Pawang Tuan Impoten

Pawang Tuan Impoten
PTI BAB 110 - Belum Terbiasa



Ara melihat kapal pesiar di depannya tapi anehnya kapal pesiar itu tidak ada penumpang lain selain dirinya dan Zester.


"Ini kapal pesiar hadiah pernikahan dari kolega bisnisku, Yank," jelas Zester sebelum istrinya bertanya-tanya.


"Hadiahnya kapal pesiar?" Ara merasa tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Dia mempunyai perusahaan kapal pesiar jadi memberikan aku satu sebagai hadiah," Zester meraih tangan istrinya ketika akan naik ke kapal pesiar itu.


Tangan Zester tampak bergetar karena masih takut dengan lautan.


"Aku akan selalu bersamamu," ucap Ara supaya Zester tenang.


Memang beginilah seharusnya pasangan, harus saling melengkapi.


Mereka pun naik dan Zester membawa Ara ke kamar yang ada di kapal pesiar itu.


"Kalau tahu begini, kita kan bisa mengajak semua keluarga," komentar Ara.


"Kita kan mau bulan madu bukan liburan keluarga," balas Zester.


Lelaki itu kemudian menggandeng tangan Ara untuk pergi ke atap kapal yang cuaca di luar tampak gerimis.


"Kau tidak takut laut lagi, 'kan?" tanya Ara.


"Selama bersamamu tidak akan takut lagi," jawab Zester.


Pasangan suami istri itu bermain di bawah hujan dengan menari mesra bersama.


"Apa kau bahagia?" tanya Zester.


"Tentu saja bahagia," jawab Ara tanpa ragu.


"Aku ingin pernikahan kita akan seperti ini walaupun ada banyaknya masalah nanti tapi aku ingin kita tidak saling membenci," ungkap Zester seraya menarik pinggang istrinya.


"Seperti katamu, kita akan saling menggenggam," balas Ara.


Mereka pun berciuman di tengah hujan, rasanya dunia seperti milik berdua.


"Ayo masuk, nanti istriku sakit," ajak Zester.


Keduanya sudah basah kuyup, Ara masuk ke kamar duluan sementara Zester menuju dapur untuk memesan menu yang bisa menghangatkan tubuh.


"Aku terlalu gegabah membawa istriku hujan-hujanan, aku takut dia sakit," ungkap Zester pada kepala koki.


"Untuk pengantin baru justru itu hal yang romantis," tanggap kepala koki itu.


"Sakit yang romantis?" gumam Zester. Baru kali ini dia mendengarnya.


"Apalagi wanita muda itu suka dengan pria yang memuaskannya di atas ranjang," tambah kepala koki.


Zester kembali ke kamar dengan beberapa makanan hangat, pada saat itu Ara sudah selesai mandi dan bersembunyi di dalam selimut karena kedinginan.


"Makan dulu, Yank," ucap Zester.


"Aku mau makan sup," Ara melihat makanan berkuah di sana.


Sepanjang Ara makan, Zester terus memandangi istrinya.


"Melihatku tidak membuat kenyang," ucap Ara jadi risih.


"Aku teringat kata-kata kepala koki di dapur tadi, katanya wanita muda suka pria yang suka memuaskannya di atas ranjang," jelas Zester.


"Teori dari mana itu?" Ara tak habis pikir. Dia kan masih belum berpengalaman tapi ada sesuatu yang ingin dicobanya.


Ara berdehem dan mengungkapkan keinginannya untuk main kuda-kudaan.


"Oh, istriku ingin di atas," Zester langsung cepat tanggap.


Lelaki itu pun berbaring dengan pasrah malam itu, dia siap jadi kuda untuk istrinya.


"Ayo Yank!" ajak Zester sudah tidak sabar.


Dengan gugup Ara mencoba naik ke perut suaminya, dia mendapat pelajaran dari Megan dan Rebecca kalau harus bisa mengimbangi suami. Jangan hanya bisa menerima saja tapi harus ikut bermain.


Ular Zester sudah kembali bangun, Ara sampai meringis ketika mencoba memasukkan benda itu padahal baru ujungnya saja.


"Ukurannya tidak main-main," batin Ara yang masih belum terbiasa.


_


Lama-lama biasa kok mbak Ara🙈


Othor bawa rekomendasi karya baru, jangan lupa diserbu ya ayang2ku...


Judul : Dihamili Kembaran Suami


Napen : Itta Haruka07



Blurb :


Tiga tahun menikah, Aize akhirnya dinyatakan hamil di saat suaminya, Cakra, divonis memiliki masalah kesuburan. Aize tak pernah berselingkuh, dia selalu setia dengan pernikahannya dan tak pernah menjalin hubungan dengan pria mana pun, sehingga dia yakin anak dalam kandungannya adalah anak sang suami.


Namun, saat Aize tengah berbahagia menantikan kelahiran anaknya, pria yang mengaku telah menghamili muncul. Dia adalah, Biru saudara kembar Cakra yang selama ini tak pernah Aize dan Cakra kenal. Tiba-tiba saja dia datang membawa dendam untuk Cakra atas kesalahan orang tua mereka di masa lalu.


Akankah Aize bersikap jujur pada Cakra tentang Biru yang menghamilinya? Apakah Carkra akan menerima anak dari orang lain yang telah menikmati tubuh istrinya?