Pawang Tuan Impoten

Pawang Tuan Impoten
BAB Spesial - Kaizen & Shiren



Sesampai di sekolah seperti biasa, Shiren dan Kaizen akan berpisah di parkiran walaupun mereka satu kelas.


"Aku harus cepat menyalin PR di bukuku, Kai! Kau pasti tidak mengerjakan PR lagi, 'kan? Dasar pemalas," ucap Shiren sebelum pergi.


Kaizen tidak membalas, dia hanya melihat punggung gadis itu yang semakin menjauhinya.


Sebelum masuk kelas, Kaizen menyempatkan diri ke ruang musik untuk menyapa anggota bandnya yang sudah menunggu kedatangannya sedari tadi.


Yah, Kaizen mempunyai bakat bermusik karena dari kecil sudah diajari oleh opa gulanya.


"Kai..." panggil salah satu anggota.


"Bagaimana? Apa kalian setuju usulku?" tanya Kaizen pada teman-teman bandnya.


Kaizen memberi usul pada grup bandnya untuk melakukan kompetisi musik, pemuda itu ingin menghasilkan uang dari usaha kerasnya sendiri. Dia ingin memberi kado untuk Shiren dan menyatakan perasaannya yang selama ini dia pendam.


Setiap tahun mereka selalu merayakan ulang tahun bersama dan saling bertukar kado tapi kali ini Kaizen ingin memberi sesuatu yang berbeda.


"Kami setuju, sepertinya lagu demo kita harus cepat diselesaikan," jawab para anggota.


Kaizen tersenyum puas, dia harus bisa juara supaya mendapatkan uang dari kompetisi musik itu.


Tak lama terdengar suara gaduh di lapangan upacara sekolah, Kaizen dan teman-teman bandnya melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Ternyata cowok paling populer di sekolah tengah menyatakan cinta pada salah satu gadis paling cantik di sekolah.


"Shiren..." batin Kaizen panik.


Untuk kesekian kalinya, gadis itu ditembak oleh seseorang. Kaizen segera mendatangi mereka sebelum terlambat.


"Bagaimana, Shiren?" tanya cowok ganteng itu.


Shiren jadi bingung karena ditembak di tempat umum begitu, kalau Shiren tolak pasti dia akan dibilang sok kecantikan.


"Apa jawabannya harus sekarang?" tanya Shiren.


"Tentu saja, aku sudah menyukaimu dari kelas satu jadi..." cowok ganteng itu tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena merasa kedua pundaknya diremas seseorang dari belakang.


Ketika dia menoleh ke belakang sudah ada Kaizen dengan tatapan galaknya.


"Apa yang kau lakukan, hah!?" bentak Kaizen.


"Kau sengaja menembak di tempat umum begini supaya diterima Shiren, 'kan? Kau akan membuatnya merasa terbebani, bodoh!"


Kaizen berusaha membubarkan semua kerumunan dan tak lama bel sekolah berbunyi.


Pemuda itu menarik tangan Shiren untuk masuk ke dalam kelas.


"Thanks Kai, kau memang sahabat yang pengertian. Aku hampir saja menerimanya tadi," ucap Shiren.


Kaizen merasa tidak suka mendengarnya. "Kau akan menerimanya lalu memutuskannya di belakang?"


"Iya begitu," jawab Shiren.


"Kalau tidak suka langsung tolak dengan tegas, jangan tidak enak hati terus, hal itu bisa dimanfaatkan orang lain dan jadi kelemahanmu," ucap Kaizen.


Shiren senyum-senyum sendiri, dia pasti akan mengingat kata-kata Kaizen yang jarang sekali bijak seperti itu.


Sesampai di kelas, Shiren memberikan buku biologinya pada Kaizen.


"PR nya sudah aku kerjakan," ucap Shiren dengan kerlingan mata.


Sial! Shiren jadi memancing Kaizen terkena serangan jantung.


"Kalau dia semakin imut begitu, aku jadi ingin menciumnya," batin Kaizen.


Tak lama guru mata pelajaran biologi datang, alih-alih meminta mengumpulkan PR, guru itu justru memberikan ulangan harian dadakan.


Satu kelas berseru melakukan protes tapi keputusan sudah tidak bisa diganggu gugat.


"Kerjakan dalam waktu 45 menit!"


Kaizen melirik ke arah Shiren yang tampak serius mengerjakan soalnya, dia tersenyum miring dan berharap gadis itu mendapat nilai tinggi di kelasnya dan peringkat satu lagi.


Sebenarnya Kaizen tidak bodoh, dia hanya ingin mengalah pada Shiren.


Dulu sewaktu kecil, Shiren pernah menangis karena nilainya jelek. Mulai dari situ, Kaizen tidak mau menjadi saingan Shiren dan sengaja menjawab pertanyaan dengan jawaban salah walaupun dia tahu jawaban yang benar.


"Mommy mau aku mendapat nilai 60, 'kan?" gumam Kaizen seraya menghitung soal mana saja yang harus dia jawab dengan tepat.


_


Demi ayang, Kai rela nilainya jelek ges🤣