
Setelah meeting hasil foto kemarin member masih berada di ruang meeting.. Sekedar berbincang dengan staf dan member..
" Nona Nari, maaf menggangu.. Ada yang mencari anda diluar.. Ucap seorang petugas keamanan"
" iya aku akan kesana..
Nari berjalan menemui orang itu.. Seorang pria paruh baya sedang menunggunya di lobi..
" ya bisa saya bantu?.. Nari"
" apa kamu Im Nari?..
" iya saya Im Nari.. Bukankah anda suami, Ibu saya? Ada apa anda kesini? Nari"
" aku hanya ingin minta tolong kepadamu.. Untuk datang ke rumah sakit.. Adik kamu ingin bertemu denganmu.. Tolonglah..
" adik? Siapa yang anda maksud? Nari"
" mungkin memang Ibu kamu salah.. Tapi Dia berbeda sekarang.. Dia tidak seperti dulu.. Tolonglah.. Lihat saja kondisinya.. Aku tidak meminta apapa.. Hanya saja Dia menangis seharian kemarin dan ingin bertemu denganmu.. Bukankah kau bertemu dengannya beberapa hari yang lalu? Tolonglah..
" maaf tuan.. Saya tidak bisa.. Nari"
" aku tau kamu bukan orang jahat.. Dan aku tahu kamu akan menemuinya.. Tolong kita.. Aku memang tidak tau malu melakukan seperti ini dan mungkin ini berat untukmu.. Tapi aku tidak ingin membuat anakku tidak bisa bertemu denganmu di sisa hidupnya..
>>
Setelah berbicara dengan pria itu Nari kembali keruang meeting.. Hatinya kacau.. Dia berusaha melupakannya tapi tetap saja tidak bisa..
" Nona..
" ya.. Nari"
" kita akan kembali ke ruangan kita..
" iya.. Nari"
Jungkook yang melihat ada yang aneh dengan Nari mendekatinya.. Dan duduk di sampingnya..
" ada apa? JK"
" tidak ada.. Nari"
" lihat aku..
Nari menatap Jungkook.. Ada kegelisaan di mata Nari..
" Oppa aku harus kembali ke ruanganku.. Oppa mau kembali ke Dorm kan? Berhati hatilah.. Nari"
" benar kau baik baik saja?.. Aku rasa tidak.. JK"
Belum juga Jungkook berhenti bicara tubuh Nari oleng dan membuatnya hampir jatuh kalo tidak Jungkook memeganya..
" kau bilang ini baik baik saja?? JK"
" apa kau baik baik saja Nari aa? Jimin"
" aku hanya lelah.. Aku ingin pulang Oppa.. Nari"
Nari berjalan perlahan keluar ruangan.. Jungkook mengejarnya.. Nari berjalan ke tangga darurat..
" ada apa denganmu? JK"
Nari menghadap Jungkook dan tiba tiba menangis menyandarkan kepalanya ke bahu Jungkook..
Jungkook berfikir telah terjadi sesuatu.. Nari tidak bisa di paksa untuk cerita.. Dia akan cerita dengan sendirinya kalo sudah merasa lega..
" sudah.. Jangan terus menangis.. Kau akan pingsan kalo seperti ini.. JK"
" Nari benar benar lelah Oppa.. Bawa Nari pergi dari sini.. Bawa Nari, Oppa..
" aku akan membantumu.. Tapi tenanglah jangan menangis.. JK"
" Nari ingin tidak peduli dengannya.. Tapi Dia datang seperti tidak terjadi apapa.. Aku bahkan tidak tau namannya.. Tapi Dia menungguku.. Aku dibuatnya binggung Oppa.. Kenapa mereka melakukan ini kepadaku.. Kenapa Oppa?.. Nari"
Nari menceritakan semuanya kepada Jungkook..
" sayang.. Aku tau ini berat untukmu.. Tanya pada hati kecilmu.. Apa kamu ingin melakukannya.. Itu semua dari diri kamu.. Kamu mau melakukannya.. Lakukan.. Kalo berat untukmu jangan.. Aku akan selalu menemanimu.. Dan menghargai keputusanmu.. JK"
Sepulang kerja Nari diantar Jungkook kerumah sakit.. Dia ingin menemui adiknya..
Hatinya bimbang ingin melakukannya tapi Nari bukan orang yang tega kepada orang lain walaupun Dia jahat kepadanya..
Dengan penyamaran Jungkook dan Nari masuk rumah sakit.. Dan mencari bangsal anak..
" kamu yakin? JK"
" iya.. Nari"
Nari menatap Jungkook.. Dan mencoba masuk.. Tangan Nari tak lepas dari genggaman Jungkook..
" Nari.. Ibu Nari"
" aku yakin kamu pasti datang.. Terima kasih.. Ucap Suami, Ibu Nari"
" aku kesini hanya ingin bertemu denganya.. Nari"
" ahh ya.. Kemarilah..
Terlihat anak laki laki itu membuka perlahan matanya.. Dan melihat sosok orang yang ditunggunya..
" Noona..
" hay..
Dia memeluk Nari..
" kenapa Noona baru menemuiku.. Noona tau.. Aku menunggumu..
" benarkah?? Kenapa kamu menungguku? Dan bagaimana kamu tau aku?
" yang lain mengejekku.. Kata mereka aku tidak memiliki Noona.. Tapi aku bilang aku punya.. Tapi mereka terus bilang kalo aku berbohong.. Ibu bilang kamu Noonaku.. Aku melihatmu di album foto Ibu.. Apa Noona tidak merindukanku?..
" ahh iya.. Noona merindukanmu.. Nari"
" Noona harus sering ke sini.. Menemaniku..
" tapi Noona harus bekerja.. Nari"
" hanya sesekali juga tidak apapa.. Noona tau.. Aku merasa sedih saat disini sendiri.. Orang dewasa selalu saja membuatku sakit.. Mereka bilanv ingin membuatku sehat.. Tapi mereka malah membuat sakit DaeJung..
" apa DaeJung tidak menuruti kata kata Ayah dan Ibu.. Kenapa menangis seharian? Bukankah kamu ingin sehat.. Jadi dokter membantu DaeJung sembuh.. Mereka tidak membuatmu sakit.. Nari"
" iya Noona.. Boleh aku menemui Noona?
" boleh.. Asal kamu harus menurut dan sehat.. Dan tidak boleh menangis lagi.. Nari"
" janji?.. DaeJung"
" janji.. Nari"
Mereka kemudian menikmati waktu mereka.. Sekedar bercerita.. DaeJung lebih banyak menceritakan tentang dirinya.. Ibu dan Ayah DaeJung sedang berada diluar bersama Jungkook..
" maafkan aku.. Aku memaksanya untuk menemui DaeJung.. Ayah DaeJung"
" tidak apapa.. Nari bukan orang yang tega melihat orang lain sakit karenanya.. Dia pastk menemuinya.. JK"
" maafkan aku.. Dia banyak menderita karenaku.. Aku bukan Ibu yang baik untuknya.. Aku selalu memberikannya luka.. Menyiksanya dan membuangnya.. Ini memang berat untuknya.. Maafkan aku.. Ibu Nari"
" aku sudah mendapatkan balasanya.. Ini semau memang pantas aku dapatkan.. Tapi kenapa balasan itu datang melalui DaeJung.. Aku bertambah bersalah dengan semua ini.. Semua tidak bisa dibeli dengan uang.. Aku dulu terlalu gila dengan uang sampai anakku rela aku jual demi uang.. Dia pantas kalo aku tidak dimaafkan olehnya.. Tolong jaga Nari.. Kita tidak akan memaksakannya untuk menerima kita karena oerasaan Nari lebih penting.. Ibu Nari"
" tolong jaga Dia.. Tolong.. Ibu Nari"
.
.
..
Skip..
" apa kamu baik baik saja.. JK"
" hmm Nari baik baik saja.. Nari"
Walaupun bibirnya bilang kalo Dia baik baik saja.. Tidak dengan hatinya.. Dia menangis.. Di mobil Dia menangis..
.
.
..
Nari bersiap untuk ke Jepang.. BTS melanjutkan tournya.. Nari berangkat lebih awal karena ke Osaka untuk menemui bosnya..
" ya halo Oppa.. Nari"
" apa kamu sudah berangkat? JK"
" masih bersiap untuk berangkat.. Nari"
" ya sudah hati hati.. JK"
.
.
..
Osaka Jepang..
" kamu baru datang.. Bos"
" ada apa bos? Kamu menyuruhku kesini.. Tidak biasanya.. Biasaya bos akan mengirimkan email kalo ada kerjaan..
" keluarga Naoki mengundangmu untuk makan malam.. Bisakah kau datang?
" bos aku kn sudah katakan.. Aku... Nari"
" mereka hanya ingin bertemu saja.. Tolonglah.. Aku sudah berjanji untuk mengajakmu makam malam bersamanya.. Bos"
" aku tidak bisa bos.. Aku harus segera ke Shinzuoka jam 3 nanti.. Dan harus menyiapkan persiapan disana..
" hanya sekali ini saja..
" bos...
" tolonglah Nari.. Bos"
" benar sekali ini saja? Tapi bisa kita melakukannya di jam makan siang ini.. Karena keretaku berangkat pukul 3..
" oke aku akan beritahu kepada Naoki..
Nari tidak bisa menolak permintaan bosnya. Terdengar aneh tapi setidaknya tidak akan terjadi apapa..
" apa aku harus memberitahu Oppa.. Tapi tidak.. Ini hanya sebentar.. Batin Nari"
Pukul 11 siang Nari menuju rumah Naoki untuk makan siang bersama..
" maafkan aku.. Ini karena Ibuku ingin bertemu denganmu.. Maafkan aku.. Naoki"
" tidak apapa.. Nari"
" kamu sudah datang.. Maaf menyuruhmu datang kerumah.. Ibu Naoki"
" iya tidak apapa.. Maaf saya memajukan jamnya.. Saya masih ada kerjaan setelah ini.. Nari"
" oh Nari ssi kau disini..
Nari sangat hafal suara siapa ini.. Itu Aeri.. Kenapa Aeri disini.. Semoga bukan hal yang buruk..
" kalian saling mengenal?? Ibu Naoki"
" ya.. Dia staf BigHit.. Ohh bukan Produser di BigHit.. Benar begitu Nari ssi?? Aeri"
" sudahlah.. Mari kita duduk.. Naoki"
Mereka menikmati makan siang mereka.. Sesekali Ibu Naoki melontarkan pertanyaan yang menurut Nari tidak perlu di jawabnya..
" apa kalian sudah berkencan? Ibu Naoki"
" Ibu,kenapa Ibu bertanya seperti itu? Naoki"
" oh jadi mereka sedang berkencan.. Aeri"
" hmmmm mereka berkencan.. Ibu suka dengan sikapnya.. Dia itu mandiri.. Dn tegas.. Ibu Naoki"
" oh benarkah? Dia benar benar gadis baik ya.. Aeri"
" maaf sebelumnya tapi saya harus segera ke Shinzuoka kereta saya pukul 3 sore ini.. Maaf saya permisi.. Nari"
" ah iya nak.. Biar Naoki yang mengantarkanmu..
" tidak perlu.. Saya sudah memesan taksi dan sudah ada didepan.. Maafkan saya..
" oh ya sudah.. Lain kali mampirlah kesini.. Ibu Naoki"
Saat akan keluar gerbang rumah Naoki, Aeri menghampiri Nari..
" apa Jungkook tau kau disini?? Wahh benar benar kau gadis licik.. Kau bahkan memakai topengmu di depan Ibu Naoki.. Akan bagus kalo Jungkook tau ini kan? Aeri"
" terserah kau saja.. Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu.. Nari"
" berhati hatilah.. Aeri"
" lihat saja cara bermain Aeri.. Oke.. Aeri"
Nari kemudian pergi dan menaiki taksi yang sudah menunggunya..
Pukul 8 malam member sampai di Shinzuoka dan langsung menuju Hotel..
" bagaimana bisa tertinggal.. Aku sudah bilang untuk cek ulang barang bawaan kalian.. Tidak bisanya kamu seperti ini Jungkook aa.. Sejin"
" maafkan aku hyung.. JK"
Jungkook meninggalkan tasnya dalam pesawat yang membawa mereka ke sini.. Tapi Sejin sudah mengkonfirmasikan dan pihak bandara akan mengantarkannya..
" lebih fokus Jungkook aa.. Sejin"
" maafkan aku hyung.. JK"
" ada apa kau hari ini.. Apa kalian bertengkar? Tae"
" tidak hyung.. Kita baik baik saja.. Tidak tau kenapa aku hari ini.. Tadi saja saat akan berangkat.. Aku melupakan ponselku.. JK"
" semoga bukan pertanda buruk.. Oh ya bukannya Nari sudah sampai disini.. Tae"
" iya hyung.. Tapi Dia sedang di tempat konser.. JK"
Jungkook berusa menghubunginya tapi tidak di jawab oleh Nari.. Entah lah hari ini hari yang buruk untuk Jungkook..
🍁🍁🍁