatir pastinya.. Dia tidak bisa pergi begitu saja..
" hyung bisa aku minta bantuamu? JK"
" ada apa? Jimin"
" Nari menghilang.. Bisa kau menyuruh bodyguardmu untuk mencarinya.. Tolong hyung.. JK"
" hilang? Iya aku akan menyuruh mereka.. Apa Dia membawa ponselnya.. Jimin"
" sepertinya tidak.. JK"
Jimin segera menghubungi orang suruannya untuk mencari Nari..
Sepulang acara Jungkook segera menemui Chun Hei..
" apa kau mencari di rumah ibunya?
" aku tidak tau ibunya tinggal dimana.. Kata Nari, Ibunya mengganti identitasnya.. Chun Hei"
" apa Dia kembali ke Jepang? Jimin"
" tidak mungkin.. Paspornya ada.. Bagaimana ini Oppa.. Dia masih demam tadi.. Chun Hei"
" maaf tuan muda.. Kita sudah menemukan Nona Nari.. Ucap salah satu bodyguard"
" Nona berada di pantai Gyeongpo.. Beberapa orang kita sudah berada di sana..
" ya sudah kita ke sana sekarang.. Suru mereka mengawasinya.. Jimin"
Memakan waktu 3 jam, waktu yang dibutuhkan untuk sampai di sana..
Ini juga sudah pukul 2 pagi..
" Sayang..
Nari menoleh dan melihat Jungkook sedang menghampirinya..
" kenapa kamu disini? Aku mencarimu.. Semua khawatir kepadamu.. JK"
" Oppa..
" hmmm..
" kita berhenti disini saja.. Aku tidak mau melanjutkan hubungan ini lagi.. Nari"
" maksud kamu apa? Kamu pasti sudah lama diam disini.. Ayo kita pulang.. JK"
" maafkan aku, Oppa.. Oppa selalu aku buat susah saat bersamaku.. Maafkan aku Oppa.. Nari"
" aku tidak mengerti maksud kamu.. Kenapa kita harus mengakhirinya.. Dan aku tidak merasa kamu membuatku susah.. Nari aa sadarlah.. Kamu kenapa? Kenapa harua bicara seperti itu.. Apa aku membuat salah kepadamu.. Tidak.. Aku tidak mau kita putus.. Aku sangat menyayangimu.. Dan kau tau itu.. Aku tau ini berat untukmu.. Kita jalani ini bersama.. Jadi kita pulang sekarang ya.. JK"
" Oppa maafkan aku..
" apa salahku sampai kau mau putus dariku.. Aku tidak mau Nari.. Aku tidak akan mendengarkan permintaanmu..
" Oppa tidak akan bahagia bersamaku.. Aku hanya membuat Oppa susah.. Jadi lebih baik kita tidak melanjutkan hubungan ini.. Maafkan aku.. Nari"
" ini tidak lucu.. Kamu mau mengerjaiku? Aku akan memaafkanmu kalo kamu benar sedang mengerjaiku.. Katakan ini lelucon.. JK"
" tidak.. Nari ingin putus dengan Oppa..
Nari berjalan meninggalkan Jungkook..
" tunggu.. Apa salahku sampai kau melakukan ini kepada ku.. JK"
" tidak.. Oppa tidak salah.. Aku disini yang salah.. Hidupku tidak pernah benar.. Harusnya memang aku tidak disini.. Aku hanya menyusahkan orang lain..
" oke aku akan lebih mengerti kamu tapi ayo kita pulang.. kau ingin kemana?
" Nari aa.. Chun Hei"
Chun Hei datang menyusul Jungkook karena Dia yakin Jungkool tidak berhasil membujuknya.. Nari sedang duduk di bibir pantai bersama Chun Hei..
" ada apa denganmu? Kenapa kamu jadi seperti ini.. Biasanya kau tidak akan tega melihat orang yang kamu sayang khawatir kepadamu.. Tapi kenapa kamu melakukan ini.. Chun Hei"
" aku ingin sendiri Chun Hei.. Nari"
" sudah sehari kamu menyendiri seperti ini dan membuat kita khawatir.. Kita pulang ya.. Disini dingin.. Kau tidak kasian dengan Jungkook.. Apa salahnya hingga kau memperlakukannya seperti ini?
" aku hanya menyusahkannya.. Tinggalkan aku.. Aku ingin sendiri..
" mau sampai kapan kamu seperti ini.. Sudahlah Nari, kita pulang..
" Chun Hei aa..
" iya..
" maafkan aku.. Aku bukan teman baik untukmu.. Aku selalu merepotkan mu.. Dengan sakit ini apa yang bisa aku lakukan.. Bukankah lebih baik aku mati daripada terus membuat yang lain susah..
" jaga bicaramu Nari aa.. Apa yang kamu katakan..
" aku lelah Chun Hei aa.. Aku tidak ingin terus seperti ini..
" bukankah kita ada untukmu.. Kita lalui masalah bersama..
" tidak.. Ini masalahku.. Kalian jangan ikut campur dengan masalahku.. Pergilah.. Aku mohon..
" oke.. Aku akan pergi.. Kau memang keras kepala.. Kau bukan Nari yang aku kenal.. Nari yang ku kenal tidak akan menyerah.. Meskipun sebesar apa masalahnya.. Kau bukan Nari ku.. Bukan sahabatku.. kau hanya Nari yang keras kepala.. Apa yang ingin kamu lakukan? Lakukan aku tidak akan peduli denganmu.. Chun Hei
" maafkan aku.. Nari"
Chun Hee berjalan meninggalkan Nari dan menghampiri Jungkook yang tidak jauh dari bibir pantai..
Nari berdiri dan berjalan ke arah air laut..
Dia menangis.. Nari hanya merasa lelah dengan semua ini..
Nari berdiri dan berjalan ke arah laut.. Perlahan Dia terus berjalan kedalam air.. Pikirannya hanya satu.. Dia ingin meninggalkan semuanya.. Dia merasa kalo Dia hanya beban orang lain dan Ibunya sendiri tidak menyukainya.. Ibunya hanya memanfaatkannya..
Perlahan Nari terus berjalan ke dalam air..
" Nari aa.. Apa yang kamu lakukan?? JK"
Jungkook berteriak memanggil Nari yang sudah berjalan ke dalam air..
" Dia tidak bisa berenang.. Chun Hei..
Seketika Jungkook berlari ke arah Nari di ikuti Jimin..
" Nari aa.. berhenti di sana.. JK"
" gadis itu.. Jimin"
Nari semakin dalam berjalan kedalam air.. Jungkook segera menyelamatkannya.. Berenang ke arah Nari yang terlihat sudah hampir tenggelam..
Setelah mendapatkan Nari, Jungkook segera membawanya ke pantai..
" Nari aa.. Bangunlah..
Jungkook membantu Nari untuk bernafas.. Jimin dan Chun Hei yang melihatnya syok dengan apa yang dilakukan Nari..
" Nari aa.. JK"
Tak lama Nari bernafas.. Dia memuntahkan air yang masuk di tenggorokannya..
Untung Nari tidak lama didalam air..
" Op pa..
" apa kau gila? Kau membuatku takut..
Jungkook memeluk tubuh Nari.. Mencium ujung kepalanya Dan Nari menagis dalam pelukan Jungkook..
" maafkan Nari.. Maafkan Nari.. 😭😭
🍁🍁🍁