
Sesi pemotretannya sudah selesai.. Dan Nari sedang mengecek hasilnya bersama staff lain.. Member masih bersiap untuk pulang..
" Nona, ada yang mencari anda diluar..
" siapa?
" saya tidak tau.. Dia bilang Ibu anda..
" ibu?? ahh ya aku akan keluar.. Nari"
" tuan Do tolong lanjutkan sebentar..
" baik Nona.. Tuan Do"
Nari berjalan keluar studio.. Hatinya berdebar bedar.. Ada rasa takut dan rasa senang dalam hatinya..
" Ibu..
" Nari aa..
" kenapa Ibu bisa disini? Nari"
" aku mencarimu nak.. Kenapa dengan tanganmu nak?
" ada apa Ibu mencariku.. Bukankah ibu sendiri yang mengusirku?.. Nari"
" memang Ibu salah nak.. Maafkan Ibu.. Apa kamu tidak rindu dengan Ibu nak? Kenapa kamu tidak mengabari Ibu bahkan mencari Ibu..
" ibu bahkan sudah menganti nama ibu bukan? Bagaimana aku mencari ibu.. Nari"
" ibu melihatmu di Mall, maaf ibu tidak bisa menyapamu.. Ibu bersama suami ibu.. Maafkan ibu..
" suami?? Kenapa kalo suami ibu tau aku ini anak ibu? Apa ibu malu??
" bukan begitu sayang..
" dan anak laki laki itu putra ibu? Nari"
" iya Dia adik kamu.. Apa kamu hidup dengan baik nak?
" seperti yang ibu lihat.. Apa niat ibu datang kesini?
" nak bisa aku minta tolong kepadamu..
Kenapa saat ibunya bicara seperti itu hati Nari sangat sakit.. Seperti luka lama itu tergores lagi..
" adik kamu sakit kanker darah.. Dan membutuhkan tulang sumsum.. Bisakah kau tes....
" apa ibu ke sini untuk meminta aku mendonorkan organ tubuhku lagi? kenapa Ibu begitu jahat kepada ku.. Bukankah aku ini juga anak ibu..
" maafkan ibu, nak.. Ibu memang ibu yang buruk.. Tapi adik kamu sakit dan memerlukan donor sumsum tulang belakang.. Bisakah kamu mendonorkannya??..
Seketika pertahan Nari runtuh.. Dia menangis.. Dia rindu ibunya.. Ingin sekali memeluknya.. Nari juga berharap ibunya datang dengan berubah.. Tapi nyatanya Ibunya datang untuk meminta Nari mendonorkan organ lainnya untuk anak lelakinya..
" aku kira ibu berubah.. Ibu mencariku karena ibu merindukanku.. Tapi apa yang aku dengar ini?? Nari"
" tolong nak.. Ibu minta bantuanmu.. Tolong adik kamu..
" adik?? Aku bahkan tidak memilikinya.. Keluarga saja aku tidak punya.. Adik?? Itu anak ibu bukan adik Nari.. Nari tidak mau melakukan apa yang ibu mau.. Bukankah ibu sudah berjanji untuk tidak menggangguku lagi.. Sekarang Ibu datang dan meminta aku mendonorkan sesuatu lagi? Sebaiknya ibu pergi.. Nari"
" tapi nak.. Tolong ibu.. Adik kamu sakit..
" pergilah bu.. Atau aku harus memanggil keamanan untuk mengusir ibu..
" memang ibu salah nak.. Ibu tidak akan berhenti.. Ibu akan datang lagi..
Setelah Ibu Nari pergi.. Dia menangis dan terduduk dilantai.. Nari berharap apa yang di dengarnya salah..
" ahh😭😭
Tak jauh dari belakang Nari, Jimin mendengarkan semuanya.. Tidak mungkin Jimin menghampirinya..
Ponsel Nari berbunyi.. Itu dari Jungkook.. Pasti Dia mencarinya.. Karena Nari akan pulang dengan Jungkook..
" sayang kamu dimana?
" Op paa...
" kamu menangis? Kamu dimana? JK"
" Op paaa... Aku di depan studio.. Nari"
" jangan tutup teleponnya.. Aku akan kesana... JK"
Jungkook segera berjalan keluar dan mencari Nari..
Jungkook melihat Jimin di sana..
" ada apa ini? Kau membuatnya menangis hyung?.. JK"
" ti tidak.. Aku hanya bertanya kepadanya..
Jungkook tiba tiba memukul Jimin tepar di wajahnya..
" Oppa.... Jangan.. Jimin Oppa tidak bersalah..
" ada apa ini? Suga"
Jimin yang menerima pukulan Jungkook hanya bisa diam..
" sudah Oppa.. Ini bukan salahnya.. Nari"
" Jungkookie, tahan emosimu.. Tanyakan dulu baru ada apa.. Kenapa kau tiba tiba memukulnya.. Jin"
" sudah hyung aku tidak apapa..
Jimin pergi di ikuti para member..
" ada apa? Kenapa kamu menangis? Dia bicara kasar kepadamu?.. JK"
" Oppa.. Ini bukan tentang Jimin Oppa.. Ini tentang Ibu Nari.. Kenapa Oppa memukulnya.. Dia hanya bertanya kepadaku..
" maafkan aku.. Aku begitu emosi melihatmu menangis.. Maafkan aku.. Sudah jangan menangis lagi.. Maafkan aku..
Jungkook memeluk Nari.. Membawa dalam pelukannya.. Menenngkannya.. Dia salah kali ini.. Dia bahkan memukul Jimin..
" Oppa harus minta maaf kepada Jimin Oppa.. Hmm?
" iya aku akan meminta maaf.. Tapi jangan menangis lagi.. JK"
Setelah Nari sudsh tenang Jungkook masuk ke dalam studio lagi.. Member sengaja menunggu Jungkook untuk menjelaskan semuanya.. Sebagian staff juga sudah pulang.. Walau masih ada beberapa staff yang masih mengurus seseuatu disana..
" Jungkookie..
" duduk.. Jin"
" ada apa denganmu.. Apa menyelesaikan masalah dengan kekerasan seperti itu.. Jin"
" maafkan aku hyung.. JK"
" kita tidak mengajarimu seperti itu dalam menyelesaikan masalah.. Dan kau jimin.. Kenapa kalo kamu tau hal seperti itu kau tidak bilang kepada Jungkook.. Ada apa dengan kalian.. Akhir akhir ini kalian bertengkar kerena perempuan.. Apa kalian tidak bisa menyelesaikannya dengan bicara?.. Jin"
" aku tidak akan bilang kepada Sejin hyung tentang ini tapi aku mau kalian lebih dewasa lagi.. Jin"
Nari yang memang berada di depan ruangan make up mendengar semuanya.. Dia merasa bersalah kepada Jungkook dan Jimin..
" hyung, maafkan aku.. Harusnya aku bertanya dulu kepadamu.. Maafkan aku.. JK"
" aku mau masalah ini tidak berlarut larut lagi.. Karena kalian sudah saling memaafkan.. Dan Jungkook, aku harap kau tidak melakukan hal seperti ini lagi.. Aku tau kau marah dengan Jimin tapi Dia juga hyungmu.. Hormati Dia.. Suga"
" maafkan aku hyung.. JK"
Nari berjalan gontai.. Kenapa masalah selalu datang kepadanya.. Dia bahkan membuat Jungkook dan Jimin bertengkar karenanya..
Hatinya sangat sakit.. Seluruh tubuhnya pun sakit.. Kepalanya sakit memikirkan semua ini..
Nari berjalan ke studio walau kepalanya terasa sakit Dia harus mengambil barang yang ditinggalnya..
" Nona, anda baik baik saja?.. Tuan Do"
Belum selesai bicara Tuan Do dikejutkan Nari yang tiba tiba pingsan untuk Nari masih sempat berpegangan dan di tolong oleh staff lain.. Membuat Nari tidak terjatuh ke lantai..
" ya Tuhan, Nona.. Bantu angkat ke sofa.. Tuan Do"
" awas bahunya..
" ada apa sebenarnya? Tuan Do"
" aku melihatnya menangis tadi..
" Nari aa.. Bangun.. Nona bangun.. Tuan Do"
Setelah menyelesaikan masalahnya member bersiap untuk pulang.. Dan keluar dari ruang make up mereka..
" ada apa? Tae"
" Nona Nari pingsan..
" pingsan? Kookie, Nari pingsan..
" dimana Dia sekarang? JK"
Member yang awalnya ingin pulang berlari ke dalam studio lagi dan melihat Nari..
" Nari aa.. Bangun.. Kenapa Dia? JK"
" saya tidak tau.. Tiba tiba Dia pingsan.. Tuan Do"
" hyung bantu aku mengendongnya.. JK"
" iya.. Tae"
Taehyung dan RM membantu Nari naik di punggung Jungkook dengan hati hati karena bahu Nari sakit..
" benar tidak dibawa ke rumah sakit? Jin"
" Dia trauma dengan rumah sakit hyung.. Kita bawa k Dorm saja.. Boleh kan? JK"
" ya sudah kita bawa k Dorm.. Jin"
Sesampainya d Dorm Nari dibaringkan di tempat tidur Jungkook..
" sebenarnya apa yang hyung tau tadi saat Nari menangis..
" aku hanya dengar Ibunya meminta tolong kepadanya untuk mendonorkan sumsum tulang belakang untuk adiknya.. Jimin"
" apa? Ibunya tega melakukan itu? JK"
" memangnya kenapa? Hoseok"
" hyung tau kan ibu Nari mengusirnya.. Dan tidak menggangap Nari anaknya lagi.. Dan sekarang Dia datang ingin donor sumsum tulang belakang Nari.. Apa Dia bukan seorang Ibu?.. JK"
" ya Tuhan.. Kenapa masalah selalu datang kepadanya..
" sudah biarkan Dia istirahat.. RM"
Pukul 8 malam Nari terbangun dari tidurnya..
" ahh.. Aku dimana?
Nari mencoba bangun dan duduk.. Dia turun dari tempat tidurnya.. Tidak ada siapapun di kamar Jungkook..
Nari berjalan keluar kamar Jungkook.. Berjalan ke ruang tengah.. Tidak ada siapapun disana..
" kamu sudah bangun? Jimin"
" kemana Jungkook Oppa? Nari"
" Dia sedang membeli obat untukmu.. Badan kamu demam.. Istirahatlah.. Jimin"
" aku ingin pulang Oppa..
" sebentar tunggu Jungkook.. Nanti Dia akan mengkhawatirkanmu.. Jimin"
" Nari ingin pulang..
" oke oke.. Tapi tunggu Jungkook dulu.. Aku akan menghubunginya.. Jimin"
Sekitar 15 menit Jungkook datang dengan membawa obat untuk Nari..
" Oppa, aku ingin pulang..
" malam ini bermalamlah disini.. Badanmu demam.. JK"
" tapi Nari ingin pulang..
" sayang tolonglah.. Jangan buat ku bersedih karena kondisi kamu seperti ini.. Tetaplah disini.. JK"
" Nari hanya menyusahkan kalian disini.. Memang harusnya Nari tidak disini.. Apa Nari pembawa sial Oppa? Kenapa semua orang membenci Nari.. Nari"
" tidak.. Kamu tidak membawa sial.. Siapa yang bilang..
" Oppa bahkan bertengkar dengan Jimin Oppa.. Itu semua karena Nari.. Aku ingin pulang Oppa.. Aku tidak ingin Oppa terkena masalah karena Nari.. Nari"
" sayang dengarkan aku.. Aku tau ini berat.. Aku mau kamu istirahat dikamar.. Aku akan bantu ya?.. JK"
" angkat Dia ke kamar.. Jimin"
" tidak.. Oppa, tolonglah.. Aku ingin pergi dari sini.. Ibu pasti mencariku.. Dia akan memaksaku lagi seperti sebelumnya.. Aku mau pergi dari sini Oppa.. Aku...
" lebih baik kamu disini.. Ibu tidak akan mencarimu.. Tenanglah.. Badan kamu demam sayang.. Ayo istirahat.. JK"
" Oppa..
Nari yang memang duduk di dapur melihat pisau di meja dapur.. Dan mengambilnya..
" Nari...
" jatuhkan pisau itu sayang..
" aku lelah Oppa.. Aku sangat lelah.. Aku mau melalukan donor itu.. Bahkan aku mau mendonorkan semua organ tubuhku.. Tapi setelah aku melakukan itu apa yang aku dapat.. Dia bahkan membuangku dan datang mencariku untuk meminta aku mendonorkannya.. Apa aku boneka untuknya?
" ada apa ini?
Member yang baru datang terkejut melihat Nari sedang memegang pisau dan meletakannya ke pergelangan tangannya..
" aku tau.. Ini berat.. Sangat berat untukmu.. Tapi jangan lakukan ini.. Aku mohon.. Kamu bisa terluka.. JK"
" Nari aa.. Kita bisa bicarakan.. Bukankah kita saudara? Tapi letakkan pisau itu.. RM"
🍁🍁🍁