The Truth Untold

The Truth Untold
Chapter 248



Di usia Youra yang sudah 4 tahun lebih 2 minggu, Youra sudah memulai kelas Preschool nya beberapa hari lalu.


Hari pertama masuk kelas Preschool, Youra sempat menangis karena takut tapi setelah guru membujuknya Dia kemudian mau masuk dan tidak menangis lagi.


Di hari selanjutnya Youra juga sudah tidak takut karena sudah memiliki teman.


Youra bahkan menceritakan kegiatannya di sekolah.


" Oh tinggi Youra sudah 100cm, Youra sudah besar sekarang," Ucap Nari.


" Yeee, Yola tinggi ya Ibu," Ucapnya.


" Hmmm Youra tinggi seperti Ayah," Ucap Nari.


" Selamat pagi sayang," Sapa Jungkook.


" Ayah, Ayah... Yola sudah tinggi, Yola akan seperti Ayah," Ucapnya.


" Memangnya berapa tinggi Youra?," Tanya Jungkook.


" 100.. ya kan Ibu?,"


" Iya sayang," Ucap Nari.


" Ibu nanti akan buatkan Cake kesukaan Youra, bagaimana?," Tanya Nari.


" Iya Ibu, Yola mau. yang banyak sekali stroberinya ya," Ucapnya.


" Ayah tidak lupa janji Ayah kan?," Tanya Youra.


" Janji?,"


" Hmmm janji, kalo Ayah bohong, hidung Ayah akan panjang," Ucap Youra.


" Ayah lupa, memangnya apa sayang," Tanya Jungkook.


" Ayah beljanji membelikan adik bayi untuk Yola," Ucap Youra.


" Maksud Youra Kitty?," Ucap Jungkook.


" Iya tapi Youra ingin adik bayi, Ayah," Ucapnya.


" Ayah tidak menjanjikan hal itu nak. Ayah berjanji untuk memberikan Youra Kitty,"


" Kata Diddy, halus minta adik bayi kepada Ayah karena adik bayi tidak di jual," Ucapnya.


Pembahasan itu lagi, Youra terus meminta adik bayi untuknya. Jungkook di buatnya pusing karena hal itu.


" Kalo begitu Youra tidak jadi punya Kitty," Ucap Nari mengalihkan pembicaraan.


" Yola tetap ingin Kitty, Ibu." Ucapnya.


" Kalo begitu nanti Ayah akan belikan Kitty saja ya," Ucap Jungkook.


Terlihat Youra sedang berfikir, Nari kemudian membisikkan sesuatu kepada Youra.


Dan tak lama Youra menatap Jungkook dan memeluknya.


" Ayah, tidak boleh belsedih. Yola tidak akan memintanya lagi," Ucapnya, Jungkook masih bingung dengan yang dikatakan oleh Youra.


" Nah, sekarang Youra mau berangkat dengan Ayah kan. segera selesaikan makan nya dan berangkat bersama Ayah," Ucap Nari.


" Siap Ibu,"


Jungkook menatap Nari dan di balas senyuman oleh Nari. Jungkook masih bingung apa yang dikatakan Nari sampai Youra menurut kepadanya.


" Apa yang kamu katakan," Ucap Jungkook.


" Ayah, akan sedih kalo Youra terus menanyakan itu.. bukankah Youra sayang Ayah. begitu saja Nari bicara kepadanya," Ucap Nari.


" Maafkan aku,"


" Sudahlah Oppa tidak apapa," Ucap Nari.


" Ayah ayo cepat," Ucap Youra yang sedang berjalan di depan mereka.



Youra berjalan mendahului Jungkook dan Nari, dengan tas yang berada di punggung dan tangannya, Dia selalu bersemangat untuk berangkat ke sekolah.


.


.


.


.


.


.


.


🏵


" ada apa?? Kenapa kamu melamun Jungkook aa?," Tanya Sejin.


" ah tidak hyung,"


" Hyung, aku minta tolong jangan ajarkan Youra yang tidak tidak," Ucap Jungkook saat melihat Taehyung yang baru bergabung dengan mereka.


" Memangnya apa yang aku lakukan," Ucap Taehyung.


" Jangan ingatkan Dia tentang adik bayi," Ucap Jungkook.


" Aku tidak bicara tentang itu," Ucap Taehyung.


" Jujur rasanya sakit saat mendengarnya meminta hal seperti itu. aku hanya tidak ingin sesuatu terjadi saat Nari hamil lagi," Ucapnya.


" Benar aku tidak mengatakan apapun tentang hal seperti itu," Ucap Taehyung.


" Iya, aku minta tolong kepada kalian untuk tidak membahasnya karena aku melarang Nari untuk hamil lagi," Ucap Jungkook.


" Maafkan aku, lancang bicara seperti ini," Ucap Jungkook.


" Sudahlah tidak apapa. kita memang tidak tau kalo kamu melarang Nari untuk hamil lagi," Ucap Suga.


" Aku hanya tidak mau Nari mengambil resiko besar lagi. pikiranku terus memikirkan hal itu. aku tidak bisa fokus karena permintaan Youra tentang adik bayi itu," Ucap Jungkook.


" Tenanglah, anak kecil mudah lupa kepada keinginannya saat Dia memiliki keinginan baru," Ucap Sejin.


" Iya hyung tapi tetap aku merasa bersalah kepada Nari dan Youra. ahh entahlah," Ucap Jungkook.


" Sudahlah jangan dipikirkan. semua pasti akan baik baik saja. bukankah Youra anak yang penurut, belikan saja Dia Kitty pasti Dia akan senang," Ucap Taehyung.


" Kitty?," Tanya Sejin.


" Hemmm.. Dia bilang anak kucing dengan sebutan Kitty," Ucap Jungkook.


" Biar Bao kembali kepadaku," Ucap Taehyung.


" Coba saja Hyung minta Bao kepadanya. pasti Dia akan memusuhi Hyung," Ucap Jungkook.


" Itu anjingku.....," Ucap Taehyung.


" Siapa suruh Hyung memberikannya kepada Youra. lihatlah Dia akan menangis kalo Hyung mengambilnya," Ucap Jungkook.


" Ya, aku menyesal untuk itu tapi kalo saja itu bukan putrimu sudah aku culik dan membawanya pulang karena Dia manis sekali," Ucap Taehyung.


" Jimin aa, kenapa kamu banyak diam? Apa kamu sakit," Tanya Jin.


" Ah tidak Hyung. bisa kita mulai latihannya?," Ucap Jimin.


Jungkook memang tidak bicara dengan Jimin beberapa hari ini, bukan karena marah tapi entahlah.. Jungkook juga tidak mengerti kenapa dia merasa ingin menjaga jarak dengan Jimin.


.


.


.


🏵


Setelah latihan selesai, Jungkook segera menjemput Youra. Dia berjanji untuk menjemputnya dan Jungkook telat beberapa menit untuk menjemput Youra..


" Ayah...," Ucap Youra, Dia berlari ke arah Jungkook.


" Sayang kamu disini," Ucap Jungkook yang melihat Nari yang sedang berdiri bersama Youra.


" Aku tau Oppa pasti akan terlambat menjemputnya," Ucap Nari.


" Ayah terlambat, untung Ibu menjemput," Ucapnya.


" Maafkan Ayah, sayang," Ucap Jungkook.


" Ibu, kita halus menghukum Ayah karena sudah telat menjemput Youra," Ucap Youra.


" Memangnya apa hukumnya," Ucap Jungkook.


" Gendong Yola di pundak Ayah," Ucapnya girang.


" Ohh baiklah," Ucap Jungkook sambil mengangkat tubuh Youra.


Youra ada di pundak sang Ayah dan menceritakan kegiatannya hari ini, Youra bercerita banyak hal. Nari merasa bahagia melihat senyuk ke 2 orang yang berharga untuk hidupnya, mereka kehidupan Nari sekarang.


💜



by: nyemoetdz


26/07/220