The Truth Untold

The Truth Untold
Chapter 16



Beberapa mengerjakan MV untuk BTS hari ini ada sesi pemotretan untuk Jacket mereka..


Sejak kejadian kemarin Nari jarang berkumpul dengan member.. Biasanya Nari akan bercanda dengan member saat istirahat.. Kali ini Nari lebih memilih untuk mengerjakan pekerjaannya.. Karena tangan yang belum sembuh Nari dibantu tuan Do..


" apa Nona tidak makan siang?


" nanti saja.. Nari"


" saya permisi untuk makan siang dulu Nona..


" iya..


Nari lebih memilih mengecek hasil foto hari ini..


" maaf Nona.. Ini makan siang anda..


" Oppa..


" hehehe.. Makan siang dulu baru lanjutkan pekerjaanmu..


" nanti saja..


" aku akan menyuapimu.. Sini buka mulut mu..


" tidak.. Biar Nari saja..


" bagus.. Makan dan habiskan.. Aku tidak akan pergi sebelum kamu habis memakannya.. JK"


" ta....


" lakukan.. JK"


Dengan terpaksa Nari memakan makan siang yang dibawakan Jungkook..


" apa Oppa sudah makan? Nari"


" aku sudah makan.. JK"


" Oppa...


" Hmmmm...


" menurut Oppa, bagaimana kalo Nari kembali ke Jepang??.. Nari"


" memangnya ada apa? Apa karena masalah kemarin??


" disini banyak yang tidak suka dengan Nari.. Kalo di Jepang mau Nari seperti apapun mereka tidak peduli.. Disini selalu membuatku ingat akan masalaluku.. Nari"


" bukankah ada aku disini.. Apa aku tidak bisa membuat pikiran kamu itu berubah dan tetap disini bersamaku.. JK"


" hanya Oppa yang selalu aku repotkan.. Membuatku tersenyum, yang tulus denganku.. Nari"


" bisa kita tidak membahas ini.. Aku sedang tidak ingin berdebat.. Habiskan makanmu.. JK"


" iya Oppa..


" ah ya Ibuku akan datang nanti.. Bisakah kamu meluangkan waktumu untuknya?.. JK"


" ibu, Oppa? Kenapa baru bilang.. Tapi...


" tenanglah.. Ibuku tidak seperti mama Jimin.. Dia banyak tau tentangmu.. JK"


" aku? Bagaimana? Nari"


" sudah intinya sekarang habiskan makanmu.. Dan nanti luangkan waktu untuk bertemu dengannya.. Oke.. JK"


" siap tuan Jeon.. Nari"


" bagus Nyonya Jeon.. JK"


Pukul 7 malam Jungkook dan Nari segera bertemu Orang tua Jungkook di restoran.. Setelah selesai syuting mereka segera pergi karena tidak ingin membuat orngtua Jungkook menunggu..


" hay sayang.. Kamu sudah datang.. Ibu JK"


" ibu aku sangat merindukanmu.. Hay yah..


" hay nak.. Maaf diwaktumu yang padat kami mengajak makan malam..


" apa ini Nari?? Ya Tuhan.. Apa tangan kamu baik bail saja sayang? Ibu JK"


" maaf.. Saya Im Nari.. Salam kenal..


" sudah jangan terlalu formal seperti itu.. Sini sini.. Duduk bersama ibu.. Ibu JK"


" apa baik baik saja bekerja dengan tangan seperti itu nak? Ayah JK"


" tidak paman..


" kenapa panggil paman.. Panggil ayah seperti Jungkook.. Benar kan yah? Ibu JK"


" iya nak.. Panggil ayah saja.. Dia ini sering menceritakanmu saat telpon ke ayah atau ibu..


" iya ayah..


" nah begitu..


Jungkook bahagia melihat interaksi orang tuanya dengan Nari.. Jungkook yakin kalo orngtuanya akan suka dengan Nari.. Nari gadis baik, sopan, dan cantik siapa yang tidak suka dengan sikapnya..


" nak harusnya kamu sering mengkompres bahu kamu dengan air hangat.. Ibu JK"


" bukankah susah bu kalo melakukanya sendiri.. JK"


" iya juga ya.. Sepulang dari sini ibu akan membantumu untuk mengkompres bahumu.. Mau kan?


" ahh tidak usah bu.. Nanti Nari malah merepotkan Ibu.. Nari"


" tidak.. Biar ayah malam ini di hotel bersama Jungkook.. Ibu ingin bermalam d rumah Nari.. Bolehkan?


" apa tidak merepotkan ibu?


" tidak nak.. Boleh ya.. Ibu JK"


" iya bu..


" ibu bahkan tidak mengajakku bicara.. Ayah, kalo wanita sudah berbicara suka seperti itu ya.. JK"


" iya nak.. Ibumu itu memang seperti itu..


Apartemen Nari..


" maaf bu, rumahnya kecil.. Nari"


" tidak apapa sayang.. Ibu JK"


" aku jadi merepotkan ibu.. Harusnyakan ibu datang menemui Oppa.. Nari"


" tidak juga, Ibu sengaja datang untukmu.. Kau tau nak.. Jungkook menangis menceritakan kondisi kamu setelah kepada ibu..


" Oppa menangis?


" iya.. Anak kelinci itu menangis.. Tapi ini rahasia ya.. Ibu JK"


" ohh iya bu Nari akan menutup mulut Nari..


" oh ya sayang ibu akan bantu kamu untuk mengkompres bahu kamu..


" iya bu..


Setelah membantu Nari, mereka berdua kemudian berbincang di depan sofa.. Ibu menyisir rambut Nari..


" ibu..


" iya nak..


" kau itu sudah negatif saja kepada Ibu.. Sama sama sayang.. Ohh ya nak, apa kamu pernah bertemu ibunya Jimin?.. Ibu JK"


" sudah bu..


" dengarkan Ibu.. Mereka itu memang seperti itu.. Kamu tidak usah pikir omongan mereka.. Toh kita tidak merugikan mereka.. Mau Dia bilang kamu apapun cukup dengarkan tapi jangan dimasukan kedalam hati.. Ibu itu bukan tidak suka dengan ibunya Jimin.. Dia selalu merendahkan seseorang.. Mungkin karena Dia kaya jadi bisa seperti itu.. Tapi ibu tidak begitu suka.. Jadi ibu juga jarang bertemu dengannya.. Tapi untungnya Jimin tidak seperti ibunya.. Jimin itu anak baik.. Kalo kepada Ibu biasanya Dia akan bermanja manja.. Ibu dekat dengan semua member.. Mereka semua anak ibu.. Jadi pesan Ibu untuk kamu, saat ada orang yang merendahkanmu biarkan.. Cukup dengarkan jangan sampai kamu membalasnya.... Tunjukan kalo kamu bisa.. Biar Dia malu dengan apa yang dikatakannya.. Ibu JK"


" iya bu..


" ibu tau pasti berat hidup seorang diri.. Apalagi kamu perempuan jadi tidak boleh berkecil hati ya sayang.. Masih ada kita.. Jungkook, Ayah dan Ibu.. Bukankah kita keluarga? Ibu JK"


" terima kasih bu..


Ibu JK memeluk Nari.. Sebelumnya Jungkook sudah menceritakan semua yang Nari alami.. Gadis seperti Nari membuat Ibunya salut.. Dia bisa menjalani hidupnya walau berat.. Bukankah Nari gadis kuat..


Keesokan harinya..


" selamat pagi bu..


" kamu sudah bangun nak.. Mandi dan lekas sarapan.. Ibu sudah siapkan.. Apa kamu biasa masak untuk sarapan pagi nak?


" jarang sekali bu..


" nanti ibu akan buatkan makanan untukmu.. Simpan dan saat ingin memakannya hangatkan ya..


" ibu...


" sudah sana mandi..


Nari memeluk Ibu JK dan menciumnya.. Tidak tau kenapa Dia merasa sangat dekat dengan Ibu JK.. Padahal Nari baru bertemu dengannya 1x ini.. Tapi sikap hangatnya membuat Nari senang.. Ibunya saja tidak pernah berlaku seperti itu kepadanya..


Semalam sebelum tidur Nari menceritakan semua jalan hidupnya.. Bagaimana Nari bisa seorang diri dan bagaimana bisa sesukses ini..


Semua Nari ceritakan..


Setelah mandi Nari segera duduk di meja makan kecilnya dan tak lama bel pintu apartemen Nari berbunyi..


" biar Nari yang buka bu..


" pasti ayah dan Jungkook.. Ibu JK"


Memang benar Ayah dan Jungkook masuk dan bergabung untuk sarapan..


" lingkungan di sini tenang ya nak..


" iya yah.. Sangat tenang.. Nari"


" namanya juga apartemen yah.. Mau besar kecil keamanan nomor satu.. JK"


" benar juga.. Tapi kalo cuma sekamar seperti ini apa tidak kurang nak?.. Ayah JK"


" tidak yah, Nari lebih suka seperti ini.. Ini juga kantor yang menyiapkannya.. Nari"


" kalo di Jepang dulu bagaimana nak?


" Nari memiliki hunian sendiri disana.. Kecil juga tapi hasil kerja Nari..


" iya nak.. Mau kecil mau besar.. Yang penting buat berteduh.. Benarkan Bu?.. Ayah JK"


" benar sekali.. Jungkook aa kenapa kamu malah diam saja nak?


" tidak apapa bu.. Aku senang Ayah dan Ibu tidak membenci Nari..


" kenapa aku harus membencinya.. Dia juga anak Ibu.. Benarkan sayang..


" iya bu..


" terus aku bagaimana?


" kamu anak Ayah.. Nari anak Ibu.. Ibu JK"


" tidak Nari juga anak Ayah.. Ya kan nak.. Ayah JK"


" aku anak siapa kalo begitu.. Tapi tidak apapa.. Kau tau sayang.. Ayah Ibu itu sangat bawel apa kamu masih mau menjadi anaknya.. JK"


" masih.. Ibu baik kepadaku.. Oppa terlalu nakal makanya ibu dan ayah bawel..


" enak saja.. Aku tidak nakal..


Terlihat seperti keluarga bahagia.. Mereka menghabiskan waktu paginya dengan bercanda bersama..


" apa kamu bahagia bertemu orang tuaku? JK"


" sangat sangat bahagia.. Terima kasih Oppa.. Nari"


" sama sama sayang.. JK"


Hari Nari ada pemotretan terakhir.. Tidak akan lama karena hanya akan mengambil beberapa set.. Tim harus kerja cepat karena dengan kesibukan yang dimiliki BTS mereka harus menyelesaikan comeback mereka..


Teleponnya berbunyi saat Nari baru akan memulai kegiatanya..


" ya Chun Hei aa.. Nanti aku akan menghubungimu.. Aku sedang sibuk.. Nari"


" ini penting.. Dengarkan aku sebentar.. Ini tentang Ibumu.....


" sebentar.. Aku akan menghubungi mu lagi 5 menit lagi..


Nari menutup sambungan teleponnya.. Dan meminta tolong kepada tuan Do untuk mengantikannya sebentar..


Nari berjalan mencari tempat yang tenang dan menghubungi Chun Hei lagi..


" ada apa?


" ibumu, mencarimu.. Dia menanyakan kamu kepadaku tadi pagi..


" apa kamu memberitahu kalo aku disini.. Nari"


" aku tidak memberi tahu rumahmu.. Tapi Dia tau kamu dimana.. Maafkan aku.. Aku tidak bisa menceganya..


" memangnya ada apa Dia mencariku lagi.. Nari"


" maafkan aku Nari.. Aku tidak tau alasannya.. Chun Hei"


" ahh ya apa kamu bertemu dengannya d sebuah Mall beberapa minggu lalu? Dia melihatmu.. Chun Hei"


" apa yang harus kulakukan Chun Hei aa..


" bersembunyilah..


" aku tidak bisa melakukannya sekarang.. Aku sedang ada pekerjaan sekarang dan itu penting.. Nari"


" terus bagaimana Nari aa..


" sudahlah biarkan saja.. Biarkan Dia mencariku.. Bukankah aku juga anaknya..


" kamu yakin Nari aa?


" aku harap begitu.. Sudahlah.. Aku akab meneruskan kerjaanku.. Nanti aku akan menghubungimu lagi..


" iya.. Dengarkan aku.. Jangan melakukan hal buruk...


" iya iya aku tau.. Tenanglah..


Nari menutup sambungan teleponnya dan kembali ke pekerjaannya..


" oke Nari.. Lupakan.. Fokus fokus.. Kau harus fokus.. Batin Nari"


🍁🍁🍁