
" Nari, apa benar kamu pernah akselerasi waktu sekolah.. RM"
" iya Oppa.. Dari tingkat 2 menengah ke tingkat atas.. Sebenarnya aku harus lulus lebih awal tapi aku tidak mau teman temanku menganggapku aneh.. Nari"
" memangnya kenapa harus d bilang aneh.. Bukannya bagus.. Kamu pintar.. RM"
" pintar bukan segalanya Oppa.. aku dulu pernah menjadi korban bully Oppa.. Nari"
" benarkah? Memangnya kenapa?.. Tae"
" aku sekolah sambil kerja paruh waktu.. Dan teman temanku mengataiku anak orang miskin yang hanya bisa hidup dari gratisan.. Nari"
" kenapa mereka bilang seperti itu..
" aku dulu bisa sekolah tingkat atas di tempat mewah karena mendapatkan beasiswa dari sekolah sebelumnya.. Awalnya aku tidak ingin disana karena aku bukan golongan mereka yang memiliki tas bermerk, sepatu bermerk bahkan mobil yang ganti ganti.. Aku hanya ingin lulus menjadi lulusan terbaik.. Ingin membuktikan kepada mereka kalo orang miskin sepertiku bisa lulus dengan hasil memuaskan.. Jadi hal itu yang membuatku bersemangat sekolah disana.. Pernah suatu hari teman sekelasku mengunciku di toilet sampai jam pulang sekolah.. Mereka hanya iri kepadaku.. Tapi itu hanya sampai tahun ke 2.. Nari"
" dan pada tingkat akhir aku mendapatkan beasiswa lagi ke Jepang.. Benar juga kata orang kalo aku hidup dengan menikmati gratisan dari orang lain.. Tapi dari sana aku mulai menata hidupku.. Walo awalnya jurusan yang aku ambil yakni ilmu Hukum.. Tapi setelah semester ke 3 aku lebih memilih sebagai fotografer.. Karena hobiku.. Dan jadilah aku sekarang.. Nari"
" kau berusaha sejak awal ya.. Orang tua kamu pasti bangga.. Hoseok"
" harusnya seperti itu.. Nari"
" maksudnya bagaimana? Hoseok"
" sudah sudah.. Apa kalian mewawancarainya? Jangan jawab sayang.. JK"
" wahh Kookie.. Kau jahat sekali.. Hoseok"
" apa hidupmu sulit setelah di Jepang?? Jimin"
Jimin yang awalnya diam kemudian bertanya tentang kehidupan Nari di jepang..
" apa orangtua kamu selalu mendukungmu.. Benar kata Hoseok hyung.. Mereka pasti sangat bahagia.. Memiliki anak yang pintar dan mandiri sepertimu.. Benar kepintaran bukan segalanya.. Kalo kamu bisa menjual kepintaranmu harusnya kamu jauh lebih baik kan? Jimin"
" hyung cukup.. JK"
" cukup baik walau banyak yang hilang dariku.. Tapi aku menjalaninya dengan cukup baik.. Ya, benar kepintatan bukan segalanya untuk orang miskin sepertiku.. Aku tetap harus bekerja keras.. Sekeras apapun aku bekerja tetap tidak bisa membeli semuanya dengan uang.. Ternyata kau begitu ingin tau tentangku Oppa.. Nari"
" hanya ingin tahu saja.. Apa yang hilang darimu?.. Kamu seperti menikmati hidupmu dengan sangat baik.. Kamu jadi seperti sekarang juga karena usahamu kan?.. kepintaran saja tidak akan bisa.. Jimin"
" iya.. Kadang orang yang memiliki banyak kekayaan materi akan menilai seseorang dengan mudah.. Berfikir segalanya bisa di beli dengan uang.. Bahkan membuat seseorang kehilangan dengan mudahnya.. Semua di ukur dengan uang.. Tapi mereka tidak tahu betapa susahnya seorang itu menjalani hidupnya.. Karena bicara tak semudah melakukannya.. Nari"
" sayang.. JK"
" kenapa jadi begitu tegang.. Jimin aa kenapa kamu bertanya seperti itu.. Tae"
" Oppa aku akan ke kamarku.. Maafkan aku..
Nari kemudian pergi.. Kenapa Jimin bicara seperti itu.. Apa menurutnya mudah menjadi Nari yang orang tuanya saja tidak menginginkannya..
" ada apa denganmu hyung.. Kenapa kamu bertanya seperti itu kepadanya.. Mungkin menurut hyung akan dengan mudahnya mendapatkan sesuatu itu.. Karena kau tinggal meminta tanpa harus berusaha.. Tapi Dia berusaha sendiri.. Berusaha dengan kerja kerasnya.. Karena orang tuanya membuang Nari karena uang.. Kau melukainya.. Setidaknya berfikirlah sebelum bertanya.. Jaga bicaramu kalo kau masih ingin aku mengganggapmu hyung ku.. JK"
" Jungkookie.. Jin"
Jungkook yang dari tadi menahan amarahnya keluar dan mencari Nari..
" sayang.. JK"
Jungkook mengahampiri Nari yang sedang duduk di pinggir kolam..
" Oppa.. Nari"
" sedang apa? JK"
" tidak ada..
" Oppa.... begitu indah Tuhan menuliskan takdir untukku.. Dosa apa yang pernah aku perbuat hingga Tuhan begitu sayangnya kepadaku dan memberikanku semua ini.. Nari"
" karena Tuhan tahu kalo kamu mampu.. JK"
" Oppa tahu.. Aku bertemu Ibuku beberapa waktu lalu saat aku di Korea.. Dia bahkan terlihat bahagia.. Dan aku disini sendiri.... Nari"
" bukankah ada aku.. Aku tau Nari yang aku kenal sangat kuat dan mampu menjalani semua ini.. Dan ingat kamu tidak sendiri.. Aku ada untukmu.. JK"
" terima kasih Oppa.. Aku tidak mau menangis karena hal ini.. Aku.... Nari"
Tapi tetap Nari menangis di depan Jungkook..
" apa kau ingin ice cream adek manis?.. JK"
" sepertinya enak Oppa.. Ayo kita cari ice cream.. Nari"
" ehh.. Ini sudah malam sayang.. Tidak.. Besok aja ya.. JK"
" bukankah Oppa yang menawariku.. Sekarang Oppa melarangnya.. Nari"
" nanti kamu bisa flu.. Besok saja ya.. JK"
Nari malah memanyunkan bibir bawahnya sambil melirik.. Malah terlihat Imut..
" lihatlah expresimu.. Sebentar aku akan memotretnya.. JK"
" enak saja.. Tidak.. Sini ponselnya.. Jangan Oppa.. Nari"
Mereka bercanda d pinggir kolam.. Jungkook tidak mau Nari merasa sendiri dan berlarut dalam kesedihannya.. Memang takdir mempermainkannya..
Nari memang menceritakan semua tentangnya kepada Jungkook, tapi satu hal tidak di ketahui Jungkook.. Yakni satu ginjalnya ada pada Jimin..
Mereka mulai konser mereka.. Nari juga sedang sibuk dengan pekerjaannya..
" Nona,bisa saya minta tolong.. Tanya seseorang yang menghampiri Nari.."
" ahh tapi saya..
" hanya sebentar saja.. Aku mohon..
Wanita itu menghampiri Nari yang sedang terburu buru untuk kembali ke tempat konser..
" ya sudah.. Apa yang bisa saya bantu bu??.. Nari"
Wanita itu berjalan mendahului Nari.. Dan ya ke suatu tempat..
" ibu, kenapa kita disini..
Nari masuk kedalam ruang kosong dan gelap.. Dan wanita itu meninggalkannya dengan pintu yang dikunci dari luar..
" kenapa di kunci.. Buka pintunya.. Nari"
Nari mencoba membuka pintunya tapi tidak bisa.. Di mencoba menghubungi seseorang tapi tidak ada yang menjawabnya.. Karena konser sedang berjalan.. Mereka sedang sibuk dengan pekerjaan mereka.. Apalagi Jungkook, dia sedang berada di panggung..
" ya Tuhan..
Nari melihat sekitar tidak terlihat jelas karena ruangan yang gelap.. Dia mulai menangis..
Konser hari pertama sudah selesai.. Member juga sudah berada di belakang panggung..
" memangnya Nona sedang dimana?.. Tanya salah satu staff"
" tidak tahu.. Tadi Nona bilang akan kembali ke Hotel sebentar tapi belum juga kembali..
" sebentar aku akan menghubunginya..
Salah satu tim Nari mencoba menghubunginya..
" halo Nona, anda sedang dimana?.."
" bisa tolong aku.. Aku terkunci di ruangan blok G.. Ruangan ujung..
" bagaimana bisa terkunci..
" nanti aku jelaskan.. Tolong aku.. Disini gelap dan penggap.. Nari"
" iya Nona.. Saya akan segera kesana..
Setelah menutup teleponnya staff tersebut mencoba meminta bantuan ke Sejin..
" bagaimana bisa.. Sebentar aku akan tanyakan kepada pihak promotor.. Sejin"
" ada apa? JK"
" Nona Nari terkunci di ruangan sektor G..
" bagaimana bisa..
Jungkook segera mencoba menghubungi Nari.. pantas saja Nari menghubunginya beberapa kali..
" Oppa...
" apa kamu baik baik saja?? JK"
" Oppa, disini gelap sekali.. Tolong Nari.. Nari"
"ya sudah aku akan ke sana.. Tunggu.. Jangan matikan ponsel kamu.. JK"
Setelah mendapatkan kunci dan membukanya, Nari segera keluar di bantu Jungkook dan Sejin..
" bagaimana kamu bisa terkunci disini.. JK"
" ada seorang wanita yang meminta tolong kepadaku.. Dia membawaku ke sini dan meninggalkan ku.. Nari"
" tapi kamu tidak apapa kan Nari ssi..
" tidak sunbae.. Terima kasih..
" ya sudah bawah dia ke sana..
Nari duduk di sofa ruang member BTS berada.. Terlihat Dia sedikit ketakutan.. Dengan wajah yang pucat..
" aku tidak akan berfikir negatif tentang ini.. Tapi aku tahu siapa pelakunya.. Semoga saja aku salah tentang ini.. Sejin"
" maksud hyung? JK"
" ku ingat staff perempuan terakhir..
" ahh ya.. Apa benar dia yang melakukanya lagi??.. JK"
Sejin berfikir kalo dalang semua ini adalah Aeri.. Tidak sekali ini Aeri mengerjai staff perempuan yang dekat dengan Bangtan apalagi dengan Jimin..
Terakhir kali Aeri mengejainya sampai staff itu mengundurkan diri.. Masih untuk kalo tidak dilukainya.. Biasanya dia akan melakukan kekerasan fisik untuk mengerjainya..
" kamu harus lebih hati hati.. Jaga Nari darinya.. Dia itu benar gadis gila.. Sejin"
" iya hyung.. JK"
Jungkook berjalan ke Nari yang sedang duduk dan berjongkok di depan Nari..
" apa merasa lebih baik??.. JK"
" hmmm.. Nari"
" ahh ya.. Makanlah.. Bukankah kamu ingin memakan ice cream semalam.. Buat diri kamu tenang dengannya.. Mau?.. JK"
" Oppa bahkan melarangnya kemarin.. Sekarang memberikannya.. Nari"
" hanya sedikit saja.. Makanlah.. JK"
" aku sudah seperti anak kecil saja.. Yang rewel dan dirayu dengan ice cream.. Nari"
" ohh jadi tidak mau.. Oke aku akan makan sendiri.. JK"
" Oppa....
Tak jauh dari Jungkook dan Nari.. Jimin sedang melihat interaksi mereka berdua.. Dia merasa bersalah tentang hal semalam.. Pertanyaannya benar benar melukai Nari..
Harusnya Jimin tidak bicara seperti itu..
🍁🍁🍁