The Truth Untold

The Truth Untold
Chapter 33



Mereka harus menyelesaikan pemotretan satu hari ini.. Karena beberapa hari kedepan member akan pergi ke Shinzuoka, Jepang..


Yang tadinya Jungkook marah karena Nari bekerja sekarang ganti Nari yang sebel dengan Jungkook sudah mengerjainya waktu makan siang..


" sudah habiskan.. JK"


" lihat saja Nari akan balas.. Bagaimana Nari menghabiskannya.. Nari"


" Oppa saja makan sedikit.. Ini itu porsi Oppa.. Tukarkan piringnya dengan milik Oppa..


" makan Nari.. JK"


" sudah makanlah.. Biar kamu tidak terlihat sangat kurus.. Tae"


" maksud Oppa apa? Nari"


Nari menatap Taehyung dengan tajam..


" ahh tidak tidak.. Tae"


" sudah makanlah Nari aa.. Itu tidak ada apapanya.. kalo untuk porsi ku.. Jin"


" kalo begitu ini buat Oppa saja.. Aku bahkan belum memakannya.. Melihatnya saja sudah membuatku kenyang.. Nari"


" Im Nari..... JK"


" ah Oppa.. Nari"


Semua tertawa melihat tingkah Nari.. Jarang Dia bersikap seperti itu..


" Nona maaf menggangu.. Bisa minta tolong.. Staf"


" ohh iya..


" bisa tidak nanti saja.. Nona Nari sedang makan siang.. Dia akan membantumu setelah makan siang.. Bukankah disini ada banyak orang yang akan membantumu.. JK"


" ohh maafkan saya..


" setelah makan aku akan membantumu.. Kembalilah dulu.. Nari"


" aku merasa jadi tawanan disini.. Nari"


" sini piringmu.. Kita makan bersama.. JK"


Nari kemudian tersenyum.. Semenggemaskan apa Nari di depan Jungkook.. Tapi Dia akan tegas kalo berurusan dengan pekerjaan..


Setelah makan Nari melanjutkan kegiatannya.. Pemotretan dilakukan sampai malam..


" apa bahumu tidak pernah sakit lagi? Jimin"


" sesekali sakit.. Tapi tidak apapa.. Kenapa Oppa? Nari"


" ahh tidak apapa.. Hanya tanya saja.. Jimin"


" Oppa, aku akan pulang bersama yang lain.. Jadi berhagi hatilah..


" kamu tidak pulang bersamaku? JK"


" tidak.. Aku harus meeting sebentar dengan tim sebelum pulang.. Nari"


" aku akan tunggu.. JK"


" Oppa.....


" oke oke aku akan pulang.. Kamu berhati hatilah.. JK"


Nari bersiap untuk pulang saat ponselnya berbunyi..


" ada apa?


Terlihat seorng staf yang tergesah gesah untuk pulang..


" Nona, bukankah mobil anda kosong?


" iya.. Memang ada apa? Nari"


" bisakah anda menyusul member.. karena mobil mereka mengalami kecelakaan..


" apa? Terus bagaimana kondisi member.. Nari"


" saya belum mengetahui lebih jelasnya.. Tapi kalo bisa anda menjemput mereka.. Karena tidak mungkin kalo mereka menunggu mobil jemputan..


" ohh ya.. Apa kamu juga akan membawa mobil sendiri? Nari"


" iya Nona..


Nari melajukan mobilnya.. Dia syok.. Nari berharap tidak terjadi apapa dengan Jungkook..


Sesampainya lokasi.. Terlihat mobil Van yang member naiki masih berada di tengah jalan.. Nari memarkirkan mobilnya..


" kemana mereka sunbae? Nari"


" mereka sedang di sana?


" apa mereka baik baik saja? Nari"


" iya.. Hanya syok saja..


Nari menghampiri Jungkook yang sedang duduk sambil mengerakkan pergelangan tangannya yang sepertinya sakit..


" Oppa..


" kamu disini? JK"


" apa Oppa baik baik saja? Nari"


" kenapa kamu menangis.. Aku baik baik saja tenanglah..


" lihat..


Nari sedikit menekan tangan Jungkook..


" ini tidak baik baik saja.. Apa yang lain terluka? Kita ke rumah sakit.. Masuk ke mobil Nari.. Sebagian masuk ke mobil ke 2.. Nari"


Jujur saja Nari sedang tidak baik saja sekarang.. Dia panik.. sebenarnya member tidak terluka parah.. Hanya mengalami benturan saja..


" sayang, biar aku yang bawa mobil.. JK"


" sudah masuklah Oppa.. Nari bisa membawanya.. Pergelangan tangan Oppa terkilir.. Nari"


" biar aku yang membawanya.. Sejin"


" apa sunbae baik baik saja? Nari"


" iya.. Aku dimobil yang berbeda.. Masuklah..


" bisa kita kerumah sakit dulu sunbae.. Sepertinya tangan Jungkook Oppa terkilir.. Nari"


Terjadi pecah ban yang membuat mobil Van para member terguling..


Mereka mengalami beberapa luka lecet saja.. Untung mereka menggunakan safetybell..


Jungkook mendapatkan perawatan.. Tngan kirinya terkilir dan harus dibalut dengan perban..


" apa terasa sakit? Nari"


" tidak..


" untung Oppa tidak kenapa kenapa.. Aku takut sekali.. Nari"


" aku baik baik saja.. Lihatlah tangan mu sedingin ini.. Bagaimana yang lain.. JK"


" mereka sedang di obati.. Tapi tidak apapa.. Mereka akan baik baik saja.. Nari"


Setelah diperbolehkan pulang Nari mengantarkan Jungkook ke Dorm..


"istirahatlah.. Nari"


Berita kecelakaan BTS tersebar.. Para fans khawatir dengan kondisi mereka.. Member diberi waktu untuk istirahat beberapa hari.. Dan konser di Jepang diundur karena kejadian ini..


Hari ini Nari menemani Jungkook melakukan tes kesehatan.. Dengan penyamaran Jungkook menunggu giliran masuk kedalam ruang pemeriksaan.. Member lain sudah melakukannya tadi.. Jungkook sengaja menunggu Nari selesai kerja untuk memeriksakan tubuhnya..


Jungkook tak lepas dari menggengam tangan Nari.. Dengan tangan kanannya dan memasukkan kedalam saku jaketnya..


" apa sakit?


" tidak.. JK"


Perawat memanggil giliran Jungkook.. Sengaja tinggal Jungkook.. Karena Dia adalah pasien terakhir..


Setelah masuk Jungkook mulai melakukan tes kesehatan menyeluruh.. Sambil menunggu hasilnya.. Jungkook dan Nari menunggun di depan ruang dokter.. Tidak ada orang disini.. Karena memang sudah sepi..


" sayang..


" iya.. Nari"


" Ibu akan datang besok.. Apa ibu memberimu kabar?


" iya tadi Ibu menghubungi sebelum kesini.. Nari"


" hay kak..


Ada seorang anak laki laki menghampiri Jungkook dan Nari yang sedang duduk disana..


" hay manis.. Ada apa? Nari"


" ada apa dengan tangan kakak?


" ini??.. Tangan kakak terkilir.. Kenapa kamu disini.. Apa kamu mencari seseorang? JK"


" aku hanya merasa bosan.. Apa aku mengganggu kakak?


" tidak..


" apa kamu pasien disini? Nari"


" iya..


" berapa usiamu? Nari"


" 6 tahun..


" apa orang tuamu tidak mencari? JK"


" ibu sedang pulang.. Dan aku sedang menunggunya..


" apa kalian berpacaran?


" hmmm Dia pacar hyung.. Apa cantik?? JK"


" iya.. Dia memiliki lesung pipi sepertiku.. Lihatlah..


" wahh benar juga.. Kau mengemaskan sekali.. Nari"


" kata Ibu, aku seperti Noona.. Memiliki lesung pipi di sebelah kiri..


" Noona? Kau memiliki Noona? JK"


" iya aku memilikinya.. Dan Dia cantik seperti Noona ini..


Nari terdiam.. Mengingat sesuatu.. Dia merasa pernah bertemu dengan anak ini tapi dimana..


" ohh pasti Dia kalah cantik dengan pacar hyung.. Benarkan?


" tidak Noona ku paling cantik..


Tak lama seorang perawat memanggil untuk membacakan hasil lab Jungkook..


" kita masuk dulu ya.. Kembalilah ke kamarmu.. Nanti Ibumu mencari.. JK"


" iya.. Bye hyung.. Bye Noona..


Setelah membacakan hasil Lab dan hasilnya bagus.. Tidak ada masalah apapa hanya pergelangan yang terkilir saja.. Nari dan Jungkook berjalan pulang.. Mereka sudah di tunggun supir di lobi rumah sakit..


" ada apa? Kenapa kamu banyak diam? JK"


" ahh tidak Oppa.. Hanya saja aku ingat siapa anak laki laki itu.. Nari"


" memangnya siapa?


" Dia anak Ibu.. Aku melihatnya di Mall waktu itu.. Nari"


" apa kamu tidak salah lihat.. JK"


" aku rasa tidak.. Nari"


Keesokan harinya Nari sedang mengecek foto yang diambilnya beberapa hari lalu.. Sejenak Nari mengingat anak laki laki yang menemuinya kemarin saat dirumah sakit..


Nari berfikir apa Ibunya menceritakan tentang Nari kepada anak itu.. Tapi untuk apa? Bukankah Nari dibuang oleh Ibunya.. Bahkan Dia meminta Nari untuk menyumbngkan tulang sumsum Nari..


Setidaknya Nari menjauh seperti yang Ibunya mau.. Dia tidak ingin mengganggu kehidupan Ibunya yang terlihat bahagia..


Tapi Nari juga seorang anak.. Dia membutuhkan sosok Ibu.. Membutuhkan kasih sayang dari Ibunya..


Mungkin dulu Ibunya sangat keras kepadanya.. Ibunya memiliki alasan.. Yakini marah dengan Ayah Nari yang meninggalkannya.. Tapi bagaimanapun alasannya.. Seharusnya Nari tidak mendapat perlakuan seperti itu oleh Ibunya..


Nari bahkan ingat dulu Ibunya akan memarahinya saat Nari tidak bekerja.. Dia bekerja sambil sekolah.. Belum lagi saat Ibunya mabuk dengan laki laki lain, Nari akan menjadi bulan bulanan kemarahan ibunya.. Saat itu dipikiran Ibunya hanya uang uang dan uang..


Ibunya rela mendonorkan ginjalnya juga untuk uang.. Dan tega mengusir Nari..


Nari menetesk air mata mengingat semua kejadian itu.. Selalu Nari berfikir apa Ibunya memaafkannya kalo Dia ingin bersama Ibunya.. Tapi ada rasa takut dalam dirinya.. Dia takut ditolak.. Di buang.. Bahkan disakiti lagi oleh Ibunya..


Luka lamanya belum juga hilang..


Nari menghela nafasnya.. Mencoba melupakan apa yang terus terniang dipikirannya.. Mencoba fokus dengan apa yang dilakukan sekarang.. Semua pasti akan ada waktunya..


" fokus Nari fokus.. Nari"


Sepulang kerja, Nari segera menemui Ibu Jungkook yang menunggunya di sebuah restoran dekat kantor BigHit..


" Ibu.. Nari"


Nari memeluk Ibu Jungkook erat.. Menangis dalam pelukannya.. Entah kenapa rasanya hanya ingin menangis dipelukan seorang Ibu sekarang.. Nari menangis dipelukan Ibu Jungkook..


Jungkook dan Ayahnya terlihat binggung dengan Nari yang datang datang menangis setelah memeluk Ibu JK..


" apa kamu baik baik saja sayang? Ibu JK"


" hmmm.. Nari merindukan Ibu.. Nari"


" oh.. Sudah sudah.. Apa kamu akan menangis seperti ini.. Beri salam pada Ayah dulu.. Ibu JK"


" Ayah.. Maafkan aku.. Nari"


" kenapa kamu tiba tiba datang dan menangis?? Kamu membuat kita syok.. Kamu benar benar ya.... JK"


" memangnya aku tidak boleh merindukan Ibu? Ibu, Oppa selalu saja begitu.. Dia jahil kepadaku.. Dia bahkan membentakku.. Nari"


" sekarang kamu malah mengadukanku.. JK"


" sudah sudah.. Apa kabarmu nak? Ayah JK"


" baik yah.. Sangat baik.. Nari"


" syukurlah.. Bukankah kamu berjanji akan bermain kerumah di Busan.. Ayah JK"


" iya.. Nari belum sempat kesana.. Maafkan Nari.. Nari"


" tidak apapa nak.. Nanti saat Jungkook ada libur ikutlah bersamanya.. Ayah JK"


" iya yah.. Nari"


" Ibu akan mengambilkanmu makan ya.. Kamu mau yang mana sayang? Ibu JK"


Mereka menghabiskan waktu makan malam mereka berempat.. Sempat merasa sedih setelah menangis di pelukan Ibu JK, Nari merasa lega.. Dia bersyukur mengenal keluarga JK.. Karena mereka yang membuat Nari merasa tidak kesepian lagi..


🍁🍁🍁