
Hari ini Jungkook akan bertemu dengan Yuta di studionya.. ini pertama kalinya mereka bekerja sama, kemarin mereka membahas konsep dengan Nari..
Dan hari ini, Nari tidak ikut karena takut Youra rewel seperti semalam..
" Maaf aku terlambat.. Ucap Jungkook"
" Ah ya tidak apapa, mereka juga sedang bersiap.. Ucap Yuta"
" Nari tidak ikut hari ini?? Tanya Yuta"
" Tidak, Youra sedang tidak enak badan.. Ucap Jungkook"
" Ahh iya juga. apa semalam Youra menangis??? Tanya Yuta"
" Tidak, ini pertama kalinya Dia berpergian jauh.. mungkin merasa lelah.. Ucap Jungkook"
" Iya.. Dia itu seperti mu tapi matanya mirip Nari.. Ucap Yuta"
" iya, semua bilang seperti itu.. Ucapnya"
Setelah model selesai bersiap, mereka kemudian mulai mengarahkan kameranya kepada objek yang ada di depannya,
Jungkook yang mengambil gambarnya..
.
.
.
.
.
Di rumah..
" Tidak apapa Oppa, tinggal saja.. Nari juga akan ada teman yang akan ke rumah.. Nari tidak akan sendiri, nikmati liburan kalian disini.. Ucap Nari"
Jin dan EunHye ingin berjalan jalan di Osaka.. tapi mereka kasihan Nari akan sendiri kalo mereka pergi..
" Benar tidak apapa?
" Iya Oppa tidak apapa.. Youra juga tidak rewel lagi, kemarin mungkin Dia kelelahan jadi sedikit rewel.. pergilah dan nikmati liburan kalian.. Ucap Nari"
Jin dan EunHye kemudian pergi untuk menikmati kota Osaka berdua meninggalkan Nari di rumah bersama Youra, Nari meneruskan pekerjaan rumahnya, sebelum ada temannya yang akan datang ke rumah..
.
.
.
.
Karena ada yang ingin Nari beli, Nari pergi ke pusat perbelanjaan sendiri hanya dengan Youra yang ada di gendongannya Nari berjalan ke tempat perbelanjaan..
saat selesai berbelanja Dia bertemu dengan seorang gadis kecil kira kira berusia 6 tahun..
Dia terduduk di sudut toko dengan pakaian yang lusuh sesekali Dia menarik nafasnya panjang, seperti nya dia menangis..
Nari mendekatinya dan berjongkok di depan anak itu..
" Kenapa menangis??
Saat Nari melihat wajah gadis kecil itu, Nari merasa kalo Dia mengenalnya..
" Lapar...
" Kemana orang tuamu?? Kenapa menangis disini?? Tanya Nari"
" Mereka selalu memukul ku.. mereka bilang aku anak nakal.. Ucapnya sambil menangis"
Nari melihat ada luka lebam di pergelangan tangannya, gadis kecil itu mengingatkannya kepada Aiko. gadis kecil yang ditemui di Mall 2 tahun yang lalu..
" Ah begini saja.. bukankah kamu lapar.. mau bibi belikan makan?? Tanya Nari"
" Hmmm.. Ucapnya sambil mengangguk mau"
Nari mengajaknya ke sebuah tempat makan yang tak jauh dari tempat nya bertemu dengan gadis kecil itu, setelahnya dia langsung memesan makanan untuknya..
" Sebelum makan, cuci tangan dulu ya.. baru kita makan.. Ucap Nari"
" Iya..
Gadis kecil itu menurut apa yang dikatakan Nari, Nari juga membantu membersihkan wajahnya yang sedikit kotor dan setelahnya duduk di meja makan..
" Diam di sini sebentar, bibi akan segera kembali.. Ucap Nari, Dia mengangguk menurut"
Setelah makanan datang Nari meninggalkan gadis kecil itu..
Dia ingin membelikan pakaian untuk gadis kecil itu..
Entah berapa lama gadis kecil itu di jalanan, pakaiannya sangat lusuh dan kotor dengan beberapa luka lebam yang ada di tubuhnya membuat Nari merasa kasihan melihatnya..
" Setelah makan bersih kan tubuh kamu dan pakai ini.. mau?? Tanya Nari sambil memberikan pakaian yang di belinya"
Dia tetap tidak menolak, gadis kecil itu hanya menurut dengan yang di katakan Nari..
Setelah bersih dan berpakaian rapi, gadis kecil itu kembali duduk di tempatnya makan tadi..
" Ceritakan kenapa kamu bisa di sana tadi.. kemana orang tuamu?? Tanya Nari"
" Mereka bilang Aiko nakal jadi mereka mengusir Aiko.. Ucapnya"
" Siapa namamu??
" Aiko..
Nari berfikir apa ini Aiko yang waktu itu.. Aiko yang di temui 2 tahun lalu..
" Aiko??
" Hmmm, Aiko ingin mencari Ibu dan Ayah, mereka baik kepada Aiko. mereka tidak jahat kepada Aiko.. Ucapnya sambil menangis"
" memangnya Aiko tinggal dengan siapa sekarang? Apa kamu tau dimana Ayah dan Ibu Aiko? Tanya Nari"
" Orang tua Aiko, tapi mereka jahat kepada Aiko..
" Sebentar sebentar.. apa yang kamu maksud Ayah Ibu yang kamu temui di Mall?? Tanya Nari, Dia mengangguk mengiyakan apa yang di tanya Nari"
" Apa kamu tidak mengenali Ibu, nak??? Tanya Nari"
" Aiko kenal tapi Aiko takut kalo Aiko salah.. Jawabnya"
" Ya Tuhan..
Nari memeluk tubuh Aiko.. benar ini Aiko yang di temui nya di Mall waktu itu.. di lihat dari tanda lahir di lengannya, awalnya Nari hanya berfikir Dia gadis yang sama tapi ternyata benar, Dia Aiko yang di temui nya waktu itu..
Dulu Nari memang sempat curiga dengan Ibu Aiko saat meninggalkannya di Mall, dengan alasan yang tidak masuk akal Dia mengambil Aiko di kantor polisi..
Setelahnya Nari memang tidak tau kabar Aiko lagi karena Dia fokus dengan pernikahan dan kehamilannya waktu itu..
" Orang tua Aiko yang melakukan semua ini?? Tanya Nari"
" Iya..
" Kenapa tidak bilang ke kantor polisi nak.. lihatlah luka lebam kamu.. Ucap Nari"
" Mereka mengusir Aiko.. mereka bilang Aiko anak nakal.. Ucapnya"
" Ya Tuhan, sekarang Aiko mau kemana? Apa Aiko memiliki tempat tinggal lain nak? Tanya Nari.. Dia menggelengkan kepalanya pelan"
Bagaimana bisa orang tuanya tega kepada anak kandungnya sendiri..
Saat orang di beri kepercayaan untuk merawat seorang anak tapi ada yang menyiayiakannya.. orang lain saja berharap mendapatkan seorang anak, tapi Tuhan belum memberikan.. kenapa mereka tega melakukan hal seperti itu kepada buah hati mereka..
💜

by: 09/06/2020