The Truth Untold

The Truth Untold
Chapter 52



" pasien terkana radang lambung.. Apa Dia juga memiliki riwayat sakit pada pankreasnya?


" iya dok beberapa waktu lalu Dia menjalani Operasi untuk pankreatitisnya.. Ucap JK"


" harusnya lebih di jaga lagi.. Ini tidak baik untuk tubuhnya.. Suru Dia atur pola makannya.. Untuk sekarang biarkan Dia beristirahat disini dulu.. Suhu tubuhnya juga tinggi.. Aku heran kenapa Dia bisa kuat menahan rasa sakitnya itu.. Ucap Dokter"


Setelah dari ruang dokter Jungkook kemudian masuk ke ruangan Nari.. Di sana ada Taehyung yang sedang menjaganya..


Nari masih terlelap disana.. Dia tidak baik baik saja karena Jungkook.. Itu yang dipikirkan Jungkook..


Jungkook menyalahkan dirinya sendiri.. Dia yang membuat Nari menderita seperti ini.. Perkataan yang Jungkook ucapkan menghancurkan perasaan Nari..


.


.


.


.


Pukul 8 malam Nari membuka matanya.. Kepalanya masih terasa pusing.. Tubuhnya juga lemas.. Dia melihat tangannya yang terpasang infus.. Ini hal yang paling tidak disukai Nari..


Nari mencoba bangun dari tidurnya dan duduk.. Dia mencabut jarum infus yang menancam pada lengannya dan turun dari tempat tidurnya..


Berjalan menuju pintu..


Saat akan membuka pintu terlihat Jungkook sedang berdiri di depannya dan akan masuk..


" kamu mau kemana? Kamu masih lemah.. Ucap Jungkook"


" minggirlah.. Aku ingin pulang.. Ucap Nari"


" tidak.. Kamu harus istirahat.. Tubuhmu juga masih demam.. Ucap JK"


Jungkook memegang lengan Nari yang akan keluar dari ruang rawatnya..


" lepaskan tanganku.. Ucap Nari"


" tidak.. Ayo berbaringlah.. Kamu itu sakit.. Ucap JK"


" bukan urusanmu.. Lepaskan.. Aku ingin pulang.. Ucap Nari sambil menarik tangannya dari genggaman Jungkook"


Nari berjalan meninggalkan Jungkook meskipun tubuhnya masih sempoyongan Nari tetap ingin pulang.. Dia benci berada di rumah sakit..


Jungkook kembali memegang lengannya..


" Nari aa..


" lepaskan.. Ucap Nari sambil menarik lengannya"


" tidak.. Dengarkan aku.. Aku mohon.. Kamu itu sedang tidak baik baik saja.. Ucap JK"


" bukan urusanmu..


" sekali saja pikirkan dirimu.. Kamu hanya akan menyiksa tubuhmu kalo seperti ini.. Ucap JK"


" aku bilang lepaskan.. Ucap Nari yang sudah menangis"


" apa pedulimu.. Itu urusanku.. Ini hidupku.. Mau aku hidup atau mati itu urusanku.. Jadi lepaskan tanganku.. Ucap Nari"


" maafkan aku.. Aku salah kepadamu.. Aku menyakiti hatimu.. Maafkan aku.. Ucap JK"


" iya.. Sudahkan? Aku ingin pulang minggirlah.. Ucap Nari"


Jungkook berlutut di hadapan Nari.. Dia benar benar merasa berasalah kepada Nari.. Dia ingin Nari tidak seperti ini kepada tubuhnya.. Dia tidak baik baik saja..


Nari berjalan meninggalkan Jungkook.. Dia tidak ingin berdebat dengan Jungkook sekarang.. Kepalanya terasa sangat sakit..


Tapi Jungkook tetap mengejarnya..


" tolonglah.. Ini untuk dirimu sendiri.. Kamu boleh membenciku tapi jangan menyiksa dirimu seperti ini.. Aku mohon.. Ucap JK"


" apa mau mu? Bukankah kau ingin aku pergi darimu.. Kenapa kau melakukan ini kepadaku? Tolonglah tinggalkan aku.. Aku tidak ingin melihatmu.. Ucap Nari"


" maafkan aku.. Maafkan aku.. Aku salah kepadamu maafkan aku.. Ucap JK"


Mereka sedang berada di depan rumah sakit.. Nari menghentikan taksi dan masuk kedalam meninggalkan Jungkook yang sedang membujuk Nari untuk kembali ke ruang rawatnya..


Tak lama Jungkook mengikuti taksi yang di naiki oleh Nari dengan mobilnya..


Nari berjalan ke apartemennya.. Tubuhnya sangat lemas.. Saat sampai di apartemen Chun Hei sudah ada di sana..


" kau sudah pulang.. Ucap Chun Hei"


" aku lelah sekali.. Aku akan tidur.. Maafkan aku.. Ucap Nari berjalan kedalam kamarnya"


Chun Hei tidak bisa membuatnya bertambah bersedih..


" apa Dia di kamarnya? Aku ingin bicara.. Ucap JK yang baru sampai apartemen Nari"


" Dia terlihat tidak baik baik saja.. Tolong mengertilah.. Ucap Chun Hei"


" Dia sedang sakit.. Dia harus....


" Jungkook ssi.. Tolonglah.. Aku mengerti ini berat untuk mu juga.. Tapi tolong mengertilah.. Temanku butuh waktu.. Kau lihat kondisinya.. Aku tidak tau apa yang kau lakukan kepadanya.. Tolong mengertilah.. Ucap Chun Hei"


" ya sudah.. Tolong berikan obat ini untuknya.. pastikan Dia meminumnya.. Aku mohon.. Ucap JK"


Sepulangnya Jungkook, Chun Hei masuk kedalam kamar Nari.. Dia menyelimuti tubuhnya.. Chun Hei tau Dia sedang menangis didalam selimut itu..


Sesampainya di Dorm, Jungkook melampiaskan emosinya di dalam kamarnya.. Dia bahkan melemparkan semua yang ada di depannya..


Hatinya hancur melihat Nari seperti itu.. Dia merasa bersalah.. Semua yang dikatakannya membuat Nari hancur..


Dia menyesalinya.. Dia benar benar menyesalinya..


.


.


..


Sejak malam itu Nari tidak keluar kamarnya lagi.. Dia juga tidak mau dibawa kerumah sakit oleh Chun Hei..


Dia bahkan tidak mau minum obatnya.. Ataupun makan..


Chun Hei sudah memarahinya tapi Nari tetap tidak ingin melakukannya.. Dia memilih memejamkan matanya..


Nari benar benar menyiksa dirinya.. Dan itu yang Dia ingin lakukan.. Berharap Tuhan mengambilnya saat ini.. Untuk apa Dia hidup kalo semua orang membencinya..


" Nari aa.. Kita makan dulu ya.. Ucap Chun Hei yang masuk kedalam kamar Nari sambil membawakan bubur untuknya"


Tidak ada jawaban dari Nari.. Di bahkan tidak bergerak dari tempat tidurnya..


Chun Hei berjalan dan duduk di samping Nari..


Membuka selimut yang menutupi tubuh Nari dan mencoba membangunkannya..


" Nari aa.. Bangun dulu kita makan sedikit saja.. Ucap Chun Hei"


Chun Hei membalikkan tubuh Nari dan terlihat Dia tidak merespon gerakannya.. Nari terkulai lemas saat Chun Hei membantu membalikkan tubuhnya..


" Nari aa.. Im Nari.. Bangunlah.. Ini tidak lucu.. Ucap Chun Hei yang terlihat panik melihat Nari yang tidak sadarkan diri"


Chun Hei melihat sayatan yang Nari buat di lengan kirinya..


Darah mengotori tempat tidurnya..


Tidak tau sejak kapan Dia melukai pergelangan tangannya itu..


Chun Hei yang panik mencoba membangunkan Nari dengan mengguncang tubuhnya..


" Im Nari.. Nari aa.. Panggil Chun Hei"


Chun Hei segera menghubungi ambulan untuk membawanya kerumah sakit..


Dan setelah sampai rumah sakit Nari segera di tangani..


Tak lama Jungkook dan beberapa member datang.. Dia sedikit berlari ke arah Chun Hei..


" bagaimana kondisinya.. Tanya Jungkook"


Chun Hei menampar Jungkook.. Yang lain terkejut dengan apa yang dilakukan Chun Hei..


" kau membuatnya seperti ini.. Kau melukainya.. Kau membuatnya terluka.. Apa kau puas Jungkook ssi.. APA KAU PUAS? ucap Chun Hei"


" sampai Nari kenapa kenapa aku akan membalasnya.. Kau yang membuatnya seperti ini.. Kau.. Kau.. Kau melukai sahabatku.. Kau membuatnya hancur.. Kau.. Ucap Chun Hei sambil bicara tepat di depan Jungkook"


" maafkan aku.. Maafkan aku.. Ucap JK"


" kau tau.. Dia tidak mengatakan apapun tentang apa yang dirasakan.. Dia tidak menyalahkanmu saat kau tidak mempercayainya.. Dia tidak bicara apapun.. Dia hanya merasa dirinya selalu salah..  Aku sudah katakan kepadamu.. Aku akan membunuhmu kalo kau melukai sahabatku.. Ucap Chun Hei yang sudah berlinang air mata.. Member hanya bisa diam saat mendengarkannya"


" Dia menyiksa tubuhnya seperti itu juga karenamu.. Dia tidak makan dan minum obatnya.. Kau tau apalagi yang Dia lakukan.. Kau tau? Dia melukai pergelangannya.. Lihat saja kalo ada apapa dengan Nari.. Aku akan membunuhmu.. Ucap Chun Hei"


Sontak Jungkook terdiam dan terasa kakinya lemas mendegar penuturan Chun Hei kalo Nari ingin mengakhiri hidupnya dengan melukai pergelangan tangannya..


🍁🍁🍁