
Nari menangis sejak di membuka matanya.. Ibu yang memang sedang menjaganya sempat panik karena Nari tiba tiba menangis dan mencari Jungkook.. Tapi sekarang Nari sudah cukup tenang.. Walau Dia masih menangis tanpa suara..
Ibu JK sudah membujuknya dan bertanya banyak hal tapi Nari hanya mengelengkan kepalanya.. Dokter bilang pasien mengalami reaksi trauma paska koma.. Dan trauma sebelumnya..
Ayah JK sudah menghubungi Jungkook kalo Nari sudah sadarkan diri.. Dan mungkin sekarang Jungkook sedang di jalan untuk kembali ke Seoul..
Jam menunjukan pukul 8 malam..
" sayang sudah ya.. Jangan menangis lagi.. Bukankah ada Ibu disini.. Ibu tidak akan meninggalkanmu.. Ibu JK"
Nari menggengam tangan Ibu JK.. Dia takut.. Trauma itu datang.. Tapi Nari tidak bicara sejak tadi.. Tapi Dia tidak melepaskan tangannya dari Ibu JK..
" apa kamu menunggu Jungkook.. Setelah ini Dia akan datang.. Kamu bisa istirahat dulu.. Nanti Ibu akan membangunkanmu saat Dia datang.. Jangan menangis lagi.. Ibu JK"
Pukul 10 Jungkook sampai di rumah sakit.. Ada rasa senang dan panik dalam dirinya.. Dia duduk di samping Nari.. Nari baru tidur setelah dokter memberinya obat.. Alat medis yang menempel di tubuhnya sudah tidak ada lagi.. Tinggal selang oksigen yang masih ada d hidungnya..
" Dia mencarimu nak.. Dia tidak berhenti menangis.. Jadi dokter memberikan obat untuk Dia bisa istirahat.. Ibu JK"
" maaf bu.. Pasti ibu sangat lelah mengurusnya.. JK"
" tidak nak.. Nari tidak banyak bicara.. Dia hanya menangis mencarimu.. Ibu JK"
" aku merasa bersalah kenapa saat Dia membutuhkan aku tidak ada di sampingnya.. JK"
" sudahlah nak.. Nari tidak akan suka kamu berpikiran seperti itu.. Intinya Nari sudah sadar sekarang.. Dan Ibu lega.. Walaupun tetap saja masalah ginjalnya dokter ingin bicara denganmu.. Ibu JK"
" iya bu.. Dia memang gadia kuat.. Aku yakin Dia bisa.. JK"
Jungkook mencium kening Nari.. Bersyukur Narinya sudah kembali dari komanya..
Pukul 6 pagi Nari membuka matanya.. Menetralkan pandanganya.. Melihat sekeliling pelan.. Dan melihat seseorang yang sangat dikenalnya sedang tertidur dengan bersandar tempat tidurnya..
Nari mengangkat tangannya dan menggapai kepala Jungkook yang sedang tidur dan membelainya pelan..
Jungkook yang merasa ada yang membelai rambutnya membuka mata dan melihat Nari yang sudah menatapnya..
" sayang.. JK"
Jungkook memposisikan duduknya dan menatap Nari yang menatap dirinya..
" Oppa..
" apa terasa sakit?
" tidak.. Nari"
" syukurlah kamu sudah bangun.. Aku merindukanmu..
" maafkan Nari..
" maaf untuk apa? Tidak ada yang perlu dimaafkan.. Sekarang intinya kamu sudah bangun dan jangan pernah mengulangi hal itu lagi.. Kamu membuatku khawatir.. Apa kau tidak merindukanku?? JK"
" Oppa..
" aku tidak ingin melihatmu menangis lagi.. Bukankah kemarin kamu menangis sejak bangun.. Sekarang tidak.. Bukankah aku sudah disini.. Tidak ada yang meninggalkanmu lagi.. Jangan takut lagi.. Semua baik baik saja.. Dan akn baik baik saja.. JK"
Jungkook mencium telapak tangan Nari.. Memberikan kekuatan untuknya agar tidak merasa takut lagi..
Karena ada member yang sedang menjengguk Nari.. Jungkook meninggalkan Nari sebentar untuk bertemu dokter..
" bagaimana dok?.. JK"
" aku harap Nari bisa menjaga ginjalnya dengan baik.. Apalagi di hidup dengan satu ginjal.. Kalo saja ada kerusakan pada ginjalnya akan membuatnya tambah sakit karena penyaringannya tinggal satu.. Lebih menjaga pola hidup dan makanan.. Kontrol tekanan darahnya.. Kalo tekanan darahnya tinggi itu tidak bagus untuk ginjalnya.. Dokter"
" dan untuk Pankreatitisnya aku harap ini bisa mengurangi sakit yang Nari rasakan.. Memang tidak menjamin.. Tapi kalo lebih di jaga lagi.. Sesuatu tidak akan terjadi.. Karena Pankreatitisnya masuk dalam golongan kronis.. Dan itu tidak bisa disembuhkan dengan satu kali operasi.. Kau tau pacar kamu itu sangat susah dan lupa kalo.sedang sibuk.. Dokter"
" baik dok.. Aku akan lebih menjaganya.. Kapan Nari bisa pulang dok? JK"
" kalo kondisinya membaik besok Dia bisa pulang.. Dokter"
" ohh iya dok terimakasih..
" oh ya Jungkook aa.. Ada seseorang yang membayar semua tagihan rumah sakit Nari.. Dokter"
" memangnya siapa dok? JK"
" tidak diketahui.. Hanya saja pihak rumah sakit membutuhkan tanda tangan wali pasien.. Jadi tolong pergilah ke bagian administrasi.. Dokter"
" ah iya dok.. Terima kasih.. JK"
Jungkook keluar dari ruangam dokter dan berjalan ke bagian administrasi dan menanyakan tentang pembayaran yang di maksud dokter tadi..
" apa benar tidak bisa.. Saya hanya ingin tau siapa yang menanggung semua biayanya.. JK"
" maaf tuan tidak bisa.. Ini privasi.. Tolong isi dan tanda tangan di sebelah sini.. Ucap seorang perawat..
Setelah dari bagiam administrasi Jungkook kembali ke kamar Nari.. Terlihat para member sedang bercerita dan Nari sesekali tersenyum melihat tingkah Hoseok dan Taehyung sedang bercanda..
" kau sudah kembali.. Jin"
" iya hyung..
" Oppa darimana? Nari"
" dari bagian administrasi.. Apa yang kalian bicarakan? JK"
" tidak ada.. Hoseok"
" mereka menceritakanmu Oppa.. Kebiasaan Oppa saat di dorm.. Benarkan Tae Oppa?.. Nari"
" Hoseok hyung yang menceritakannya bukan aku.. Tae"
" apa yang mereka katakan? Kau mengarang cerita apalagi hyung? JK"
" Hobi bilang kalo kau suka memukul para member dan itu sering kamu lakukan.. Suga"
" maaf..
Seseorang membuka pintu kamar Nari.. Sontak semua menatap ke arah pintu..
" Ibu..
Ya itu Ibunya Nari.. Bagaimana Ibunya tau kalo Nari sedang di rawat disini.. Ahh ya Nari juga bertemu Ibunya dirumah sakit ini..
Nari sedang bersana Ibunya di ruang rawatnya..
" ada apa Ibu kesini?
" kamu sakit apa nak? Ibu Nari"
" ibu tidak perlu tau.. Apa pentingnya untuk Ibu.. Nari"
" apa benar kamu koma setelah menjalani operasi nak? Sebenarnya kamu sakit apa?Ibu Nari"
" tidak penting untuk Ibu.. Apa Ibu masih mau meminta sumsum tulang belakang Nari? Tidak bolehkah Nari menikmati hidup Nari bu.. Nari"
" tidak nak.. Ibu tidak ingin meminta itu kepadamu.. Maafkan Ibu sudah menyakitimu.. Maafkan Ibu.. Aku hanya ingin melihat kondisimu.. Aku salah besar kepadamu.. Maafkan aku.. Ibu Nari"
" sudahlah bu jangan buat Nari semakin terlihat buruk dengan permintaan maaf Ibu.. Bukankah Ibu juga sudah memiliki keluarga.. Aku harap Ibu bahagia bersama mereka.. Aku tidak akan menggangu Ibu.. Jadi Ibu tenanglah.. Nari"
" aku memang Ibu yang jahat untukmu.. Maafkan aku..
Ibu Nari tau saat Jungkook tadi di bagian administrasi.. Dia mendengarkan sedikit pembicaraan Jungkook dengan petugas rumah sakit.. Setelah Jungkook pergi Ibu Nari memastikan kalo Im Nari yang di maksud itu bukan anaknya.. Dan ternyata benar.. Itu Im Nari anaknya..
" kalo tidak ada yang perlu dikatakan bisakah Ibu pergi?? Aku ingin istirahat.. Nari"
" ah iya nak.. Maafkan Ibu..
Nari memalingkan wajahnya dari arah Ibunya.. Hatinya sakit melihat Ibunya.. Perlakuan yang Ibunya lakukan selalu datang saat melihat Ibunya.. Sejujurnya Nari rindu.. Ingin sekali Ibunya merawatnya saat sakit seperti ini tapi pikirannya tidak memperbolehkan hal itu..
Jungkook yang sengaja menunggu diluar kemudian masuk ke ruang rawat Nari.. Melihat Nari yang sedang menangis di tempat tidurnya..
Jungkook memeluk Nari.. Menenangkannya..
" Oppa.. Aku sangat jahat kepada Ibuku sendiri.. Aku akan yang jahat Oppa.. Nari"
" tidak.. Kamu anak baik.. Kamu anak yang kuat.. Jangan menangis.. Tenanglah.. JK"
" maafkan aku😭😭.. Nari"
" sudah sayang.. JK"
Melihatnya hancur seperti ini membuat hati Jungkook sakit.. Setiap bertemu Ibunya Nari akan seperti ini.. Dan itu Jungkook tidak suka dengan itu..
Beberapa hari kemudian Nari diperbolehkan pulang karena kondisinya berangsur membaik.. sekarang Dia sedang beristirahat di apartemennya di temani oleh Chun Hei.. Ibu Jungkook harus pulang dulu karena ada urusan yang harus dilakukan..
" ku harus menurut denganku hari ini.. Oke pasienku?.. Chun Hei"
" bagaimana kamu sajalah.. Nari"
" oh ya Nari aa.. Kau tau Jungkook menghubungiku sampai 10x apa Dia ingin menerorku.. Chun Hei"
" memangnya ada apa? Nari"
" Dia menanyakanmu.. Dari tadi masih di rumah sakit dan sekarang Dia sudah menanyakanmu lagi.. Dia itu benar benar.. Chun Hei"
" bersabarlah.. Oh ya, siapa ya kira kira mengurus biaya rumah sakitku.. Nari"
" ya Jungkook ssi.. Siapa lagi.. Chun Hei"
" Dia bahkan bertanya kepada ku.. Dan aku rasa Dia tidak berbohong.. Nari"
" apa Ibumu? Chun Hei"
" tidak tau juga.. Nari"
" atau pengemarmu??
" mungkin..
" biarkan saja.. Kan untung kamu bisa dapat perawatan gratis.. Nanti uangmu buat trakir aku saja makan enak.. Bagaimana? Chun Hei"
" sebaiknya ku gunakan untuk yang lebih bermanfaat saja..
" kamu kira mentrakitir temanmu tidak manfaat.. Oke.. Aku akan minta ke Jungkook ssi.. Chun Hei"
" jangan.. Kau bisa menghabiskan uangnya nanti.. Nari"
" Dia kan artis papan atas jadi tidak akan miskin mendadak.. Ohh ya bukankah Jimin itu yang paling kaya di grup.. Keren ya.. Pasti beruntung yang memilikinya..
" iya.. Dia itu orangnya baik.. Perhatian juga.. Nari"
" wahh Nari.. Apa kau menyukainya? Chun Hei"
" Dia pernah mengutarakn cintanya kepadaku.. Nari"
" benarkah? Wahh kau memang ya.. Aku kalah denganmu.. Belum lagi Yuta.. Oh ya bagaimana dengannya.. Apa di Jepang kamu bertemu dengannya lahi? Chun Hei"
" aku bekerja sama dengannya di proyek kemarin..
" wahh.. Kenapa kamu mau.. Apa kalian sudah baikan?
" ya begitulah.. Nari"
" aku bosan sekali.. Bisa kamu ambilkan laptop ku di meja itu.. Nari"
" mau apa? Bekerja? Oh tidak ya Nona.. Hari ini anda harus banyak istirahat.. Oke sayang.. Chun Hei"
🍁🍁🍁