Pawang Tuan Impoten

Pawang Tuan Impoten
PTI BAB 80 - Tanda Cinta



"Dia itu sudah punya segalanya jadi saya hanya bisa memberi ketulusan," asisten Mike menambah curhatannya.


Biasanya dia bisa sabar tapi karena melihat sekelilingnya bisa mendapatkan cinta mereka, Mike ingin mencoba lagi.


"Sebenarnya siapa perempuan itu?" tanya Zester jadi penasaran.


Tidak mungkin Mike memberitahu Zester, pasti dia akan dihajar habis-habisan oleh bosnya itu.


"Mungkin nasib saya memang menjadi jomblo abadi jadi saya akan terima," Mike mulai putus asa lagi.


"Jadi kau akan galau selamanya? Itu sangat mengganggu..." Zester protes karena dia sangat membutuhkan orang kompeten dan bisa dipercaya seperti Mike.


"Kata Ara sebentar lagi musim panen di kampungnya, padi yang kau tanam itu bisa jadi bukti ketulusanmu apalagi kalau kau memanen dan menggilingnya sendiri ditambah ada tanda tangan pak kades dan bu kades pasti orang yang kau sukai itu menerimanya!"


Ide Zester itu terdengar gila tapi Mike jadi bersemangat karena Rebecca yang seorang fans garis keras Megan, apapun mengenai kampung Suka Maju pasti perempuan itu suka.


"Itu adalah ide yang fantastis, Tuan. Saya akan pergi ke kampung Suka Maju saat musim panen tiba, tolong bicara pada nona Ara untuk meninggalkan petak padi yang saya tanam," balas Mike kemudian.


"Sekarang kau punya semangat hidup, 'kan? Aku memberimu libur hari ini saja, cutimu bisa kau ambil saat musim panen nanti," Zester mencoba bernegoisasi.


Dan Mike langsung setuju.


"Ada-ada saja," gumam Zester ketika keluar dari apartemen asistennya. Dia melihat jam tangan di pergelangan tangannya, sepertinya masih ada waktu untuk menjemput Ara ke kampus.


"Aku sudah merindukan putri duyung kecil itu!"


Akhirnya Zester membuat kejutan untuk menjemput kekasihnya.


Pada saat itu Ara masih berdiskusi dengan teman-temannya tentang tugas dari dosen yang menumpuk.


"Bagaimana kalau kalian menginap di apartemenku supaya kita bisa mempunyai waktu lebih banyak?" usul Ara.


Tentu saja teman-temannya tidak menolak justru Zester yang merasa keberatan.


"Kenapa?" tanya Ara ketika selesai bercerita.


"Aku mulai menyukai cooking date itu dan malam ini rencananya aku ingin menunjukkan keahlianku memasak," jelas lelaki itu.


"Kita kan masih punya waktu banyak, lain kali saja, ya," Ara mengelus tangan Zester supaya tidak marah.


Mungkin Zester terlalu sensitif jadi dia mencoba mengerti, dia mengalihkan pembicaraan mengenai Mike yang akan ikut panen padi.


Ara tertawa mendengarnya, mungkin hanya Mike yang ingin mengutarakan cinta dengan butir-butir padi yang ditanam sendiri.


"Aku jadi semakin penasaran siapa wanita yang disukai asisten Mike, yang jelas wanita itu pasti independent woman yang tidak butuh siapapun," ucap Ara.


Sebenarnya Zester juga penasaran tapi dia lebih memilih diam karena dia tidak mau terlalu kepo.


"Loh, kita mau ke mana?" tanya Ara yang sadar kalau Zester mengambil jalan berlawanan dari arah apartemennya.


"Aku ingin mampir ke mansion mommy ku dulu, ada beberapa pekerjaan yang harus aku bicarakan dengan presdir," jelas Zester.


"Kita tidak bawa oleh-oleh?" tanya Ara. Dia tidak mau berkunjung dengan tangan kosong.


"Tidak perlu, Beib. Kedatanganmu saja sudah membuat mommy senang, dia itu sudah kebelet mau punya menantu," balas Zester.


"Anaknya juga kebelet kawin," timpal Ara dengan kekehan.


"Jangan memancingku, ya. Abang ganteng ini sudah menahan diri," ucap Zester yang memang mengurangi tingkat mesumnya.


Ketika mereka sampai, ada hal aneh karena Rebecca tidak mau menemui mereka.


"Ada calon menantunya datang, apa kau yakin?" tanya Zester pada kepala pelayan mansion.


"Nyonya terkena penyakit cacar jadi takut menular, Tuan Muda," jawab pelayan itu.


Bukannya apa, tubuh Rebecca memang penuh dengan bercak merah tapi bukan karena cacar melainkan bercak merah buatan Mike.


"Katanya masih perjaka dan tidak punya pengalaman tapi lihatlah tubuhku ini," gerutu Rebecca yang melihat tubuhnya di depan cermin. Dari leher, dada, perut, dan paha bahkan bokongnya penuh tanda cinta dari Mike bahkan beberapa gigitan dari lelaki patah hati itu.