The Truth Untold

The Truth Untold
Chapter 34



Walau member mendapatkan libur 1 minggu tapi mereka harus manfaatkan untuk istirahat.. Tapi tetap saja Nari harus mengerjakan tugasnya.. Yakni menyelesaikan untuk majalah tahunan Summer Pack..


Saat Jam makan siang Nari sedang menikmati makanannya bersama teman kantornya..


Walau umurnya masih muda Nari leader dari timnya..


Saat di luar kantor mereka akan membahas hal lain.. Misalnya kencan mereka atau masalah apa saja yang tidak berhubungan dengan pekerjaan..


Nari kebanyakan hanya mendengar apa yang mereka ceritakan.. Karena Dia bukan tipe orang yang suka menceritakan masalahnya kesetiap orang..


" Nona, boleh saya pulang lebih awal hari ini.. Aku ada janji dengan kekasih saya..


" bukankah aku sudah bilang kalo kita sedang tidak bekerja panggil namaku saja.. Nari"


" ohh baiklah.. boleh aku pulang lebih awal.. Kekasihku ulang tahun hari ini.. Dan aku lupa membelikan sesuatu untuknya..


" bagaimana kau bisa melupakannya.."


" kita sibuk akhir akhir inikan?


" ohh iya kalian boleh pulang lebih awal hari ini.. Kalian semua.. Nari"


" benarkah Nona? Ohh maafkan aku.. Benarkah?


" iya.. Tapi besok kalian jangan terlambat datang ya..


" iya.. Terima kasih..


Setelah makan siang Nari kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya..


Ponselnya berdering saat akan memulai pekerjaanya..


" ya halo.. Nari"


" sayang nanti makan malam bersama ya.. JK"


" maaf sayang, nanti aku harus lembur.. Anak anak pulang lebih awal jadi aku harus mengerjakannya sendiri.. Nari"


" apa tidak bisa besok saja kamu mengerjakannya.. Aku merasa bosan.. JK"


" sayang aku harus menyelesaikannya asa waktu 2 hari sebelum membicarakan dengan yang lain.. Dan ini masih 80% jadi tidak bisa sayang..


" ya sudah kalo begitu.. JK"


Jungkook kemudian mematikan sambungan teleponnya..


Skip..


Pukul 9 malam Nari masih mengerjakan pekerjaannya.. Dia ingin menyelesaikan hari ini agar besok tinggal merevisi dan bisa ada waktu untuk Jungkook.. Apalagi tadi Dia marah karena Nari tidak mau di ajak makan malam.. Sekarang pun Jungkook tidak membalas pesannya..


Nari benar menyelesaikan pekerjaannya.. Pukul 12.32 malam Nari baru keluar dari kantornya dan berjalan pulang.. Hari ini Dia tidak membawa mobilnya.. Otomatis Dia menggunakan bus.. Dan ini bus terakhir yang beroperasi..


Nari duduk di halte dengan mendengarkan lagu BTS.. Entah sejak kapan Nari menyukainya.. Mungkin sejak Jungkook mengirimkan lagu BTS keponselnya.. Sesekali Nari melantunkan lagu yang di dengarkannya..


Bus berhenti tepat di halte.. Nari kemudian masuk dan mencari tempat duduk.. Terlihat beberapa orang yang sedang duduk sambil tertidur dan ada juga yang tidak..


" hay Nona.. Apa baru pulang..


Seorang pria mendekati Nari dan bertanya.. Kelihatannya Dia sedang mabuk.. Nari memilih untuk berpindah tempat duduk..


Tapi pria itu malah duduk di belakangnya..


Sekitar 15 menit bus sampai dimana Nari harus berhenti.. Dia turun dan berjalan ketempat apartemennya..


Pria tadi di bus juga ikut turun dan berjalan di belakang Nari.. Nari yang merasa ada yang aneh mempercepat langkahnya..


Meskipun jaraknya dekat tapi rasanya begitu jauh menuju apartemennya.. Nari menyesal tidak membawa mobilnya.. Dia terus berjalan dan tidak berani untuk melihat pria itu..


Saat di rasa pria itu tidak ada di belakangnya Nari bernafas lega..


" kenapa kau cepat sekali berjalannya.. Kau bahkan tidak mendengarku..


Sontak Nari berteriak kareba kager seseorang berdiri di depannya..


" sayang.. Kau kenapa?


Itu Jungkook, Dia memang mengikuti Nari sejak turun bus tadi.. Pria yang bersamanya di bus tadi tidak mengikutinya.. Dia ikut turun tapi berjalan ke arah yang berbeda..


" Oppa... Ya Tuhan jantungku.. Oppa... Nari"


" ada apa? Kenapa kamu cepat sekali jalannya.. Kau bahkan tidak menoleh saat aku memanggilmu.. JK"


" apa Oppa berjalan dari tadi? Jadi itu Oppa?


Nari terduduk karena merasa kakinya lemas.. Dia takut.. Dia kira pria mabuk itu mengejarnya..


" aku kira pria di bus tadi mengikutiku.. Ya Tuhan.. Nari"


" siapa suru kamu pulang malam dan tidak membawa mobilmu.. Setidaknya pulanglah menggunakan taksi.. JK"


" Nari ingin saja mengunakan bus.. Bagaimana Oppa disini.. Dan lihatlah.. Siapa yang tidak kaget kalo Oppa berpenampilan seperti ini..


" sudah ayo pulang dulu.. Kamu mau disini terus? JK"


" tidak.. Sebentar kaki Nari lemas sekali.. Oppa mengejutkanku.. Nari"


" aku akan menggendongmu.. Ayo.. JK"


" tidak.. Nanti Oppa bilang aku berat.. Sudah ayo pulang..


Mereka kemudian berjalan dan masuk ke apartemen..


" apa sunbae tidak mencari Oppa.. Ini sudah malam.. Tengah malam..


" tidak.. Aku sangat bosan.. JK"


" ya jadi Oppa menjailiku.. Oppa senang sekarang..


" jangan begitu sayang.. Ohh ya boleh aku bermalam disini.. JK"


" tidak bisanya Oppa bilang kalo mau tidur disini.. Ada apa?


" tidak ada apapa.. Ingin saja.. JK"


" ya sudah tidurlah didekat sofa.. Nari akan tidur dikamar Nari.. Oke sayang..


" oke.. Oh ya sayang apa kamu tidak mau pindah ke apartemen yang lebih besar.. JK"


" tidak.. Aku lebih senang disini.. Nari"


Ada tempat tidur di samping sofa.. Biasanya digunakan Nari untuk menonton TV.. Biasanya juga Nari tidur disana..


Jungkook berbaring di tempat tidurnya.. Nari mengambilkan selimut untuknya..


" apa kamu sudah mengantuk? JK"


" sedikit.. Hari ini Nari menyelesaikan pekerjaan Nari.. Nari"


" apa lelah? JK"


" sedikit.. Nari"


" berbaringlah aku akan memijatmu.. JK"


" apa bahu kamu terasa sakit? JK"


" kalo sedang capek terasa sakit.. Tidak perlu.. Tangan Oppa kan sakit.. Nari"


" jadi sekarang terasa sakit?.. Aku memakai tanganku.. JK"


" sedikit.. Nari"


Nari berbaring di pangkuan Jungkook.. Dan memijat kepala Nari perlahan..


" Oppa..


" bagaimana kalo Nari mendonorkan sumsum tulang belakang untuk anak laki laki kemarin? Nari"


Jungkook teridam.. Nari yang masih terpejam saat dirasa tangan kanan Jungkook tidak memijatnya lagi..


" ada apa? Kenapa tiba tiba.. JK"


" tidak tau.. Nari juga binggung.. Kenapa Nari harus seperti ini.. Nari binggung Oppa.. Nari"


Nari menarik tangan Jungkook dan memeluknya.. Hari ini benar melelahkan untuk Nari.. Pikirannya penuh dengan ibu dan anak kecil yang katanya adeknya itu..


" kamu tidak harus memaksakan diri kamu untuk itu.. Kamu berhak untuk bahagia.. JK"


" rasanya Nari lelah dengan semua ini Oppa.. Aku hanya ingin bersama seperti ini.. Nari lelah Oppa.. Nari"


" tenaglah.. Aku disini bersamamu.. JK"


Keesokan paginya.. Nari berangkat bekerja.. Terlihat Jungkook masih tertidur.. Nari meninggalkan catatan untuk Jungkook dilayar ponselnya..


Pukul 9.10 pagi Nari sampai di kantor..


" kalian sudah datang.. Maaf aku datang siang.. Nari"


" tidak apapa Nona..


" bisa kalian cek ini.. Aku sudah selesaikan semuanya.. Buat duplikatnya.. Dan buat contohnya besok kita meeting bersama member dan staf lain.. Nari"


" kita jadi merepotkan Nona..


" sudah tidak apapa.. Aku minta tolong.. Mungkin hari ini aku akan pulang lebih cepat.. Tidak apapa kan? Kalian cek dulu.. Mana yang kurang.. Kalian bicarakan kepadaku.. Aku akan merevisinya hari ini juga.. Nari"


" baik Nona..


Pukul 3 siang Jungkook sudah berada di kantor BigHit.. Nari menyuruh Jungkook menjemput di sana.. Dan sekarang Jungkook sudah berada di sebrang jalan menunggu Nari yang sedang berjalan ke arahnya..


Terlihat Nari tersenyum melihat Jungkook melambai di dalam mobilnya..


Saat menunggu untuk menyebrang ada seorang anak berlari mengejar bolanya.. Padahal lampu masih hijau.. Sontak Nari berlari ke arah anak itu dan menariknya ke pinggir jalan..


" kau tidak apapa? Nari"


Anak itu menangis.. Dia ketakutan.. Hampir saja anak itu celaka karena ulahnya sendiri..


" sudah tenanglah.. Kamu akan baik baik saja.. Nari"


" apa kau baik baik saja? JK"


" iya Oppa..


" lihat lututmu terluka.. JK"


" sudah pergilah.. Lebih berhati hati lagi ya sayang.. Nari"


Anak itu kemudian berlari pergi.. Nari kemudian berjalan ke mobil di bantu Jungkook..


" kita obati di Dorm.. JK"


" kenapa kita ke Dorm.. Nari"


" sudah menurutlah..


Di Dorm..


" kau sudah pulang Jungkook aa.. Oh Nari.. Hay.. Tae"


" hay Oppa..


" diam di sini aku akan ambilkan obat untukmu.. JK"


" ada apa? Tae"


" ahh hanya terluka kecil Oppa.. Apa Oppa tidak ada kerjaan hari ini? Apa sudah merasa lebih baik? Nari"


" sudah.. Kita beberapa hari ini hanya menghabiskan waktu dengan tidur dan tidur..


" Nari disini.. Ada apa dengan lututmu? Jin"


" Dia menolong anak kecil yang mau tertabrak dan beginilah jadinya.. JK"


" aku akan bersihkan dulu.. Mungkin akan sedikit perih.. JK"


" iya.. Nari"


" kau itu ada saja ya Nari aa.. Jin"


" apa yang lain tidak ada di Dorm Oppa? Nari"


" mereka ada yang sedang pulang atau sekedar menikmati libur mereka.. Jin"


" ahh..


Nari merasa sedikit peri saat Jungkook mulai mengoleskan obat dilukanya..


" maafkan aku.. JK"


Jungkook meniup luka Nari agar tidak terasa terlalu perih..


" sudah selesai.. Diamlah jangan bergerak dulu.. JK"


" terimakasih Oppa.. Nari"


" oh ya Nari apa kau suka melihat konser? Tae"


" tidak begitu.. Tapi sesekali suka.. Memangnya kenapa Oppa?


" kau suka EXO? Tae"


" EXO.. Bukannya ada Baekhyun Oppa disana?


" kau tau member EXO?? JK"


" tidak begitu.. Hanya saja kalo sama Baekhyun Oppa suka.. Bukannya Tae Oppa dekat dengannya? Nari"


" iya.. Apa kamu mau melihatnya? Tae"


" mau.. Nari"


" kita akan menonton konsernya.. Bersiaplah.. Tapi apa Jungkook membolehkan mu? Tae"


" boleh kan Oppa?


" memang hyung sudah membeli tiketnya.. JK"


" sudah.. Ini tiket harusnya punya Jimin tapi Dia tidak mau jadi Nari bisa menggunakannya..


" hanya 2 tiket saja? Terus aku? JK"


" iya aku akan menonton dengan Nari berdua saja.. Kau diam d Dorm..


" tidak.. Kau tidak boleh.. JK"


" ah Oppa.. Aku mau melihatnya.. Ayolah.....


" tidak..


" biarkan Nari menonton Jungkook aa.. Jin"


" kalo aku ikut serta.. Kamu boleh menontonnya.. JK"


" oke..


Dan keputusan Jungkook tidak memperbolehkan Nari menonton konser EXO bersama Taehyung..


🍁🍁🍁