The Truth Untold

The Truth Untold
Chapter 167



" tenanglah.. jangan terlalu di pikiran.. Ingat yang ada di sini.. kalo Ibunya merasa sedih Dia akan sedih juga jadi jangan terlalu di pikiran.. Ucap Jungkook"


" Iya Oppa..


" Bukankah Baby Jeon sedang berjuang Ibu.. jadi Ibu tidak boleh bersedih ya.. Ucap Jungkook di perut Nari"


" Lebih berhati-hati saja.. Ucap Jungkook"


Mungkin Jungkook bisa berkata seperti tapi kenyataannya Dia khawatir kepada Nari.. Jungkook berusaha tenang di depan Nari.. Dia tidak ingin membuatnya bertambah takut karena tidak akan baik untuk Nari ataupun janinnya..


Telpon:


" Hyung, bisakah membantuku?? Tanya Jungkook.. Dia menghubungi Jae Ha"


" Iya tuan, bisa aku bantu.. Ucapnya"


" Bisa Hyung cari kan informasi tentang orang yang ada di foto, aku akan kirimkan dan aku ingin tau apa rencananya.. karena Dia mencoba menemui Nari beberapa waktu lalu.. Ucap Jungkook"


" Baik aku akan mengurusnya.. Ucap Jae Ha"


" Tolong rahasiakan ini kepada Nari.. aku tidak ingin Dia terus memikirkannya.. ini tidak akan bagus untuk kondisi janinnya.. aku minta tolong Hyung.. Ucap Jungkook


" Iya aku akan merahasiakan..


.


.


.


.


.


.


.


Rumah sakit..


Jungkook mengantarkan Nari untuk mengecek kehamilannya..


" Bagaimana dok??? Tanya Nari"


" Dia sehat.. Dia tumbuh dengan sehat tapi kamu jangan terlalu banyak pikiran.. itu tidak akan baik untuk janin kamu.. kamu mengalami kram beberapa hari ini???


" Iya dok.. tapi sebentar dan hilang.. Ucap Nari"


" Kenapa kamu tidak bilang kepadaku.. Ucap Jungkook"


" Oppa sedang di Jepang.. bagaimana aku bilang.. aku akan membuatmu khawatir nanti.. Ucap Nari"


" kita lihat.. kalo setelah trimester pertama perkembangannya lebih bagus kamu boleh melakukan kegiatan kamu tapi hanya kegiatan ringan saja.. tidak boleh melakukan kegiatan berat dan yang paling penting.. buat hati kamu senang.. jangan membebani pikiran kamu.. itu tidak baik..


" Iya dok..


" Kalo Jungkook tidak menjagamu dengan baik aku akan menghajarnya.. Dia tau resiko yang diambilnya.. Ucap dokter Choi"


" Oppa menjaga Nari dengan sangat baik.. Ucap Nari"


" Dengarkan Hyung.. bagaimana aku bisa tidak menjaganya..


" Ya, ya.. oh ya karena tekanan darah kamu rendah lebih berhati hati.. jangan banyak berdiri atau berdiri secara tiba-tiba.. Jungkook aa, ingatkan istri kamu tentang itu.. Ucap dokter Choi"


" Iya Hyung..


Setelah melakukan pemeriksaan mereka segera pulang tapi sebelum pulang mereka pergi ke rumah Chun Hei.. sejak kejadian itu Nari belum bertemu dengan Chun Hei..


.


.


.


.


Rumah Chun Hei..


" Bagaimana kondisinya.. apa janinnya baik baik saja?? Tanya Chun Hei"


" Iya.. Dia sehat.. bagaimana kondisi kamu??? Tanya Nari"


" Aku sudah mulai bekerja kemarin dan baik baik saja.. Ucap Chun Hei"


" Namjoon Hyung bilang kamu akan menikah.. apa benar?? Tanya Jungkook"


" Oh.. Dia bilang begitu kepadamu??


" Apa benar?? Tanya Jungkook"


" Hmm benar.. bilang kepadanya.. aku akan sangat bahagia kalo Dia mau datang ke acara pernikahanku.. Ucap Chun Hei"


" Chun Hei aa..


" Aku bingung dengannya.. Dia bilang suka kepadaku tapi Dia tidak berjuang untukku.. semoga benar ada yang mau menikah denganku.. Ucap Chun Hei"


" Apa kau membohonginya?? Tanya Jungkook"


" Tapi kau mencintainya.. Ucap Nari"


" Tidak.. aku bahkan membencinya.. Ucap Chun Hei"


" Benarkah.. ya sudah biarkan nanti Namjoon Hyung, aku kenalkan kepada temanku yang sangat mengidolakan Dia.. bolehkan?? Tanya Jungkook menggoda Chun Hei"


" Ya, silakan saja.. apa peduliku.. Ucap Chun Hei"


" Sudahlah sayang..


Saat asyik dengan berbincang ponsel Nari berbunyi.. Dia langsung menjawab telponnya..


Telpon:


" Ya halo.. Ucap Nari"


" Nari aa... Panggilannya"


" Ini siapa??


" Maafkan Ayah.. maafkan Ayah, nak.. Ucapnya"


Itu Ayah Nari.. tanpa menjawab Nari mematikan sambungan teleponnya..


Mendengarkan suaranya saja membuat Nari takut.. bagaimana kalo bertemu dengannya langsung..


" Siapa sayang.. Tanya Jungkook"


" Kamu baik baik saja?? Tanyanya lagi"


" Oppa.. Ucap Nari kemudian memeluk Jungkook"


" Ada apa?? Siapa yang menghubungi kamu?? Tanya Jungkook"


" Ayah.. itu Ayah.. Oppa... Ucap Nari"


" Apa yang Dia katakan kepadamu?? Apa Dia mengancam mu?? Tanya Jungkook"


" Tidak.. Nari langsung mematikan teleponnya.. Dia hanya bilang maaf.. Ucap Nari"


" Tenanglah.. kamu akan baik baik saja.. tenanglah.. ingat kondisi kamu dan bayi kamu.. Ucap Jungkook"


" Ayahnya menghubungi Nari?? Tanya Chun Hei"


" Iya.. Dia bahkan menemuinya beberapa waktu lalu.. Ucap Jungkook"


" Mau apa Dia?? Apa Ibu kamu tau kalo Ayahmu menemui mu??? Tanya Chun Hei"


" Aku belum bicara dengan Ibu..


" Dan dari mana Dia mendapatkan nomor kamu?? Tanya Chun Hei"


" Tidak tau..


" Sudahlah.. tidak perlu di pikiran.. ingat apa kata dokter tentang bayi kita.. tenang kan pikiran kamu.. biar aku yang mencoba menghubunginya.. Ucap Jungkook"


" Tapi sayang..


" Tidak apapa.. kamu tenanglah.. Ucap Jungkook sambil memeluk Nari"


Apa yang Ayah Nari inginkan kenapa Dia menghubungi Nari..


Jae Ha mendapatkan informasi kalo Ayahnya baru keluar dari penjara beberapa waktu lalu dan belum tau apa yang di rencanakan Ayah Nari..


Jae Ha masih mencari informasi sebenarnya apa rencana Ayah Nari..


semoga ini bukan hal yang akan membahayakan Nari..


💜


like banget ngeliatnya 😣


maha karya Tuhan..


bener bener nikmat Tuhan 😭



weekend nya up 2x yaaaaaaaa...


HAPPY READING 😘


HAVE A GOOD DAY 💜


.


.


.


by: nyemoetdz 😘


16/03/2020