
Keesokan harinya..
Rumah keluarga Jeon sedang ramai dengan acara keluarga yang di adakan setahun sekali, hanya pertemuan dengan keluarga besar dan tahun ini bertepatan di rumah Jungkook..
Biasanya mereka akan bergiliran untuk tempat acaranya..
Tidak terlalu banyak, hanya keluarga inti Jeon saja..
Dan sejak semalam Nari dan Ibu Jungkook menyiapkan makanan atau camilan untuk hari ini..
" Youra aa.. panggil Bibi Jungkook"
" Oh Imo, kenapa baru datang?? Tanya Jungkook"
" Maaf, Imo harus menunggu Samchon kamu.. apa Youra ingin bersama Imo sayang??? Tanyanya"
Youra menolak untuk ikut, Dia memang seperti itu, malu dengan orang yang tidak biasa bertemu..
" Oke oke.. Imo tidak akan mengajaknya.. oh ya, kemana istri kamu???
" Ada di dapur.. sebentar aku akan panggilkan.. Ucap Jungkook"
" Biar Imo yang kesana..
Nari masih menyiapkan beberapa masakan untuk makan siang hari ini.. memang Ibu hanya di bantu Nari untuk menghidangkan makanan untuk para tamu..
" Oh Imo.. apa kabar.. Ucap Nari"
" Baik nak.. bagaimana kabar kamu?? Kenapa tidak ke rumah Imo??? Tanyanya"
" ah maaf Imo, Nari baru sampai kemarin dan Youra sedang rewel.. apalagi Ibu tidak ada yang membantu.. Ucap Nari"
" Makanya Youra tidak mau aku ajak tadi.. oh ya, Nari aa.. Cake Roll buatan kamu enak.. terima kasih ya kemarin sudah kirimkan ke Imo.. aku sangat menyukainya.. nanti kalo ada yang pesan, Imo akan bilang padamu.. Ucapnya"
" Ah iya Imo.. syukurlah kalo Imo suka.. Ucap Nari"
Dia bibi Jungkook dari sang Ayah.. Nari dekat dengannya.. sesekali Dia akan mengirim pesan kepada Bibi Jungkook..
" Sayang, biar aku yang menyuapi Youra makan.. Ucap Jungkook"
" Oh iya.. aku akan buatkan bubur untuknya.. sebentar.. Ucap Nari"
Karena usianya sudah 6 bulan 3 minggu, Youra sudah mencoba untuk makan penambah Asi.. awalnya Youra tidak mau.. mungkin karena rasanya tapi setelah beberapa hari Dia mulai mau..
" Oke, Youra makan sama Ayah dulu ya.. Ucap Nari sambil memberikan bubur untuk Youra"
" Ba.. ba.. ba.. Ucapnya sambil merentangkan tangan minta untuk ikut"
" Biarkan aku yang menyuapinya.. Ucap Jungkook"
Seharian di sibukkan dengan acara keluarga Jeon, Nari merebahkan tubuhnya di tempat tidur.. rasanya lelah sekali, sejak pagi sampai selesai makan malam Dia membantu di dapur.. walau ada yang membantu pekerjaannya tapi Nari tetap melakukan pekerjaannya sampai selesai..
Tak terasa Dia mulai mengantuk dan tertidur di tempat tidurnya.. Youra sendiri sudah tidur di sampingnya..
Selesai berbincang dengan Ayahnya, Jungkook kemudian masuk kamar dan melihat Nari yang tertidur di samping Youra..
Jungkook berjalan ke arah Nari dan membenarkan posisi tidurnya.. menyelimuti tubuh Nari kemudian mencium kening Nari..
.
.
.
.
.
.
Nari terbangun karena Youra yang menangis.. Nari segera bangun dan memberikan Asi kepadanya..
Nari yang memang masih mengantuk dan lelah merasa kepalanya berdenyut..
" Kembali tidur ya nak.. Ucap Nari"
Nari mencoba menenangkan Youra sampai Dia kembali tertidur..
Nari terduduk di sofa di sudut kamar dengan Youra yang masih di pelukannya, Nari tertidur dengan posisi duduk..
🐰🐰
Tak lama Jungkook terbangun karena merasa tidak ada Youra dan Nari di sampingnya.. saat bangun dan melihat sekitar, Jungkook melihat istrinya yang sedang tertidur di sofa tak jauh dari tempat tidurnya..
Jungkook mencoba mengangkat tubuh Youra perlahan dan membaringkan ke tempat tidur.. Dia juga memindahkan Nari ke tempat tidur.. sepertinya Nari benar benar lelah.. Dia tetap tenang saat Jungkook mengangkat perlahan tubuhnya..
" Maafkan aku.. Ucap Jungkook pelan kemudian mencium kening para malaikatnya itu"
Keesokan harinya..
Saat Nari terbangun, dia melihat Jungkook dan Youra tidak ada di sampingnya.. Nari segera turun dari tempat tidurnya dan berjalan mencari mereka..
" Maaf Bu, Nari kesiangan.. Ucap Nari"
" Tidak apapa sayang..
" Youra dan Oppa kemana Bu?? Tanya Nari"
" Mereka sedang berjalan jalan.. kembalilah tidur.. Youra juga tidak menangis.. Ibu sudah membuatkan sarapan untuknya tadi jadi kembalilah tidur.. Ucap Ibu Jungkook"
" Tidak Bu.. sebaiknya Nari mandi dulu.. Ucap Nari"
Nari berjalan kembali ke dalam kamar.. kepala dan perut masih saja sakit sejak pagi tadi..
.
.
.
.
" Kamu sudah bangun sayang.. Ucap Jungkook"
" Ah iya Oppa.. apa Youra sudah mandi??? Tanya Nari"
" Belum, tapi Youra tetap wangi Bu.. Ucap Jungkook"
" Ya sudah Nari siapkan air untuk Youra mandi.. Ucap Nari"
Saat baru berdiri dan akan berjalan, tubuh Nari sedikit oleng, kepalanya terasa berputar.. Jungkook dengan sigap memegangi tubuh Nari dengan satu tangan yang memegang Youra..
" Aku baik baik saja Oppa.. Ucapnya"
" Ayah, tolong ajak Youra.. aku akan membantu Nari.. Ucap Jungkook"
" Ah iya nak.. Ucap Ayah Jungkook sambil mengambil Youra dalam gendongannya"
" Apa kamu sudah meminum obat kamu?? Tanya Jungkook"
" Sudah Oppa..
Seperti tau Ibunya sedang sakit.. Youra menangis saat bersama Ayah Jungkook..
Hubungan batin Ibu dan anak itu memang sangat kuat..
Jungkook membantu Nari untuk berbaring di kamarnya..
Nari memang kelelahan, sejak kemarin sebelum dia berangkat ke Busan saja Nari harus membuatkan pesanan Cake dan belum lagi beberapa hari ini Youra rewel karena sindrom giginya yang akan tumbuh.. saat malam Youra akan terbangun dan otomatis tidur Nari juga ikut terganggu, dengan kondisi tubuhnya yang naik turun tapi Nari tetap harus kuat untuk anaknya..
💜
by: nyemoetdz
08/06/2020