
Keesokan harinya, Nari sudah berada di apartemennya. Dokter sudah di perbolehkan pulang, harusnya memang Nari beristirahat di rumah sakit tapi Nari merasa kasihan kepada Youra. membuat Nari memilih beristirahat di apartemennya saja.
Youra tidak jauh dari Ibunya, Dia tidak rewel hari ini. Dia sedang berbaring menemani Ibunya sambil menonton channel YouTube di iPad nya.
Jungkook sedang bertemu dengan klien dan mengharuskan meninggalkan Nari bersama Youra di rumah tapi Dia bertemu dengan klien di tempat yang tak jauh dari apartemennya.
" Apa Youra tidak merasa bosan nak?," Tanya Nari.
" Tidak, hali ini menemani Ibu." Ucapnya.
" Terimakasih sayang." Ucap Nari.
" Youra ingin makan nak?," Tanya Nari.
" Tapi Ibu...." Ucapnya, Sebenarnya Dia merasa lapar tapi kata Ayahnya tidak boleh merepotkan Ibunya.
" Ibu akan siapkan makan untuk Youra." Ucap Nari.
Walau tubuhnya terasa lemas tapi Nari tetap membuatkan makan untuk Youra.
Sesekali perutnya terasa sakit, Nari akan menghentikan kegiatannya sejenak kemudian melanjutkan kegiatannya lagi.
" Sayang, apa yang kamu lakukan?," Tanya Jungkook yang baru datang.
" Oppa sudah pulang?,"
" Nari sedang menyiapkan makan untuk Youra dan hampir selesai.." Ucap Nari.
" Biar aku yang meneruskan, kamu istirahatlah." Ucap Jungkook.
" Ayah.." Ucap Youra sambil berlari ke arah Jungkook.
" hay sayang.."
" Yola melindukan Ayah, sangat lindu.." Ucapnya.
" Benarkah?"
" Yola menjaga Ibu dengan baik." Ucapnya.
" Anak pintar.."
Youra berada di gendongan Jungkook, Nari berjalan meninggalkan dapur saat mendengar suara ponselnya berbunyi dan segera mengambilnya yang berada di meja makan.
Telpon:
" Ya halo.. "
" ya saya sendiri, ini siapa?,"
" Ayah? Ya aku akan segera kesana.."
Seseorang menghubungi Nari dan memberi tahu kalo Ayahnya pingsan dan masuk rumah sakit.
" Biar aku saja yang melihat kondisi Ayah, kamu tetaplah dirumah." Ucap Jungkook.
" Tidak Oppa, Nari ingin melihat kondisi Ayah. Nari baik baik saja, ijinkan Nari ikut." Ucapnya.
" Ada apa Ibu? Apa Ibu sakit? Kenapa Ibu menangis?," Tanya Youra.
" Tidak sayang. Ibu baik baik saja nak. maaf, Ibu membuat mu takut." Ucap Nari, Nari memeluk tubuh Youra.
Nari tetap ingin ikut bersama Jungkook ke rumah sakit.
Dan sesampainya di rumah sakit, Nari segera melihat kondisi Ayahnya.
" Bagaimana kondisinya dok?," Tanya Jungkook.
" Apa pasien memiliki riwayat donor ginjal?," Tanya dokter.
" Donor ginjal? Tidak.." Ucap Nari.
" terjadi Sindrom hemolitik uremik (SHU).."
Sindrom hemolitik uremik (SHU) adalah sebuah kondisi medis yang ditandai dengan kerusakan sel darah merah dan penurunan jumlah sel pembeku darah atau trombosit. Kondisi ini umumnya dipicu oleh reaksi sistem imunitas tubuh terhadap toksin yang dikeluarkan saat terjadi infeksi saluran pencernaan, sehingga sel darah merah dan trombosit rusak secara prematur.
Organ tubuh yang paling terpengaruh dalam sindrom hemolitik uremik adalah ginjal dan otak. Gangguan pada ginjal terjadi saat sistem imunitas tubuh langsung merusak sel ginjal dan menyebabkan seseorang menderita gagal ginjal. Gagal ginjal juga dapat terjadi saat sel darah merah yang rusak dalam sindrom hemolitiik uremik ini menyumbat saluran penyaring pada ginjal. Akibatnya, ginjal gagal membersihkan zat sisa atau zat buangan dari tubuh hingga menumpuk dalam darah. Sedangkan gangguan pembuluh darah pada otak dapat mengakibatkan penderita merasa bingung, mengantuk, atau bahkan kejang..
SHU juga dapat terjadi karena faktor yang tidak terkait dengan infeksi saluran pencernaan. Sebagian besar kasus sindrom hemolitik uremik dapat disembuhkan jika dilakukan pengobatan secepatnya..
.
.
.
.
.
.
.
🌹
Setelah dari ruang dokter, Nari dan Jungkook sedang berada di ruang rawat Ayah Nari.
Jujur Nari terkejut dengan yang di sampaikan Jungkook kalo Ayah nya melakukan donor ginjal kepada dirinya dan Nari tidak tau akan hal itu.
" Apa oppa mengetahuinya?," Tanya Nari.
" Kenapa Oppa tidak memberitahukan Nari?," Tanyanya lagi.
" Maafkan aku, ini kemauan Ayah. maafkan aku." Ucap Jungkook.
" Ah.." Ucap Nari saat merasa perutnya terasa sakit.
" Sayang, sebaiknya kamu istirahat." Ucap Jungkook.
" Tidak. kenapa Oppa tidak bilang kepada Nari." Ucap Nari.
Dari awal Nari tidak ingin menerima donor ginjal dari Ayahnya, walau Ayahnya memaksa tapi Nari memilih untuk tetap merasakan sakit daripada mengorbankan ginjal Ayahnya.
Sekeras apa Ayahnya tetaplah orang tua Nari, walau Ayahnya sendiri yang mau, Nari tetap tidak ingin melakukannya.
Tapi semua itu sudah terjadi seperti merasakan rasa sakit yang sama oleh pemilik ginjalnya, Nari juga sedang merasakan sakit.
" Maafkan aku sayang." Ucap Jungkook.
" Ibu.." Ucap Youra.
" Kenapa Ibu menangis." Ucap Youra.
" Tidak apapa sayang. Ibu baik baik saja." Ucap Nari.
" Oppa, Nari hanya ingin pulang." Ucap Nari.
" Tapi sayang.."
" Nari bisa pulang sendiri kalo Oppa mau tetap disini."
Entah rasanya sakit sekali mengetahui kenyataan kalo Ayahnya mendonorkan ginjalnya untuk Nari, mungkin karena sejak awal Nari tidak mau menerima ginjal itu.
💜
by: nyemoetdz
01/08/2020