The Truth Untold

The Truth Untold
Chapter 270



Youra sedang di sebuah taman bersama Nari dan Jungkook.


Pelindung kepala sudah, pelindung lutut dan tumitnya juga sudah.


Youra mulai mengayuh sepeda nya yang sedang berolahraga bersama orang tua.


" Ayah, Yola mau bisa sepelti itu. tidak mau pakai sepeda ini lagi." Ucapnya.


" Yola mau Ayah melepas loda(roda)kecil itu. masa sudah besal pakai loda." Protesnya.


" Apa Youra yakin bisa? Nanti kalo jatuh dan terluka bagaimana?," Ucap Nari.


" Yola, mau belajal Ibu, Ayah." Ucapnya.


" Oke oke, kita lepas roda kecilnya tapi kalo nanti jatuh bagaimana?," Tanya Jungkook.


" Yola sudah pakai hem ini dan ini, kaki dan lutut Yola juga ada hel nya." Ucapnya.


" Helm sayang." Ucap Nari.


" Iya itu." Ucapnya.


Jungkook kemudian mencoba melepaskan roda tambahan di sepeda nya.


Youra menaikinya dan Jungkook memegangi dari belakang.


" Pelan pelan saja." Ucap Jungkook.


" Ayah jangan pegang." Ucapnya.


" Kalo tidak di pegang kamu akan jatuh sayang." Ucap Nari.


" Kayuh pelan pelan. rem pelan saat mau berhenti, coba kayuh sepedanya." Ucap Jungkook.


Youra mulai menjalankan sepeda nya pelan, walau takut tapi rasa ingin bisa nya mematahakan rasa takut dalam diri nya. Jungkook masih memeganginya saat akan terjatuh Dia langsung memegangnya agar Youra tidak sampai jatuh.


" Ayah lepas ya. pelan pelan saja." Ucap Jungkook.


Jungkook mulai melepaskan pegangan nya pada sepeda Youra. Youra kemudian mengayuh sepeda nya pelan.


Tapi saat baru beberapa meter kaki Youra tidak bisa mengatur keseimbangan nya dan terjatuh.


Sontak Jungkook dan Nari berlari ke arahnya.


Dia tidak menangis, Dia malah tersenyum kepada Jungkook dan Nari.


" Lihatlah tangan nya berdarah kan? Ibu bersihkan dulu." Ucap Nari.


" Yola tidak menangis. tidak sakit." Ucapnya.


" Pintar, sudah besar tidak boleh menangis." Ucap Jungkook.


" Ya sudah kita pulang kalo begitu ya." Ucap Nari.


" Tidak mau. Yola masih mau belsepeda. Yola mau coba lagi Ayah." Ucapnya.


" Kamu yakin?,"


" Iya.."


Youra bangun dan menaiki sepeda nya, Jungkook tetap memeganginya dari belakang, kemudian Youra mulai mengayuh sepeda nya.


Sekali dua kali Youra masih belum bisa menyeimbangkan tubuhnya tapi dia tetap ingin bisa dan terus mencoba nya.


saat Jungkook mulai melepaskan lagi tangannya dari sepeda Youra, perlahan Youra mengayuh sepeda nya pelan. Dia sudah mulai bisa menyeimbangkan tubuh nya dan Jungkook benar benar melepaskan genggaman nya.


" Ayah, sudah lepaskan tangan Ayah." Ucapnya.


" Coba putar kesini lagi." Ucap Jungkook.


" Wahh Yola bisa. Yola bisa.." Ucapnya saat melihat Jungkook di depan nya sudah tidak memegang sepeda Youra lagi.


" Ibu, Yola bisa. Yola bisa." Ucap Youra.


Nari tersenyum melihat kegigihan Youra untuk belajar sepeda, walau Dia terjatuh tapi Youra tetap mau mencoba nya lagi.


Nari juga merekam kegiatan Youra dan Jungkook saat mengajari Youra bersepeda.


" Iya sayang, tapi tetap hati hati." Ucap Nari.



Setelah acara bersepeda di taman tadi sekarang Youra sedang menangis karena merasakan tangannya yang perih, tadi saja Dia bilang baik baik saja tapi nyatanya Dia menangis sekarang.


" Ibu akan tiup ya? biar tidak perih.." Ucap Nari sambil meniup luka Youra, walau hanya luka kecil tapi ya begitulah Youra.


" Ini beldalah dalah Ibu, pelih.." Ucapnya.


" Tadi bilang tidak sakit, sekarang menangis." Ucap Jungkook yang baru keluar dari kamar mandi.


" Tadi memang tidak terasa sakit tapi sekalang sakit." Ucapnya.


" Kalo tangan nya sakit, tidak jadi ke rumah Diddy Jin kalo begitu." Ucap Nari.


" Iya juga, tidak jadi melihat adik bayi. ya sudah Ayah tidur saja." Ucap Jungkook.


" Tidak, Yola mau ke lumah Diddy,"


" Tapi kalo masih menangis ya tidak jadi." Ucap Jungkook.


Youra mulai menghentikan tangis nya dan mengusap air matanya.


" Yola tidak menangis lagi. Yola mau ke lumah Diddy. Aiko Unnie akan menunggu Yola nanti." Ucap Youra. sambil mengusap air mata nya.


" Benar benar seperti Oppa." Ucap Nari.


" Dia anakku sayang." Ucap Jungkook sambil mencium pipi Nari.


" Ya sudah. Ibu akan bersiap, biar Ayah yang membantu Youra ya?," Ucap Nari.


" Siap Ibu." Ucapnya.


Setelah bersiap, keluarga kecil Jeon segera berangkat ke Apartemen Jin.


Jungkook hanya akan mengantarkan Nari dan Youra ke sana karena ada jadwal bersama BTS, jadi Dia akan berangkat bersama Jin.



Apartemen Jin..


" Bagaimana kondisi kehamilan Unnie, apa tidak rewel?," Tanya Nari.


" Aku mengalami morning sick parah tapi sejauh ini baik baik saja. Jin Oppa jadi sangat protektif kepada ku. aku tidak boleh melakukan apapa. Aiko harus melaporkan apa yang aku lakukan kepadanya, Dia sangat menurut sama Ayahnya." Ucap EunHye.


" Aku dulu juga seperti itu, Tapi tidak ada kendala lain kan Unnie?," Ucap Nari.


" Tidak. hanya aku kasian kepada Aiko, kemarin Dia menangis karena takut kita mengembalikannya lagi. padahal aku dan Oppa bersyukur ada nya Dia. kita cepat mendapatkan momongan. dokter bilang saja masa pemulihan pasca operasi itu tidak akan sebentar. apalagi dengan kondisi rahimku yang lemah, akan sangat susah." Ucap EunHye.


" Tapi aku tidak ada niatan untuk itu. Dia sudah menjadi bagian dari keluarga Kim.." Ucap EunHye.


" Iya juga Unnie. kemarin saja aku dengar dari obrolannya dengan Youra, Dia bilang kalo Aiko bercerita kepada nya kalo Ayah dan Ibu akan mendapatkan adik Dia takut tidak di sayang lagi." Ucap Nari.


" Dia tidak pernah menyusahkan kita, Dia selalu menurut. apalagi kepada Jin Oppa, Dia sangat menurut. mereka itu sama, tingkah nya juga sama. Ayah dan anak itu benar benar." Ucap EunHye.


Anak kecil pasti merasakan cemburu saat orang tua nya memiliki yang baru tapi itu tidak terjadi untuk Aiko. menurut Jin dan EunHye, Aiko adalah bagian dari keluarga mereka.


...TBC...


...💜...


wahhhhh,


ketemu lagi nihhh😅


maaf ya lamaaaaaaa sekali up nya😅


maklum mood bumil lagi naik turun😅


tapi selalu di usaha in up kok..


terimakasih ya sudah mau menunggu cerita ku ini..


dan maaf sudah bikin menunggu😘


dan ya,


HAPPY MOTHER'S DAY😍😘



...by: nyemoetdz...


...22/12/2020...