The Truth Untold

The Truth Untold
Chapter 19



" apa kamu gila? Kau membuat dirimu celaka? Kau ingin mengakhiri hidupmu? Sadarkan dirimu Nari.. Chun Hei"


" kau merasa diri kamu lelah.. Bukankah di sini kita memperjuangkanmu.. Kalo kau datang ke sini hanya untuk mengakhiri hidupmu kenapa tidak sejak tadi kau melakukannya? Kau menghancurkan perasaan orang lain dan kamu kemudian pergi begitu saja.. Ini bukan diri kamu Nari.. Chun Hei"


" Jungkook dan Jimin bahkan kesini setelah acara mereka apa kamu pikir mereka tidak lelah dengan kegiatan mereka dan kamu disini dengan pikiranmu sendiri ingin mengakhiri hidupmu.. Apa kamu tidak kasihan kepada mereka.. Apa menurut mu setelah kamu mati masalah selesai.. Kau akan membuat kita bersalah dan bersedih karena tidak bisa menjagamu.. Kau ingin mati di depan kita? Lakukan sekarang.. Kau ingin aku membantu? Chun Hei..


Chun Hei kesal, Dia marah.. Nari gadis kuat yang dikenalnya sahabat kecilnya menyerah dengan takdir yang mempermainkannya..


Nari hanya duduk diam di dalam mobil bersandar di kursi penumpang dan menutup matanya.. Dia menangis.. Dalam mata terpejamnya.. Jungkook dan Jimin hanya bisa diam dan mendengar semua yang dikatakan Chun Hei.. Ternyata Chun Hei perempuan yang tegas menurut mereka..


" apa kau ingin mengakhiri hidup mu.. Ayo lakukan..


" Chun Hei aa sudahlah.. Jimin"


" biar dia sadar Oppa.. Mungkin menurutnya dirinya tidak penting.. Lihatlah sekelilingmu.. Rasakan perhatian mereka untukmu.. Mereka tidak menggangapmu sebagai beban.. Dan kalo kau berfikir aku kasian kepadamu.. Ya aku kasian kepadamu yang berubah seperti ini.. Kau bukan Nari yang aku kenal dulu.. Chun Hei


" tuan bisa anda hentikan mobilnya.. Chun Hei..


" ada apa? Jimin"


Setelah mobil berhenti Chun Hei menyuruh Nari untuk turun.. Dan menarik tangannya..


" lakukan apa yang ingin kau lakukan.. Apa perlu aku merekamnya untuk mu.. Bagaimana kamu mengakhiri hidupmu.. Cepat lakukan.. Chun Hei"


Chun Hee berhenti di tepi jurang bersama Nari.. Jungkook dan Jimin yang di belakangnya hanya bisa percaya apa yang dilakukan Chun Hei baik untuk Nari.. Agar Dia sadar dengan apa yang dilakukannya..


" kau ingin mengakhiri hidupmu.. Kau bisa melakukannya disini.. LAKUKAN!!!.. Chun Hei"


Nari seketika merosotkan tubuhnya ke tanah tepat didepan Chun Hei.. Dia menagis.. Dia menjerit.. Nari lelah.. Nari hanya ingin orang lain tidak dibuat susah olehnya.. Tapi nyatanya apa yang Dia pikirkan salah..


Nari melampiaskan marahnya dengan menangis dan menjerit d tepi jurang.. Yang sebenarnya Chun Hei juga takut kalo saja Nari benar akan melakukan apa yang diperintakannya..


" maafkan aku.. Maafkan aku.. Aku begitu egois.. Aku memikirkan diriku sendiri.. Maafkan aku.. 😭😭 Nari"


Chun Hei memeluk Nari.. Ikut dalam kesedihannya..


" maafkan aku.. Nari"


" sudah.. Tenanglah.. Kita akan bersamamu.. Kamu bukan beban untuk kita.. Bukan... Kita menyayangi.. Sangat menyayangimu.. Lihat aku.. Chun Hei"


" apa kau mau menyerah sekarang? Chun Hei"


Nari menggelengkan kepalanya..


" tidak.. Tapi aku takut.. Aku sangat takut.. Nari"


" sayang.. JK"


Chun Hei melepaskan pelukan Nari.. Nari kemudian memeluk Jungkook.. Dia menangis dalam pelukan Jungkook..


" maafkan aku Oppa.. Maafkan aku.. Nari"


" tidak.. Kamu tidak salah.. Sudah ya.. Jangan menangis.. Tenanglah.. JK"


" bawa Nari kedalam mobil.. Di sini dingin.. Jimin"


Jungkook mengangkat Nari dan membawanya kembali kedalam mobil..


Pukul 6 pagi mereka baru sampai di Seoul.. Nari langsung diantar ke apartemennya.. Jungkook dan Jimin harus kembali ke Dorm karena bersiap akan ada jadwal..


" kau berjanji tidak akan melalukan hal itu lagi? Chun Hei"


" tidak..


" maaf aku harus mengajar.. Nanti sepulang mengajar aku akan kesini.. Istirahatlah.. Maafkan aku.. Chun Hei"


" terimakasih.. Nari"


Setelah Chun Hei pulang Nari berbaring di tempat tidurnya.. Ada penjaga diluar.. Jimin menyuruhnya untuk menjaga Nari..


Beberapa hari berlalu.. Nari juga sudah memulai aktivitasnya seperti biasa..


Hari ini BTS akan tampil di salah satu TV dan Nari yang sengaja membuatkan sarapan untuk mereka segera pergi ke lokasi.. Karena Dia juga harus ke studio..


" aku dengar kamu sudah putus dengan Jungkook.. Apa benar Nari aa? Tae"


" memangnya siapa yang bilang Oppa? Nari"


" aku dengar saja.. Apa benar?


" tidak.. Enak saja.. Siapa yang putus.. Kalian membicarakan sesuatu yang salah.. Benarkan sayang? JK"


" sudah tinggalkan saja kelinci bongsor itu.. Lebih baik kau denganku.. Tae"


" apa kau bilang hyung? JK"


" sudah.. Aku harus kembalink studio.. Ini makanan untuk kalian.. Aku harap kalian menyukainya.. Aku pergi dulu..


" sayang tunggu.. JK"


" terima kasih Nari aa..


Jungkook berlari menghampiri Nari..


" apa Oppa..


" benar kamu memutuskanku?? JK"


" memangnya Oppa mau? Ya sudah kalo Oppa mau.. Nari"


" ahh tidak tidak.. Awas saja kamu berani meninggalkanku.. JK"


" iyaaaa.. Sana kembali.. Banyak yang lihat.. Aku pergi.. Nari"


" iya.. Hati hati.. Kalo sudah sampai studio kasih kabar..


" iya bawel.. Nari"


Sorenya Nari berada dikantor BigHit untuk meeting dengan Bos..


Setelah meeting Nari masih sibuk di kantor.. Sebenarnya hari ini Dia berencana untuk ke rumah sakit.. Untuk cek perutnya..


" tuan Do, saya sudah selesaikan tugasnya.. Anda bisa kembali mengeceknya.. Nanti berikan kepada ke ruang produksi..


" baik Nona..


" tuan Do, bisakah tuan memanggil namaku saja..


" tapi.. Tuan Do"


" tolonglah..


" bagus pak Do.. Aku lebih suka bapak memanggilku seperti itu.. Nari"


Skip di Rumah Sakit..


" harusnya kamu tidak membiarkan sakitmu.. Pankrititis Kronis itu bahaya.. Bukankah sakitnya datang dan pergi.. Dokter"


" iya dok..


" dan masalah ginjal mu.. Kamu itu benar benar kuat ya.. Seharusnya orang lain akan tumbang saat seperti ini.. Apalagi sakitnya datang bersamaan.. Aku salut padamu.. Tapi kamu harus merawatnya.. Jangan telat meminum obatmu.. Kau juga sering telat makan.. Dokter"


" iya dok..


" aku akan buat jadwal periksa rutin untukmu.. Dokter"


" tapi dok.. Minggu depan saya akan ada pekerjaan ke luar negeri..


" kau bisa datang sebelum berangkat.. Jangan buat hal itu untuk alasanmu tidak datang kesini.. Karena kamu teman keponakanku.. Aku bisa menjewermu saat kau nakal.. Jadi turuti apa yang aku bilang.. Dokter"


" paman.. Harusnya paman mentraktirku.. Sudah sangat lama aku tidak bertemu dengan paman.. Sekarang malah....


" kau yang harus mentraktirku.. Tapi lain kali ya.. Paman masih ada banyak pasien.. Ingat ya.. Jangan lupa obat kamu.. Paman akan ingatkan kamu.. Awas kamu sampai tidak menjawab telepon dari paman.. Aku buatkan kamu resep dan pergilah.. Dokter"


" bahkan paman mengusirku.. Oke..


Setelah dari ruang dokter, Nari kemudian mengantri obat di apotek.. Sambil menunggu Nari bermain ponselnya.. Membalas pesan dari Jungkook yang entah kenapa Dia sangat bawel sekarang..


" Nari aa..


Nari menoleh saat seorang wanita memanggilnya dan duduk di samping Nari..


" Ibu.. Nari"


" apa yang kau lakukan disini nak.. Apa kau mencari Ibu??


" tidak.. Nari sedang menunggu obat..


" apa kau sakit??


" ya.. Nari sakit.. sangat sakit.. Nari"


Mendengar panggilan dari Apoteker, Nari maju dan mengambil obatnya..


Setelahnya Dia pergi.. Tapi Ibunya mengejarnya..


" nak tunggu..


" kalo ibu membahas tentang sumsum tulang belakang itu.. Nari tidak mau membahasnya.. Sebaiknya ibu pergi.. Nari"


" maafkan aku nak.. Ibu sudah menyakiti hatimu.. Tapi kamu yang bisa menolong adekmu..


" ibu dengar.. Apa setelah aku menolongnya, aku tetap menjadi anak ibu? Atau ibu akan membuang ku lagi? Ahh sudahlah bu.. Aku pergi.. Nari"


" tapi nak..


Nari berjalan keluar rumah sakit.. Kenapa Dia harus menemui Ibunya disini.. Nari berjalan menuju halte bus.. Dia duduk disana..


" kenapa melamun?


Sontak Nari menoleh ke arah seseorang yang sedang duduk d sampingnya.. Dia kenal dengan suara itu..


" Oppa..


" kenapa melamun disini.. Kau bahkan melewatkan busmu.. JK"


" kenapa Oppa disini..


" sejak tadi aku menunggumu di depan rumah sakit.. Dan melihatmu berjalan dengan seperti itu.. Kamu malah melamun disini.. JK"


" maafkan aku.. Oppa, hari ini hatiku sedang buruk..


" aku tau.. Ayo pulang.. Apa kamu mau orang mengetahui penyamaranku ini?


" ahh iya maafkan aku.. Ayo..


Mereka kemudian pergi ke mobil dan Jungkook melajukan mobilnya..


" bagaimana Oppa tau? Nari"


" aku melihatnya kamu bertemu dengan ibu kamu.. Apa kamu tidak apapa? JK"


" tidak begitu baik..


" bagaimana kalo kita pergi kesuatu tempat.. JK"


" tapi ini sudah malam.. Memangnya mau kemana?


Jungkook melajukan mobilnya ke suatu tempat..


" wahhh Oppa Indah sekali..


" apa kamu suka? JK"


Jungkook mengajak Nari melihat pemandangan kota di malam hari.. Terlihat sangat indah..


" terakhir aku kesini sekitar 12 tahun lalu.. Aku akan kesini setelah Ibu memarahiku.. Atau juga memukulku.. Nari"


" ahh kamu pernah kesini sebelumnya.. JK"


" iya Oppa.. Dulu..


" bukan kejutan kalo begitu.. Yaa.... JK"


" tapi aku bahagia kesini bersama Oppa.. Dulu aku kesini sendiri.. menangis sendiri.. Merasa sakit pun sendiri.. Sekarang ada Oppa di sini.. Terus menemani Nari.. Maafkan Nari yang selalu membuat Oppa khawatir.. Dan terima kasih untuk semua hal yang Oppa berikan kepadaku.. Aku bersyukur bisa dekat dengan Oppa.. Terima kasih..


Nari mencium pipi kiri Jungkook..


" kamu tidak akan memutuskan aku kan? Setelah bicara seperti itu? JK"


" Oppa....


" iya iya maafkan aku.. Aku menyayangimu.. Tetaplah menjadi Nari seperti ini.. Jangan pernah menyerah.. Karena aku akan terus menggengam tanganmu.. I Love You.. JK"


" I Love you more..


Jungkook memeluk Nari.. Kebahagiannya saat ini adalah Nari.. Yang harus Dia jaga dan membahagiakannya tugas Jungkook..


🍁🍁🍁