The Truth Untold

The Truth Untold
Chapter 197



Youra tumbuh dengan sehat.. Dia sudah berusia 6 bulan sekarang.. Dia memang seperti Jungkook, caranya tidur pun mereka sama.. walaupun Youra memiliki kamar sendiri tapi Nari dan Jungkook tidur di satu tempat tidur dengan bayinya karena mereka suka seperti itu..


Sangat mengemaskan melihat Youra dan sang Ayah tidur dengan cara yang sama.. Nari sesekali jahil mengambil gambar mereka berdua..


Dua malaikatnya itu, mereka penyemangat hidup Nari.. kebahagiaan Nari adalah mereka..


Hari ini Nari bangun pagi sekali.. Dia ada pesanan beberapa Cake untuk pagi ini.. itu juga dari temannya yang ingin mencoba Cake buatan Nari..


sebelum Youra bangun Nari harus menyelesaikan pekerjaannya.. Dia juga harus menyiapkan makan pagi untuk suaminya dan menyiapkan perlengkapan suaminya untuk pagi ini..


Nari sedang senang melakukan hobi barunya ini.. kalo sebelumnya Jungkook akan melarangnya karena masih hamil.. sekarang Jungkook mengijinkannya walau banyak yang Jungkook katakan kepadanya tapi begitulah Jungkook, Dia seperti itu karena tidak mau kalo Nari kelelahan dan melupakan kesehatannya..


Cake yang dibuat Nari tinggal menunggu dingin kemudian di hias..


Sekarang Nari bisa menyiapkan makan untuk suaminya sebelum membangunkan suaminya..


Jungkook tidak pernah repot saat makan pagi walau Nari hanya menyiapkan makan yang sederhana pagi ini..


.


.


.


.


.


Pukul 7 pagi, Nari sudah menyelesaikan menyiapkan makan pagi dan segera membangunkan Jungkook..



Melihat posisi Youra tidur di samping Ayahnya memang menggemaskan, bagaimana bisa kakinya ada pada badan Jungkook..


" Sayang, bangunlah.. Ucap Nari"


" Sayang...


" Hmmm... selamat pagi sayang.. Ucap Jungkook"


" Pagi.. jawab Nari"


" Awas.. lihatlah bagiamana anak, Oppa ini tidur.. Ucap Nari sambil menunjuk ke samping Jungkook"


Jungkook membuka mata dan melihat letak tidur Youra.. kakinya ada pada perut Jungkook.. Dia tersenyum melihat tingkah tidur anaknya itu..


Nari mengangkat tubuh Youra dan memposisikan tubuhnya dengan benar.. Youra sekarang suka menghisap jempolnya.. Nari menggantinya dengan pacifier milik Youra..


" Bangunlah Oppa.. Nari sudah siapkan makan.. ah ya hari ini akan ke studio kan?? Tanya Nari"


" Iya, hari ini ada pemotretan bersama Sang Min di outdoor.. apa kamu bangun pagi sekali lagi??? Tanya Jungkook"


" Ah iya.. Nari ada pesanan hari ini tapi hampir selesai.. tinggal menghiasinya saja.. Ucap Nari"


" Biar aku yang mengantarkan pesanan itu nanti.. kamu istirahatlah.. Ucap Jungkook"


" Tidak akan sempat.. biar nanti Nari yang mengantarkannya.. Nari juga akan bertemu Chun Hei hari ini.. tidak apapa kan Oppa? Ucap Nari"


" Iya tidak apapa.. oh ya sayang, apa kita perlu memiliki supir pribadi?? Tanya Jungkook"


" Untuk apa?? Tanya Nari"


" Kamu..


" Ahh tidak.. Nari bisa sendiri.. bukankah ada Oppa yang akan membantu Nari nanti.. Nari baik baik saja sayang.. Ucapnya"


" Sudah segera bangun.. jangan bangunkan anak kamu.. Nari harus membersihkan dapur sebentar.. Ucap Nari"


" Iya nyonya Jeon.. Ucap Jungkook"


Seperti biasa Nari mencium bibir Jungkook singkat saat baru bangun tidur..


.


.


.


.


.


" Oh Youra bangun.. Ucap Jungkook saat baru selesai mandi"


Jungkook menghampiri Youra yang baru membuka matanya.. Dia tidak menangis karena Youra baru membuka mata saat Jungkook baru keluar kamar mandi..


Jungkook mengangkat tubuh Youra dan mencium pipi gembulnya..


" Selamat pagi Ibu.. Ucap Jungkook menghampiri Nari yang masih sibuk di dapur"


" Oppa menggodanya lagi??? Ucap Nari"


" Tidak.. Dia bangun sendiri.. Ucap Jungkook"


Saat melihat Ibunya, Youra mulai bingung untuk ikut karena merasa haus.. Dia melepaskan pacifier dari mulutnya dan menangis..


" Sebentar, Ibu akan cuci tangan Ibu ya nak.. Ucapnya"


Setelahnya Nari membawa Youra dalam pangkuannya dan memberikan asi kepada Youra..


" Sudah Oppa makanlah.. Ucap Nari"


" Aku akan menyuapi mu.. buka mulut kamu.. Ucap Jungkook"


" Biar Nari nanti saja Oppa..


" Sudah buka mulut kamu.. Ucap Jungkook sambil menyodorkan makanan ke mulut Nari"


" Kalo nanti nanti kamu akan lupa dan anak kamu memerlukan ASI.. kalo kamu tidak makan bagaimana Youra bisa kenyang.. benar tidak sayang.. Ucap Jungkook sambil menggelitik paha gembul Youra"


" Iya Oppa..


" Oh ya Oppa, weekend ini kita jadi ke rumah Busan kan?? Tanya Nari"


" Ah ya, aku hampir lupa..


" Akan ada acara di sana.. bagaimana Oppa bisa lupa.. kalo Oppa tidak bisa antar, biar Nari dan Youra naik kereta api saja.. Oppa datanglah saat weekend ini.. Ucap Nari"


" Kita berangkat bersama.. kamu akan repot kalo berangkat berdua saja.. Ucap Jungkook"


" Ahh.. Ucap Nari saat Youra memainkan ****** Nari"


" Kenapa?? Tanya Jungkook"


" Ada apa sayang?? Apa Youra merasa kenyang?? Ucap Nari"


" Dia memainkan putingnya Oppa.. Ucap Nari"


" Ah ya kata dokter Yoona harusnya giginya sudah akan tumbuh kan.. sini berikan kepada Ayah biar Ayah yang memanggkunya.. Ucap Jungkook"


" Sudah sayang??? Tanya Nari"


Youra tetap tidak melepaskan ****** Ibunya.. Dia masih merasa lapar dan haus..


" Dia tidak mau Oppa.. sudah lanjutkan makan Oppa, biarkan saja.. mungkin Dia masih mengantuk.. Ucap Nari"


" Ya sudah.. kita makan berdua..


๐Ÿ’œ


jadi jarang up disini yaa..


maafkan aku..


kangen up disini๐Ÿ˜Š


kira kira dobel up gk ya??


terimakasih sudah mampir ke cerita ku..


HAPPY READING..


HAVE A GOO DAY๐Ÿ˜Š



by: nyemoetdz


29/05/2020