The Truth Untold

The Truth Untold
Chapter 61



Selama 15 hari Jungkook mendapatkan perawatan di rumah sakit.. Dan hari ini Dia pulang ke apartemennya..


Di bantu dengan penyangga untuk berjalan, Jungkook masuk ke dalam apartemennya..


Nari sudah ada di apartemen untuk menyiapkan keperluan Jungkook sesampainya di Apartemen..


" aku kira kamu sedang sibuk dengan pekerjaanmu.. Ternyata kamu disini.. Ucap Jungkook sambil berjalan melewati Nari yang ingin membantunya"


" aku akan membantu Oppa kekamar.. Ucap Nari yang kemudian menyusul Jungkook"


" tidak.. Ibu bisa bantu aku masuk ke kamar.. Ucap Jungkook dan di iyakan oleh Ibunya"


.


.


.


Nari terdiam saat mendengar ucapan Jungkook..


Hatinya sakit mendengarkannya.. Dia masih bersikap dingin kepada Nari..


" nak, kamu baik baik saja? Tanya Ibu JK"


" iya Bu, Nari baik baik saja.. Oh ya Nari sudah siapkan makan untuk Ibu dan Oppa.. Nari pamit pulang dulu ya Bu.. Ucap Nari"


" apa kamu tidak ingin disini nak? Ucap Ibu JK"


" tidak.. Aku akan menggangu Oppa kalo tetap disini.. Nanti aku akan kesini sebelum makan malam.. Tidak apapa kan Bu? Ucap Ibu JK"


" maafkan Jungkook, ya nak..


" tidak apapa Bu.. Ya sudah Nari pamit pulang.. Salam kepada Oppa.. Ucap Nari"


.


.


.


.


Nari menangis di dalam mobil.. Jungkook berubah sekarang.. Jungkook dingin kepadanya.. Walau Nari sudah meminta maaf tapi Jungkook tetap bersikap seperti itu kepada Nari..


Mungkin Jungkook kesal dengan Nari dan dengan kondisi kakinya.. Karena Dia tidak bisa ikut comeback kali ini..


Sebenarnya juga ini bukan salah Nari.. Kenapa juga Jungkook mengemudi dengan kondisi mabuk.. Kalo saja Jungkook mendengarkan apa yang dikatakan Nari, hal ini tidak akan terjadi..


Tapi ini semua sudah terjadi..


Nari mencoba menenangkan perasaanya sebelum melajukan mobilnya..


Nari hanya ingin mengerti perasaan Jungkook saat ini..


🌹


Sesampainya di kantor BigHit, Nari segera mengerjakan tugas yang ditinggalnya tadi sebelum ke apartemen Jungkook..


.


.


.


.


" kenapa kamu seperti itu kepadanya nak? Ucap Ibu JK"


" kepala Jungkook pusing Bu.. Jungkook ingin tidur.. Ucap Jungkook sambil memejamkan matanya"


" Dia bahkan tidak menyalahkanmu saat mendapat luka setelah kecelakaan itu.. Dia hanya memikirkan mu.. Tapi kamu bahkan mendiaminya.. Ucap Ibu JK.. Tapi Jungkook tetap memejamkan matanya tanpa ingin menjawabnya"


" Ibu harap kamu memperlakukannya dengan baik.. Ucap Ibu kemudian meninggalkan kamar Jungkook"


Jungkook merasa kesal dengan dirinya.. Dia mengacaukan semuanya.. Kakinya patah dan membuatnya tidak ikut comeback kali ini.. Sebenarnya ini salahnya sendiri tapi Jungkook juga merasa kesal kepada Nari yang begitu cinta dengan pekerjaannya sampai melupakan Jungkook..


Sedikit tidak masuk akal tapi memang kondisi Jungkook sedang tidak baik sekarang.. Belum lagi pemberitaan di media yang menceritakan tentang kecelakaan malam itu.. media membuat berita itu menjadi buruk saja..


.


.


.


.


.


Makan malam..


Nari yang baru datang di apartemen Jungkook segera membantu Ibu Jungkook yang sedang memasak..


Ayah Jungkook sedang berada di ruang TV..


Jungkook sendiri sedang di kamarnya..


" sudah selesai Bu.. Biar aku yang memanggil Oppa.. Ucap Nari"


" iya nak..


Nari berjalan ke kamar Jungkook.. Terlihat Jungkook yang masih terlelap dengan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya..


Saat di bangunkan pertama kali Jungkook belum juga bangun.. Dan saat Nari membangunkan Jungkook lagi.. Nari malah di bentak oleh Jungkook..


Membuat Nari syok mendengarnya..


" ada apa nak.. Tanya Ibu yang baru masuk kamar Jungkook"


" aku bilang tidak mau ya tidak mau.. Kenapa kamu menggangu tidurku..Ucap Jungkook"


" Jungkook aa.. Panggil Ibu"


" maafkan aku Oppa.. Ucap Nari sambil menangis dan kemudian keluar dari kamar Jungkook"


" Nari aa.. Panggil Ayah Jungkook"


" maaf Ayah.. Nari ingin pulang.. Ucap Nari yang sudah menangis"


" tapi jangan menangis nak.. Ayah akan mengantarkanmu ya?.. Ucap Ayah"


" tidak yah.. Maafkan Nari.. Ucap Nari kemudian keluar dari apartemen Jungkook"


.


.


.


.


.


Di kamar Jungkook..


" apa masalah kamu sampai membentaknya? Apa Ayah mengajarkanmu seperti itu kepada perempuan? Ucap Ayah Jungkook"


" Ayah hanya diam saja sejak kemarin.. Kamu mendiami Nari sampai berhari hari karena Dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya.. Dan sekarang kamu membentaknya.. Kau ini kenapa nak? Ucap Ayah Jungkook"


" jangan lampiaskan kekecewaanmu kepada Nari.. Dia tidak salah dalam kecelakaan ini nak.. Atau tentang kaki kamu.. ini bukan salahnya.. Ucap Ibu Jungkook"


Jungkook hanya diam.. Jungkook merasa memang keterlaluan kepada Nari dengan membentaknya seperti itu..


.


.


.


.


.


.


Skip


Sudah beberapa hari ini Nari tidak menjengguk Jungkook.. Sebenarnya tidak seperti itu juga..


Nari akan datang dan membantu Ibu Jungkook untuk menyiapkan makan pagi sebelum Jungkook bangun.. Dan saat sudah selesai Nari akan pergi..


Setidaknya Nari bisa tau kondisi Jungkook walau Dia tidak melihatnya langsung..


Karena Nari tidak mau Jungkook merasa terganggu dengan ada dirinya..


Setelah membantu Ibu Jungkook, Nari kemudian pergi ke studio untuk melakukan pekerjaannya..


Nari memilih membawa pekerjaannya ke Studio milikinya dari pada ke kantor BigHit..


" ahhh.. Rintih Nari saat merasa kepalanya berdenyut"


Nari menghentikn kegiatannya sejenak.. Merasakan rasa sakit di kepalanya..


Sebenarnya dokter menyuruhnya untuk melakukan operasi tapi Nari tidak mau..


Walaupun perdarahan pada otaknya tidak begitu parah tapi kalo dibiarkan tidak baik untuknya..


Jimin selalu mengingatkan tentang obat dan makannya.. Nari harus menjaga pola makannya kalo tidak ingin memperparah kondisinya.. Seperti sekarang, Jimin sedang menghubungi Nari untuk mengingatkan obatnya..


Telpon:


" *iya Oppa iya.. Kenapa Oppa bawel sekali.. Ucap Nari"


" kamu mengataiku bawel.. Oke, aku akan beri tau kan hal ini kepada Jungkook.. Ucap Jimin"


" ahhh tidak.. Tidak.. Oke maafkan aku.. Sudah ya jangan bilang ke Jungkook Oppa.. Ini sudah berat untuknya.. Aku tidak mau Dia tau tentang ini.. Aku mohon.. Ucap Nari"


" ok baiklah.. Kamu tidak menangis kan? Kamu kan senang sekali menangis.. Seperti anak kecil saja.. Kamu tidak ingat usiamu? Ucap Jimin menggoda Nari"


" biarkan saja.. Daripada Oppa sudah tua belum memiliki pasangan.. Ucapnya membalas godaan Jimin"


" kenapa jadi ke arah sana bahasannya.. Kan aku menunggumu.. Benar tidak.. Ucap Jimin"


" Oppa....


" sudahlah, aku bercanda.. Ya sudah lekas makan dan minum obatmu.. Awas saja kalo kamu tidak melakukannya.. Aku pastikan Jungkook tau tentang ini.. Ucap Jimin"


" iya iya*..


Setidaknya hati Nari terhibur karena Jimin.. Dengan candaannya..


💜