
Sesampainya di Hotel, Nari memilih untuk istirahat.. Karena tubuhnya sudah tidak sanggup lagi untuk di ajak kompromi..
Selesai menyelesaikan tugasnya.. Nari tertidur di kamarnya..
Para member sedang berkumpul ada Sejin di sana..
" Jungkook aa.. Apa dengan menamparnya kau menyelesaikan masalahmu? Sejin"
" kau bahkan meninggalkannya saat Nari pingsan.. Apa yang dilakukanya sampai kau melakukan ini kepadanya.. Sejin"
" bisakah kau menjelaskan ini semua? Sejin"
" maaf hyung, jujur aku kecewa dengan Jungkook.. Kau mendiami Nari karena kau salah paham dengannya.. Kau bahkan tidak mendengar penjelasannya.. Tae"
" benar Dia melakukan kesalahannya karena tidak bicara kepadamu saat bertemu Naiko di Osaka.. Tapi Dia melakukan itu karena paksaan bosnya.. Dan Dia berencana untuk menjelaskan kepadanya kepadamu tapi mulut Aeri membuatmu gelap mata.. Dan masalah Nari tenggelam itu juga karena Soora mendorongnya.. Tae"
" Soora ingin merusak kamera pemberianmu.. Sama seperti yang akan dilakukannya tadi.. Dia rela sakit untuk menjaga pemberianmu.. Tapi lihatlah kau menyakitinya.. Aku tidak membelanya karena kasihan.. Aku merasa Dia pantas di dengar dan dibela.. Tae"
" Nari tenggelam? Sejin"
" iya hyung.. Soora mendorongnya ke kolam.. Nari itu tidak bisa berenang.. Tae"
" Dia itu benar benar gila.. RM"
" aku hanya membuatnya terluka hyung.. Selalu aku yang membuatnya terluka.. JK"
" kalo kau berfikir seperti itu.. Apa kau mau melepaskannya? Suga"
" aku tidak tau hyung.. Aku binggung harus melakukan apa? Aku merasa tidak bisa menjaganya dengan baik.. JK"
" kau tau Soora seperti apa.. Kau harus lebih menjaganya.. Jangan seperti ini Jungkook aa.. Ini salah.. Kau melukainya.. Sejin"
Nari tidak tenang dalam tidurnya.. Baru beberapa menit Dia tidur perutnya terasa sangat sakit.. Dia merintih kesakitan.. Nari menekan perutnya.. Dan menangis karena rasa sakit yang menusuknya..
" Nona, kau tidak apapa..
Terlihat keringat sudah membasahi wajahnya..
" ahhh sakit sekali.. Oppa... Nari"
" Nona.. Aku akan panggilkan Sejin sunbae..
" ahh..
Teman sekamar Nari berlari untuk mencari Sejin..
" sunbae, bisakah kau membantuku.. Nona Nari sedang kesakitan.. Tolong..
" Nari.. Sejin"
Sejin yang baru akan masuk kamarnya segera pergi menemui Nari..
" Nari aa.. Ada apa?
" ahh sakit sekali.. Oppa sakit sekali..
" aku akan membawanya ke rumah sakit.. Beritahu Jungkook untuk menyusulku di lobi bawah.. Cepat..
" baik sunbae..
Sejin mengendong Nari dan membawanya ke bawah untuk dibawa ke rumah sakit..
" ahh..
" tahan sebentar.. Kita akan ke rumah sakit.. Kenapa mereka lama sekali.. Sejin"
" Nari aa.. JK"
Jungkook yang baru sampai syok melihat Nari yang sedang kesakitan..
" cepat masuklah.. Kita kerumah sakit sekarang.. Sejin"
" iya hyung..
Jungkook Jimin dan Taehyung masuk kedalam mobil Sejin..
" sayang.. JK"
" Oppa sakit sekali.. Ahh.. Nari"
" iya.. Bersabarlah.. Tahan sebentar lagi.. Maafkan aku.. Maafkan aku.. JK"
" ahh..
Jungkook mengelap keringat yang membasahi kening Nari.. Dia bersalah.. Jungkook merasa bersalah kepada Nari.. Sudah membuatnya seperti ini..
Sesampainya di rumah sakit Nari segera mendapatkan penanganan di ruang UGD..
Jungkook dan yang lain tidak bisa menunggu di depan UGD.. Sejin dan satu staf yng sekamar dengan Nari.. yang sedang berada di ruang UGD..
" bagaimana dok?
" apa Dia melewatkan makannya.. Bukankah pasien memiliki riwayat Pankreatitis..
" iya dok Nona Nari mengisi perutnya hanya dengan air dan camilan saja.. Dia tidak makan dengan teratur..
" kenapa kamu baru bilang.. Sejin"
" untung segera dibawa kesini.. Kalo tidak.. Ini berakibat fatal.. Lebih jaga pola makannya.. Ini tidak bagus untuk kondisi tubuhnya.. Dokter"
" baik dok..
Jungkook masuk dengan penyamarannya.. Nari masih di ruang UGD.. Terbaring lemah disana.. Ada beberapa jarum ditangannya.. Bagaimana bisa Dia melewatkan makannya..
" Oppa..
" kamu sudah bangun? Apa terasa sakit? JK"
" maafkan Nari.. Maafkan Nari..
" aku yang bersalah kepadamu.. Maafkan aku.. JK"
" aku selalu membuatmu terluka.. Maafkan aku.. JK"
Jungkook mencium punggung tangan Nari.. Dia merasa bersalah.. Semua ini karena Jungkook..
Seperti biasa Nari tidak mau dirawat dan meminta pulang..
" Jungkook aa.. Soora mengurung dirinya di kamar mandi.. Bisakah kau membujuknya untuk keluar.. Aku takut terjadi apapa dengannya.. Aeri"
Jungkook yang baru sampai dan akan membantu Nari ke kamarnya di hadang Aeri yang memberitahu kalo Soora sedang mengurung dirinya di kamarnya..
" tolonglah.. Kamu yang bisa membujuknya.. Aeri"
" kau tinggal minta kunci kepihak Hotel dan membukanya.. Aku tidak mau berurusan dengannya lagi.. JK"
" Oppa.. Pergilah.. Nanti kalo terjadi apapa bagaimana? Nari"
" tidak.. Sebaiknya aku membantumu ke kamar.. Ayo.. JK"
" ayolah Oppa.. Biar aku yang menemanimu.. Nari"
Di kamar Soora..
Jungkook meminta pihak Hotel untuk membuka pintunya..
Terlihat di dalam kamarnya barang berantakan.. Gelas pecah.. Dan barang barang berantakan.. Soora memberantakannya..
" Soora aa.. Aeri"
" pergilah aku ingin sendiri.. Soora"
" aku kesini dengan Jungkook..
" ada apa Oppa kesini apa Oppa ingin menamparku lagi.. Soora"
" Soora aa.. Maafkan aku.. Ini memang salahku.. Maaf aku menamparmu.. Tapi tidakkah kau merasa bersalah dengan apa yang kamu lakukan.. Kau bahkan membuatnya celaka.. Maaf aku tidak bisa membalas cintamu.. Maafkan aku.. JK"
" kau jahat kepadaku.. Apa yang harus kulakukan agar bisa bersamamu.. Apa Oppa? Kalo kamu tetap menolakku lebih baik aku mati didepanmu..
Soora mengambil pecahan gelas yang ada di depannya.. Dan meletakkannya di pergelangan tangan Soora..
" Soora aa.. Apa yang kamu lakukan.. JK"
" Soora aa.. Aeri"
" Oppa, aku tulus kepadamu.. Aku sangat mencintaimu.. Jangan tinggalkan aku.. Soora"
" kau ingin menyayat nadi mu? Lekas lakukan.. Nari"
Nari yang memang diam dan berada di belakang Jungkook berjalan ke arah Soora yang sedang terduduk di lantai..
" kau ingin aku membantumu untuk mati.. Aku akan membantumu.. Bukankah dengan ini sekali tusuk saja kau bisa mati.. Nari"
Nari mengambil sisir kecil yang tak jauh darinya..
" Nari aa..
" pergilah.. Aku tidak ada urusan denganmu.. Soora"
" orang sepertimu ingin mati demi orang lain itu mustahil kalian merencanakan ini semua untuk membuat Jungkook luluh kapadamu? Ohh ayolah.. Ini sangat kekanak kanakan.. Nari"
" apa maksud kamu.. Kau bicara yang tidak tidak.. Pergilah.. Kau hanya akan memperkeruh suasana saja.. Aeri"
" kalo kau memang membuat berantakan kamarmu seperti ini dengan tidak sengaja tidak akan seperti ini.. Kau membuat ini semua dengan sengaja.. Benar kan? Nari"
Nari duduk di depan Soora..
" oke sekarang mau mu apa?? Aku akan menunggu jawabannya darimu.. Kau ingin mencelakaiku?..Nari"
" kau bahkan tidak merasa bersalah setelah membuat orang celaka.. Dan sekarang kau ingin mengakhiri dirimu sendiri.. Lelucon yang sangat bagus.. Sini tanganmu.. Akan ku bantu untuk memotongnya.. Nari"
" kau gila.. Kau benar benar gadis gila.. Soora"
Soora berdiri dan menunjuk Nari yang sedang duduk di depannya..
" hemmm aku memang gila.. Dan ya.. Apa kau sudah merekamnya dengan benar.. Lihatlah kau menempatkan kameramu di tempat yang salah.. Nari"
Nari menunjuk dimana ada kamera yang sengaja merekam kejadian di kamar Soora..
" apa niatmu? Kau membuatku takut dengan kelakuan kamu itu.. Lihatlah kau sendiri yang menunjukanya kalo diri kamu seburuk itu.. Aku tidak percaya kau melakukan semua ini.. Ini bukan cinta Soora aa.. Ini obsesi.. Kau gila.. JK"
" ya aku memang terobsesi denganmu.. Ini semua karena mu Oppa.. Semua hal yang aku lakukan ini karenamu.. Soora"
" dan kau Aeri.. Apa Jimin hyung tau semua ini? Apa masalahmu? Kenapa kau ikut mencelakainya? JK"
" kenapa diam saja? Apa perlu aku panggil Jimin hyung kesini? JK"
" oke aku akan menghubungi Jimin Oppa untukmu.. Nari"
" jangan coba coba kau melakukanya.. Aeri"
" kenapa? Sebentar.. Nari"
" Im Nari... Aeri
Aeri mencoba merebut ponsel dari tangannya tapi berhasil menghindar..
" kau benar benar mau mati Nari aa? Soora"
" kau ingin membunuhku? Silakan.. Bukan kah aku sudah didepanmu.. Nari"
" Nari aa.. Jangan bodoh.. Kau hanya akan mencelakai dirimu sendiri.. JK"
" aku ingin tau seberani apa Dia.. Kau ingin mencelaiku.. Ha.. Ayo lakukan.. Nari"
Nari berjalan kearah Soora dan mendorong bahunya pelan..
" ada apa ini?
Jimin dan Taehyung datang karena Nari mengirimi mereka pesan untuk datang ke kamar Soora.. Tak lama member lain juga datang..
" Aeri.. Ada apa? Jimin"
" Im Nari.. Tae"
" aku bilang bunuh aku kalo kau ingin membunuhku.. Lihatlah dirimu, depan mereka kau akan berakting menjadi korban?.. Kau berlaga tidak bersalah kepadaku.. Aku pernah bilang kepadamu, aku tidak akan membalasnya bukan karena aku takut.. Tapi kau tidak ingin sepertimu.. Dan sekarang kau berakting ingin membunuh dirimu.. Untuk mengancam Jungkook Oppa? Ayo lakukan.. Aku dengan senang hati akan melihatnya.. Bahkan aku akan merekamnya..Nari"
Soora mencoba pergi tapi Nari menghalanginya..
" mau kemana? Kau menyerah denganku.. Kau tidak ingin mengakhiri nyawamu disini karena aku merekamnya?.. Atau kau takut.. Nari"
" lepaskan aku.. Soora"
" tidak.. Tetaplah disini.. Aku belum selesai denganmu.. Nari"
" kau itu gila.. Gadis murahan.. Yang ingin merebut Jungkook dariku.. Aku benci denganmu.. Soora"
" aku tanya sekali lagi.. Apa MAUMU? Nari"
" aku muak dengan permainanmu.. Kau bahkan tidak merasa bersalah sedikitpun.. Dan orang sepertimu ingin bunuh diri untuk orang lain itu tidak mungkin.. Kau ingin pergi dan membalasku? Tidak perlu.. Kau bisa melakukannya sekarang.. Bunuh aku sepuasmu di depan mereka.. BUNUH.. Nari"
Soora hanya diam saat Nari membentaknya.. Dia memang tidak ada niat untuk mencelakai dirinya.. Dia hanya ingin Jungkook luluh karena usahanya bunuh diri.. Tapi nyatanya semua terlihat jelas oleh Nari..
" Nari cukup.. JK"
Nari berjalan mengambil kamera yang terpasang di bawa TV..
" ini kan? Kita lihat apa yang ada di sini.. Kau sudah merekam apa saja disini.. Nari"
" cukup.. Cukup.. Soora"
Soora mengambil kamera itu dan melemparnya.. Dia marah.. Rencananya terbaca oleh Nari..
🍁🍁🍁