
Flashback on
"Aku bosan makan masakan sisa dari penginapan," ucap Riri kecil sambil melempar makanan yang diberi ibunya.
"Riri, jangan melempar makanan seperti itu, kita harus bersyukur karena kepala koki masih berbaik hati membiarkan kita membawa makanan sisa dari catering penginapan," Ibu Riri kembali memunguti makanan yang dilempar putrinya.
Pada saat itu umur Riri masih sepuluh tahun tapi dia harus menghabiskan waktunya di salah satu penginapan karena orang tuanya yang menjadi petugas kebersihan di sana.
"Aku ingin boneka yang waktu itu, sebenarnya kapan ibu gajihan?" Riri kembali protes.
"Gaji bulan ini untuk bayar sewa rumah dan bayar hutang di warung jadi tidak bisa beli boneka dulu," jawab ibunya.
Karena kesal, Riri berjalan-jalan keluar, dia ingin bermain di pantai yang ada di penginapan itu. Tapi, saat dia sampai Riri melihat seorang anak perempuan yang tengah membantu seseorang untuk keluar dari air pantai.
Dengan tubuh kecilnya, anak perempuan itu akhirnya berhasil membuat seorang pemuda keluar dari air pantai tapi tampaknya pemuda itu tak sadarkan diri.
Saat anak perempuan itu pergi mencari bantuan, Riri mencoba mendekat dan melihat ternyata pemuda yang tergeletak itu adalah seorang bule.
Riri berpikir pasti jika dia membantunya akan mendapat imbalan, setidaknya dia akan makan enak dan bisa membeli boneka yang dia inginkan.
Jadi, Riri berlari ke pantai untuk membasahi diri kemudian kembali pada pemuda bule yang masih tergeletak.
"Zee... Zee..."
Terdengar suara memanggil nama seseorang, sepertinya itu dari keluarga pemuda bule itu.
Riri lalu berteriak supaya orang-orang itu datang padanya. "Di sini, di sini, tolong!"
Tak lama Rebecca dan para pengawalnya mendatangi Riri yang bersama Zester muda.
"Oh, Zee... Apa yang sebenarnya terjadi?" Rebecca semakin panik melihat putranya. Padahal tujuan mereka ingin berlibur untuk mengukir kenangan manis karena bulan itu adalah bulan kematian tuan Schweinsteiger.
Zester langsung dibawa ke rumah sakit dan Riri ikut ke sana.
"Siapa namamu? Kau yang menyelamatkan anakku, 'kan?" tanya Rebecca.
"Iya Tante," jawab Riri berdusta.
Riri menunggu sampai Zester membuka matanya dan ketika pemuda itu sadar, hal pertama kali yang dilihatnya adalah dirinya.
Hari itu, Riri tidak menyangka kalau hidupnya akan berubah seratus delapan puluh derajat, yang awalnya dia hanya ingin makanan enak dan boneka, ternyata Riri bisa mendapatkan lebih dari itu.
Mulai detik itu juga, Riri bersumpah akan menjaga rahasia itu rapat-rapat supaya dia dan keluarganya bisa keluar dari garis kemiskinan.
Sepuluh tahun dia hidup berkecukupan, orang tuanya bisa membuka usaha dan dia bisa belajar di sekolah mahal serta bergaul dengan orang-orang kaya yang dulu di luar jangkauannya.
Riri berharap Zester bisa menyukainya jadi dia melakukan segala cara dan memberikan perhatian lebih pada calon suaminya itu. Tapi, sayang sekali pada saat itu Zester lebih sibuk mengambil alih perusahaan daripada berkencan dengannya.
Mulai dari situ, Riri mencari kesenangan sendiri, dia mulai bergaul dan mengenal obat-obatan terlarang.
Hal itu terus diperhatikan oleh Rebecca, wanita itu akhirnya melakukan penyelidikan menyeluruh karena pengeluaran uang Riri yang membengkak.
Pada saat mabuk dan sakaw, Riri tanpa sadar memaki Zester karena waktu itu mengundur pernikahan mereka.
"Beraninya kau mencampakkan aku seperti ini, Zee!"
"Kita harus cepat menikah, jangan hanya bisa membuat janji tapi tidak bisa kau tepati!"
"Bertahun-tahun aku bertahan, seharusnya aku bisa mendapatkan lebih daripada ini!"
"Hahaha... kau harus tetap percaya padaku sampai akhir, kau harus percaya kalau aku gadis penolongmu!"
Rebecca sudah hilang kesabarannya, dia ingin membatalkan rencana pernikahan dan berbicara pada Zester.
Tapi, rupanya Riri selama ini sudah mempersiapkan kartu cadangan kalau kartu As-nya terbongkar.
Skandal perselingkuhannya dengan Ismail diketahui oleh perempuan itu, siapa lagi kalau bukan dari mata-mata kantor yang dibayar oleh Riri.
Dia bahkan mempunyai video saat Rebecca dan Ismail main serong di kantor. Hal itu digunakan Riri untuk mengancamnya.
Sampai akhirnya Ismail memutuskan untuk menjauh dan resign dari perusahaan karena lelaki itu memilih istrinya yang tengah mengandung anaknya.
Tanpa Rebecca ketahui, Riri sudah menyiapkan rencana supaya kartu cadangan semakin kuat.
Ismail tidak bisa langsung resign karena kontrak kerjanya tinggal satu bulan lagi. Hari itu tanpa dia ketahui minumannya sudah ditaruh obat yang membuatnya tidak bisa fokus saat bekerja, alhasil Ismail terkena alat berat sampai merenggang nyawa.
"Ini pasti karenamu, Mom!" Riri menyalahkan Rebecca atas kecelakaan kerja itu.
Karena takut skandalnya terbongkar, Rebecca mencoba menutup kasus dan menghilangkan semua hal yang berkaitan dengan Ismail.
Bahkan melakukan pengancaman sampai Bu Sutopo pergi jauh dan tidak mau berurusan dengan perusahaan tempat anaknya bekerja.
Flashback off
Sekarang, hanya kekuasaan yang bisa menutupi tangan kotornya. Riri harus menikah dengan Zester supaya mempunyai kekuatan sebagai nyonya Schweinsteiger.
"Aku tidak akan membiarkan gadis itu mengacaukan segalanya!" geram Riri pada Ara.