
Nari sedang menemani Jimin di ruang rawatnya. Jimin masih terus menggenggam tangan Nari sejak tadi.
" Ayah, kenapa Diddi memegang tangan Ibu telus?," Ucap Youra.
" Diddi sedang sakit sayang. Ibu membantu untuk menyembuhkan nya." Ucap Jungkook.
" Yola ingin Ibu, Ayah." Ucap Youra.
" Youra, bersama Ayah dulu ya nak." Ucap Jungkook.
" Tapi Yola ingin Ibu.."
Youra berjalan ke arah Nari, dan duduk di pangkuannya.
" Apa Oppa mengenalnya?," Tanya Nari kepada Jimin.
" Siapa Dia?,"
" Ini anak Nari, Youra.." Ucap Nari.
" Anak?,"
" Iya, ini Jeon Youra.."
" Apa sakit Diddi?," Tanya Youra.
" Diddi? Jeon? Kamu sudah menikah?," Tanya Jimin.
" Nari aa.."
" Maaf Mama, Nari tidak bisa menutupinya.." ucap Nari.
" Iya, Nari sudah menikah Oppa dan ini anak Jungkook Oppa. apa Oppa tidak mengingatnya?," Ucap Nari.
" Kau membohongi ku, tidak mungkin.." Ucap Jimin.
" Maafkan aku Oppa.."
Jimin melepaskan tangan Nari, tiba tiba Jimin merasa sesak nafas dan kesakitan.
Segara Nari menekan tombol darurat dan tak lama dokter kemudian datang dan memeriksa kondisi Jimin.
" Maafkan Nari, Ma.." Ucap Nari.
Dokter melarang Jimin mendapat tekanan untuk sekarang, itu yang membuat Jimin merasa kesakitan.
" Tapi Nari tidak bisa harus berbuat seperti itu, maafkan Nari." Ucap Nari.
Mama Jimin meminta Nari untuk bersikap seperti apa yang di ingat Jimin, tapi Nari tidak mau karena itu akan melukai Jungkook. apalagi mereka sudah memiliki Youra, Nari tidak mau harus berbohong.
" Tolonglah nak." Ucap Mama Jimin.
" Tidak Ma, maafkan Nari. Jimin Oppa bahkan tidak mengenali Youra, bagaimana aku harus bersikap menjadi dekat dengan Oppa. maaf Ma, Nari tidak bisa." Ucap Nari.
" Nari akan bantu untuk membuat Jimin Oppa mengingat semuanya lagi tapi Nari tidak bisa harus melukai hati suami dan anak Nari sendiri. maafkan Nari, Ma..." Ucap Nari.
" Mama yang harusnya minta maaf nak. Mama selalu saja membuat mu susah, maafkan Mama.." Ucapnya.
" Tidak Ma. Nari yakin ingatan Oppa pasti pulih. Mama harus tetap kuat untuk Oppa." Ucap Nari.
" Iya nak."
.
.
.
.
.
.
.
🌹
Apartemen Jungkook..
Jungkook dan Nari baru sampai apartemen mereka, Jungkook membantu Youra untuk tidur di kamarnya sendiri. setelahnya Jungkook berjalan ke kamar dan melihat Nari yang sedang duduk di meja riasnya.
" Oppa, apa yang Nari lakukan benar kan?," Tanya Nari.
Nari masih memikirkan apa yang dilakukannya, apa yang dilakukan hal benar? Nari masih memikirkan itu sejak di rumah sakit.
Jungkook memeluk tubuh Nari dan mencium kening Nari kemudian kembali memeluknya.
Jungkook duduk di depan Nari sambil memegang tangan Nari, menatap wajah Nari.
" Tenanglah, semua akan baik baik saja." Ucap Jungkook, Dia meyakinkan Nari kalo apa yang dilakukannya benar.
" Jimin Oppa pasti sembuh kan?," Ucap Nari.
" Pasti.." Ucap Jungkook, Dia kembali memeluk Nari dan mengecup bibir Nari pelan.
Di lain sisi Nari ingin Jimin sembuh di sisi lain Nari tidak ingin menyakiti hati Jungkook.
.
.
.
.
.
.
.
💜
Jimin sudah diperbolehkan pulang setelah beberapa hari di rumah sakit. Dia sudah lebih baik, walau sejak kejadian itu Jimin banyak diam apalagi kepada Jungkook.
Tapi Jungkook tetap tidak ingin memikirkan hal itu, Jungkook berfikir Jimin sedang tidak baik baik saja sekarang jadi Dia harus lebih mengerti hal itu.
" Oppa memerlukan sesuatu?," Tanya Nari, Dia datang bersama Jungkook dan Youra ke rumah Jimin.
" Tinggalkan aku, aku ingin sendiri.." Ucap Jimin.
" Nari akan tinggalkan setelah Oppa mau makan ini." Ucap Nari.
" Aku tidak mau, pergilah.." Ucap Jimin.
" Aku akan tetap disini sampai Oppa memakannya.." Ucap Nari.
Nari meletakan nampan makan untuk Jimin di samping tempat tidur Jimin dan duduk di meja kerja yang tak jauh dari tempat tidur Jimin.
Melihat ada sebuah buku di sana dan membuka nya.
Nari duduk dan mulai melihat isinya, saat mengambil dan akan membaca Nari menjatuhkan sesuatu dari buku itu.
Sebuah foto tapi itu foto Nari, Jungkook dan Youra.
" Oppa,"
" Hmmm.."
" Apa Oppa ingat foto ini di ambil beberapa waktu lalu saat di tempat konser BTS." Ucap Nari sambil menunjukkan foto yang di pegangnya kepada Jimin.
" Apa Oppa mengingatnya?," Tanya Nari.
" Tidak." Ucap Jimin.
" Ibu.. Ibu..." Ucap Youra yang masuk ke kamar Jimin.
" Iya sayang, ada apa? Bukankah Youra sedang bermain dengan grandpa." Ucap Nari.
" Glendpa culang. glendpa makan pelmen milik Yola." Ucapnya.
" Diddy tidak makan?," Tanya Youra, Jimin menatapnya.
" Mau Yola menyuapi Diddy? Diddy tidak boleh sakit, nanti Yola sedih kalo Diddy sakit.." Ucapnya.
" Apa Diddy tidak sayang Yola lagi?," Tanyanya.
" Kenapa bicara seperti itu sayang, tidak boleh seperti itu. kan Diddy sedang sakit." Ucap Nari sambil berbisik.
" Mata nya seperti milikmu, walau Dia mirip sekali dengan Jungkook." Ucap Jimin tiba tiba.
" Iya Oppa.."
" Diddy mau makan? Yola mau menyuapi Diddy." Ucapnya.
" Tidak.."
" Kenapa? Apa Diddy tidak suka masakan Ibu? masakan Ibu enak sekali. Diddy halus makan.." Ucapnya.
" Ayo Diddy." Ucap Youra.
" Sudah makanlah Oppa, nanti Dia akan bersedih kalo Oppa tidak mau makan." Ucap Nari.
" Yola akan di sini sampai Diddy mau makan." Ucapnya.
" Oke oke. kalian berisik sekali, kalian itu sama saja." Ucap Jimin.
Jimin mulai memakan makanannya yang di bawakan Nari, sesekali Youra akan menyuapi nya.
💜
by: nyemoetdz
04/10/2020