Pawang Tuan Impoten

Pawang Tuan Impoten
PTI BAB 92 - Menerimanya



Sebelumnya, asisten Mike dicecar habis-habisan oleh pak kades setelah membuat video pernyataan cintanya.


"Jadi, perempuan yang kau cintai itu adalah bu presdir? ibu kandung bosmu sendiri?" tanya Theo.


"Benar, pak kades. Saya benar-benar mencintai nyonya Rebecca," jawab Mike dengan tegas.


"Apa kau mempunyai kelainan?" tanya Theo memastikan.


Mike menggelengkan kepalanya. "Saya tidak mempunyai kelainan hanya saja saat tuan Schweinsteiger meninggal, saya merasa mempunyai tanggung jawab untuk melindungi nyonya Rebecca dan tuan muda Zester" jelasnya.


"Jadi, rasa tanggung jawab itu berubah jadi cinta?" tanya Theo lagi.


"Benar," jawab Mike.


Theo tidak habis pikir akan ada versi dirinya, dia sangat tahu apa yang dirasakan Mike, mencintai wanita yang lebih tua dan tidak peduli dengan apapun mengenai wanita itu.


"Bukankah Mike seperti Theo versi tua?" bisik Megan mendekati suaminya.


"Sepertinya begitu, Theo yang tergila-gila dengan Megan," balas Theo dengan kekehan. Dia sudah tidak bisa berkomentar lagi.


Sekarang giliran Megan yang bertanya pada lelaki itu.


"Apa kau yakin videonya ingin di upload? Kalau kau sampai ditolak lagi, kau harus siap-siap malu," Megan memberi peringatan.


"Saya sudah siap dengan apapun resikonya, bu kades," ucap Mike yakin.


Agam dan Ara yang tengah mengedit video mendengar semuanya, mereka saling pandang satu sama lain.


"Bagaimana ini, Mbak?" tanya Agam.


"Mbak juga bingung, apa Zee akan menerima asistennya jadi daddy barunya?" Ara tidak bisa berpikir dengan jernih.


"Kakak ipar pasti setuju, itu prediksiku apalagi dia sudah melihat proses melahirkan seperti apa," balas Agam.


"Astaga, adikku sudah memanggil kakak ipar jadi suka mempunyai kakak ipar bule?" tanya Ara. Dia tahu Agam itu biasanya cuek kalau dia merespon seperti ini artinya Agam menyukai Zester.


Agam tidak menjawab, mungkin memang anak itu mempunyai pikiran atau ada yang lihatnya sendiri.


"Kita upload saja," Ara akhirnya memberi keputusan.


Dan video pernyataan cinta Mike di upload hari itu juga. Entah bagaimana hasilnya nanti, Mike bersiap-siap kembali dengan membawa beras cintanya.


"Aku akan ikut," ucap Ara. Gadis itu langsung bersiap kembali ke kota.


Hari itu, Ara dan Mike kembali ke kota, mereka langsung menuju mansion Schweinsteiger.


Sementara Rebecca tengah menonton video terbaru yang baru diunggah di chanel youtube Megan.


Bohong kalau Rebecca merasa tidak tersentuh sama sekali, perempuan itu sampai meneteskan air matanya. Dia selama ini berusaha keras menolak Mike, dia memikirkan perasaan Zester.


Video itu kembali viral dan Ara minta bantuan Clarisa supaya Zester jangan sampai tahu dulu, gadis itu tidak mau terjadi keributan lagi.


Saat sampai di mansion Schweinsteiger, Mike turun dari mobil dengan memikul beras cintanya masuk ke dalam mansion.


"Becca..." panggil Mike ketika sudah masuk ke dalam.


Rebecca mengurung diri di kamar dan tidak mau menemui lelaki itu jadi Mike hanya bisa berbicara di depan pintu kamar.


"Aku tahu, kau pasti sudah melihat videoku masuk kampung jadi apa kau mau menerima beras cintaku?" tanya Mike.


"Pergilah, Mike!" Rebecca mengusir lelaki itu dari balik pintu.


"Aku tidak akan pergi sebelum melihat wajahmu," Mike bersikeras.


"Kenapa kau lakukan ini? Kau bisa mendapatkan lebih daripada aku, kau bisa memiliki keluarga impian, aku bahkan tidak bisa memberimu anak!" balas Rebecca dengan isak tangis.


"Becca, buka pintunya!" Mike yang mendengar tangisan perempuan itu jadi merasa cemas. "Keluarga impianku adalah keluarga yang bisa aku bangun bersamamu dan aku tidak peduli dengan keturunan!"


"Kita bisa membesarkan cucu bersama!"


Karena tidak mendapat respon lagi, Mike berniat mendobrak pintu.


Namun, ketika Mike mendorong pintu dengan tubuhnya, pintu justru dibuka oleh Rebecca yang otomatis membuat tubuh besarnya menabrak perempuan itu sampai jatuh ke lantai.


Tangan Mike dengan sigap meraih kepala Rebecca supaya tidak terbentur lantai dan dia mendekap tubuh perempuan itu ke pelukannya.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Mike saat tubuh mereka sudah terjatuh ke lantai.


"Apa ini artinya kau menerima beras cintanya?"


"Bodoh!" Rebecca menarik kerah baju lelaki itu kemudian menciumnya.


Ara yang khawatir ingin menyusul Mike tapi ditahan oleh kepala pelayan.


"Sebaiknya Nona jangan naik ke kamar Nyonya," ucap kepala pelayan itu.


Dari situ Ara sudah bisa berpikir kalau ada hal yang tidak boleh dia lihat.


Bersamaan dengan itu, pengawal yang berjaga di depan mansion memberi laporan jika Zester datang.


Ara buru-buru berlari keluar untuk mencegah Zester masuk.


"Ada apa, Yank?" tanya Zester bingung.


_


Ada yang lagi cocok tanam, Zee🙈