The Truth Untold

The Truth Untold
Chapter 151



Kata dokter usia kandungan Nari sudah 4 minggu.. banyak resiko yang akan terjadi selama kehamilannya..


Pilihan yang sulit tapi Nari tetap ingin mempertahankan..


" sayang, apa kamu yakin untuk mempertahankannya?? Tanya Jungkook"


" Kenapa Oppa bertanya seperti itu? Ya, Nari yakin....


" Tapi ini resikonya bukan hanya untuk janin ini tapi juga kamu.. kehamilan kamu sangat beresiko sayang.. Ucap Jungkook"


" Maksud Oppa, aku harus bagaimana?? Aku harus menggugurkannya?? Tanya Nari"


Setelah menemui dokter, Jungkook berfikir kehamilan Nari akan beresiko besar untuknya..


Ini pilihan yang berat untuk Jungkook dan Nari..


Apalagi Jungkook, Dia tidak mau Nari mengalami kesulitan karena kehamilannya ini..


Kondisi tubuhnya saja tidak bisa dikatakan baik, bagaimana Dia bisa kuat untuk resiko kehamilan yang besar seperti itu..


Bukan tidak yakin dengan apa yang diberi Tuhan kepada mereka hanya saja Jungkook tidak mau Nari menanggung resiko besar itu..


Tidak ada sepasang suami istri tidak bahagia mendengar kabar seperti ini.. itu yang selalu menjadi dambaan sepasang suami istri tapi berbeda kondisinya untuk Nari.. Dia harus menanggung resiko besar untuk itu..


" Bukan begitu sayang.. aku hanya.....


" Sudahlah Oppa, Nari tidak ingin membahasnya.. keputusan Nari sudah bulat.. Nari akan menjaga janin ini.. Ucap Nari kemudian berjalan meninggalkan Jungkook yang masih di dalam mobilnya"


Jungkook mematahkan harapan Nari.. Dia juga takut untuk melakukannya tapi kenapa Dia harus menggugurkan kandungannya kalo Dia masih bisa bertahan..


Dan lagi ini, hal seperti ini adalah dambaan setiap wanita dan saat Nari mendapatkan kesempatan ini Dia mau mempertahankannya..


Tapi Nari tidak bisa menyalahkan Jungkook juga.. Dia hanya khawatir kepadanya tapi tetap saja hati Nari sakit saat mendengar Jungkook bicara seperti itu..


.


.


.


.


.


.


.


๐ŸŒน


Setelah perdebatannya dengan Jungkook setelah dari dokter, Nari banyak diam tapi Dia tetap melakukan tugasnya untuk melayani suami.. menyiapkan makan, baju, dan kebutuhan Jungkook seperti biasanya sampai membersihkan rumahnya.. walau Nari tetap diam.. saat di kamar pun Nari lebih memilih meninggalkan Jungkook tidur.. Dia tidak ingin membahas hal itu sekarang.. kalo Jungkook hanya mematahkan harapannya..


" Apa yang dilakukan Nari tidak sepenuhnya salah nak.. Dia juga ingin menjadi seorang istri seutuhnya.. kamu mematahkan harapan Nari kalo seperti ini.. Ucap Ibu Jungkook"


" Tapi Bu, dengan kondisi Nari seperti ini tidak akan baik untuk tubuhnya.. Jungkook hanya tidak ingin sesuatu terjadi kepadanya.. Ucap Jungkook"


" Ibu mengerti sayang tapi coba mengertilah dari sudut pandang Nari.. bukankah ini juga berat untuknya.. kamu jangan mematahkan harapannya.. kalo Dia yakin melakukan ini, biarkan.. cukup jaga Dia dan calon bayi kalian.. tidak ada seorang wanita ingin kehilangan apa yang memang sudah menjadi kodratnya.. Ucap Ibu Jungkook"


" Sekecil apa harapan itu.. tetap ada harapan.. walau hanya 1% harapan itu.. apalagi Nari yakin dengan apa yang ingin dilakukannya.. jadi beri Nari kekuatan untuk menghadapi semua ini sayang.. Ibu yakin Nari perempuan kuat dan Ibu sangat yakin kamu bisa menjaga anak dan Istri kamu.. Ucap Ibu JK"


Jungkook memang sedang di Busan.. Dia ingin bertemu dengan Ibunya dan membicarakan hal ini dengan Ibunya..


Benar kata Ibunya kenapa Dia harus takut.. Dia hanya mematahkan harapan Nari.. Jungkook merasa bersalah saat mendengar apa yang dikatakan Ibunya..


Pilihan yang berat tapi Jungkook harus mencoba menerima apa yang Nari mau..


Tidak ada yang tidak mungkin saat Tuhan berkehendak..


Sekecil apa harapan itu kalo Tuhan sudah menghendaki ini semua terjadi.. maka terjadilah..


.


.


.


.


.


.


.


.


๐ŸŒน


Sepulang dari Busan, Jungkook menjemput Nari yang sedang berada di studio fotonya..


Hari ini Jungkook sedang tidak ada kegiatan..


Terlihat Nari sedang bercanda dengan rekannya..


Memang harusnya Jungkook menjemputnya 1 jam lalu..


" Ah iya.. Ucap Nari sambil melihat Jungkook"


" Oh tuan Jeon.. kau sudah datang.. kesini dan bergabung bersama kami.. Ucap Sang Min"


" Ahh iya..


" Bukankah Dia, Jungkook BTS??? Tanya Yeri yang terkejut melihatnya"


" Hmmm.. Dia juga bos kamu.. suami dari Nona Nari.. Ucap Bam"


" Benarkah?? Aku tidak pernah mendengar kalo Dia sudah menikah.. Ucap Yeri"


" Itulah alasannya agar kamu tidak membuka mulut saat tau apapun tentang rahasia di sini.. Ucap Sang Min"


" Hay apa kabar.. apa Dia rekan kerja kalian yang baru?? Tanya Jungkook sambil sedikit membungkuk kan tubuhnya"


" Iya.. ini Yeri dan ini Kibum.. Ucap Bam"


" Apa kabar.. Ucap Kibum"


" Baik.. senang bertemu dengan kalian.. Ucap Jungkook"


" wahh aku benar benar terkejut dengan mengetahui semua ini.. kalian sangat rapi menyembunyikan hubungan kalian.. Ucap Yeri"


" Dan kau ingat.. jaga bicaramu itu atau aku akan menghabisi mu.. Ucap Seol"


" Kau jahat sekali.. Ucap Yeri"


" Bisa kita pulang sekarang Oppa.. Tanya Nari"


" Ahh ya.. ayo kita pulang.. Ucap Jungkook"


.


.


.


.


.


๐ŸŒน


Sesampainya di Apartemen..


" aku siapkan makan untuk Oppa.. Nari akan ke kamar.. maaf Nari tadi sudah makan bersama yang lain.. Ucap Nari"


" Sayang..


" duduklah.. Ucap Jungkook"


" Nari tidak ingin membahasnya Oppa.. Ucapnya"


Jungkook menarik pelan lengan Nari dan membuatnya duduk di pangkuannya..


" Maafkan aku.. Ucap Jungkook"


๐Ÿ’œ


kenapa aku jadi mewek nulisnya..


ngebayangin saat Jungkook mencoba bicara kepada Nari tentang keputusan mereka๐Ÿ˜ญ


tapi tetap semangat ya buat kalian yang masih mau menunggu cerita ku yang membosankan ini..


Happy reading gaessss๐Ÿ˜ญ


and Happy weekend ๐Ÿ˜Š


jangan lupa LIKE dan komentar nya ya๐Ÿ˜˜


double up untuk kalian hari ini..


malam minggu yang sama saja๐Ÿ˜Š


tapi tetep semangat ๐Ÿ˜˜



by: nyemoetdz ๐Ÿ˜˜


26/02/2020