
Setelah menghabiskan ice cream dan bercanda bersama Jimin dan Taehyung.. sekarang Aiko tertidur di pangkuan Nari saat perjalanan menuju kantor polisi.. sepertinya Dia lelah..
" Apa Dia tidur?? Tanya Jungkook"
" Iya Oppa, apa benar kita akan mengantarkannya Oppa?? Dia gadis yang lucu.. Ucap Nari menatap wajah polos Aiko yang tidur di pangkuannya"
Tadi saat berada di Hotel pihak polisi menghubungi Nari kalo ada yang mengaku orang tua dari Aiko..
Sebenarnya Nari senang bisa bertemu dengan Aiko.. Dia gadis kecil yang lucu dan mengemaskan.. keingin taunya tinggi.. banyak hal yang di tanyakan.. seperti itu apa bagaimana bisa seperti itu sampai Nari dan Jungkook bingung harus menjawab apa
Tapi Nari tidak bisa terus bersamanya.. karena orang tua Aiko mencarinya.. Jujur saja Nari dan Jungkook tidak ingin mengantarkan Aiko tapi mereka tidak bisa seperti itu karena orang tua Aiko mencarinya..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kantor polisi..
Nari mengendong tubuh kecil itu dan berjalan masuk kedalam kantor polisi.. mereka kemudian menemui seseorang yang memang sudah menunggunya.. wanita itu menangis saat Nari datang.. Dia Mama Aiko..
Sontak Aiko yang tertidur di gendongan Nari terbangun dan ikut menangis melihat Mamanya..
" Maafkan saya.. maafkan saya.. Ucap Mama Aiko"
" Lebih hati hati lagi menjaganya.. Dia gadis yang pintar dan menurut.. jangan tinggalkan Dia lagi.. kasihan Dia mencari anda kemarin.. Ucap Nari"
" Maafkan saya.. saya terlalu terfokus dengan kabar orang tua saya kecelakaan.. sampai saya melupakan anak saya.. terimakasih sudah menjaganya.. maafkan saya.. Ucapnya"
" Sudahlah nyonya.. bukankah anda tidak sengaja melakukannya.. lebih jaga Dia.. Aiko bukan anak nakal kan??? Tanya Jungkook kepada Aiko yang sedang duduk di samping Nari"
" Hmmm.. Aiko tidak nakal Ayah.. Ucapnya"
" Berjanjilah kalo Aiko tidak nakal dan menurut kepada Mama.. janji?? Tanya Jungkook sambil menunjukkan kelingkingnya kepada Aiko.. pingky swear"
" Janji.. apa Ayah dan Ibu tidak ikut bersama Aiko dan Mama?? Tanyanya"
" Tidak sayang.. Aiko harus ikut Mama ya.. Ucap Nari"
" Tapi.....
" Bukankah Aiko sudah berjanji.. apa Aiko akan mengingkarinya??? Tanya Jungkook"
" Tidak.. Ucapnya"
Mama Aiko memang tidak sengaja meninggalkan Aiko.. Dia mendapatkan kabar duka dari orang tuanya dan waktu itu Aiko sedang asyik bermain dan Mama Aiko meninggalkannya begitu saja..
Entahlah.. tapi itu yang Mama Aiko katakan.. semoga Aiko tidak di tinggalkan lagi oleh Mamanya..
Jungkook dan Nari hanya ingin membantu tidak mau mencampuri urusan keluarganya tapi Nari meminta tolong kepada pihak polisi untuk sedikit memberi teguran untuk orang tua Aiko.. agar mereka bisa menjaga Aiko dengan baik lagi.. gadis kecil itu memang terlihat ceria.. Dia juga bukan anak yang nakal seperti yang dikatakan.. Dia baik dan lucu.. sayang kalo orang tuanya menyiapkannya..
.
.
.
.
.
๐น
Sesampainya dari kantor polisi, mereka duduk di depan ruang TV dengan Nari yang berada di pelukan Jungkook..
Mereka mengingat apa yang mereka lakukan pagi tadi bersama Aiko..
" Oppa...
" Iya sayang...
" Bisakah Nari memiliki seorang anak, dengan kondisi Nari yang seperti ini??? Tanya Nari"
" Semoga saja.. Ucap Nari yang sedikit tidak yakin dengan jawabannya"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
๐น
Korea..
Urusan pernikahan mereka sudah hampir selesai.. untuk persiapan di Hotel yang mereka sewa, mereka juga sudah cek ulang.. memang bukan acara yang besar karena Jungkook dan Nari menutupi pernikahan mereka dari media..
Hanya teman dekat yang mereka undang dan keluarga pastinya..
Nari sendiri tidak mau melakukan pernikahan yang mewah hanya pernikahan sederhana dengan di saksikan keluarga dan teman dekatnya..
Seperti keinginannya Dia ingin menikah di pinggir pantai sambil melihat pemandangan matahari terbenam hanya itu.. Jungkook masih harus menyelesaikan kontraknya dengan BigHit.. walau keputusan Jungkook ingin mundur tapi para member melarangnya karena mereka tetap akan menjadi BTS walau status mereka sudah memiliki pasangan.. perlahan Jungkook akan memberi tahukan media tentang pernikahan mereka tapi perlahan lahan.. biarkan waktu yang menjawabnya nanti..
Jungkook berfikir biarkan takdir yang menentukan karirnya..
Walau keputusan yang diambilnya sangat berat tapi Nari juga penting untuknya..
Dua hal yang sama sama penting untuknya.. karir dan cinta..
Tapi untuk sekarang Cinta yang paling penting untuk Jungkook..
Dan Jungkook yakin para Army akan menerima keputusannya.. semoga saja..
" Sayang, apa keperluan pernikahan kalian sudah selesai??? Tanya Ibu Jungkook"
" Hampir selesai Bu.. maaf ya Bu, Nari ingin melakukan resepsi pernikahan di Jepang.. Ucap Nari"
" Tidak apapa sayang.. kita ingin pernikahan yang bermakna dan bisa menjadi kenangan terindah.. benarkan sayang??? Ucap Ibu Jungkook"
" Iya Bu..
" Ingat kamu sekarang lebih jaga kondisi kamu.. bukankah melakukan terapi itu sangat melelahkan tapi kamu harus terus bersabar ya sayang.. Ucap Ibu Jungkook"
" Pasti Bu.. Oppa pasti akan memarahiku kalo aku tidak menurutinya.. Ucap Nari"
" Karena Dia sayang kepadamu nak.. Ibu jadi tidak sabar kalian segera menikah dan memiliki seorang bayi yang lucu.. Ucap Ibu Jungkook"
Nari terdiam ketika Ibu Jungkook membicarakan tentang hal itu..
Itu yang di takutkan oleh Nari, Dia takut tidak bisa memberikan keturunan untuk Jungkook..
apalagi menurut dokter penderita gagal ginjal akan sulit untuk hamil..
Tapi semua itu di lihat dari kondisi tubuh masing-masing penderita gagal ginjal..
perempuan yang telah menjadi pasien cuci darah tetap bisa hamil dan diperbolehkan.
Tapi menurutnya, kehamilan itu berisiko tinggi. Data menunjukkan, 20% mengalami keguguran. Sekitar 80% kehamilan bertahan 32 minggu dan bayi prematur.
Data lainnya, sekitar 8-15% kematian dalam kandungan, neonatal, dan perinatal ditemukan pada kehamilan pasien cuci darah.. itu menurut dokter..
tapi kalo Tuhan sudah berkehendak apa yang tidak mungkin akan menjadi mungkin.. kembali lagi kepada manusianya yang merencanakan Tuhan yang menentukan..
๐
maaf ya kalo ceritanya membosankan ๐ tolong maklumi..
mohon maaf๐
by: nyemoetdz ๐
02/02/2020