Pawang Tuan Impoten

Pawang Tuan Impoten
PTI BAB 51 - Bukti Baru



Sikap Zester berbeda jauh dengan sikapnya pada Riri, jika kemarin dia seperti ogah-ogahan kali ini lelaki itu begitu bersemangat untuk mengajak Ara menikah.


Dan Ara sudah lama tidak melihat Zester menyombongkan diri dan angkuh.


Ternyata sedikit demi sedikit Zester sudah mulai berubah.


Bagus sih tapi sekarang lelaki itu jadi menunjukkan obsesinya karena jatuh cinta dengan anak pak kades.


"Kita jalani saja dulu, jangan memikirkan hal yang belum terjadi," ucap Ara supaya Zester berhenti bersikap berlebihan.


Dari kalimat itu Zester langsung sadar kalau dia sudah terlalu lebay. Dia jadi takut, Ara akan illfeel padanya.


"Tapi, kau sepakat untuk sering kencan, 'kan? Setidaknya seminggu tiga kali," balas Zester penuh harap.


"Kalau itu bisa dipikirkan tapi bersihkan namaku dulu di kantormu," pinta Ara.


"Tenang saja, kita manfaatkan penyebar gosip itu," ucap Zester yang sebenarnya sudah memikirkan hal itu.


Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan dan memang benar kalau lambe turah itu janji temu bersama Riri.


"Bagaimana caranya kita masuk tapi tidak ketahuan?" tanya Ara. Dia ingin mendengar pembicaraan mereka berdua.


"Kita tunggu di mobil saja, orang yang ku bayar itu adalah detective swasta, dia akan menyadap dan merekam pembicaraan mereka," jelas Zester.


Ara mengikuti rencana Zester untuk menunggu di dalam mobil, memang benar mereka harus mencari bukti supaya bisa menuntut Riri dan mengancam perempuan itu untuk memberikan file asli rekaman skandal Rebecca.


Setelah menunggu beberapa saat, Riri keluar duluan kemudian tak lama lambe turah kantor yang akan kembali bekerja.


Zester menghubungi detective swasta yang disewanya, mereka janjian bertemu di jalan yang sepi untuk memberikan rekaman pembicaraan kedua orang itu.


"Ada kejutan, Bos," ucap detective swasta itu seraya memberikan alat perekamnya pada Zester.


"Aku akan mendengarkannya dan cek rekeningmu," Zester menerima alat itu dan tidak sabar untuk mendengarkan isinya.


"Ara, kau bisa pulang. Aku bisa menangani ini sendiri," ucap Zester pada gadis itu.


"Apa kau yakin?" tanya Ara.


"Iya, kau bisa istirahat jadi tidak perlu kembali ke kantor," jawab Zester.


"Baiklah kalau begitu dan besok aku ada beberapa mata kuliah jadi tidak bisa masuk kantor," Ara memberitahu dan memberi peringatan supaya Zester tidak mengganggunya.


"Tapi, malam free, 'kan? Ayo makan malam bersama," ajak Zester.


"Akan aku pikirkan," balas Ara.


Hari itu mereka berpisah setelah Zester mengantar Ara pulang.


Dan Zester segera mendengarkan isi rekaman Riri dan lambe turah kantor seorang diri di dalam mobil.


Terdengar Riri tengah mempertanyakan gosip terbaru di kantor yang membicarakan bahwa Ara dan Zester sudah menghabiskan malam bersama.


"Dasar pembohong, katanya impoten tapi dia bisa bermain dengan wanita," ucap Riri kesal.


"Marvin, kau harus menangkap basah mereka saat bercinta. Akan lebih seru kalau aku juga mempunyai videonya, anak dan ibu yang terlibat skandal," Riri kemudian memberi perintah pada lambe turah yang bernama Marvin.


"Tapi, Nona..." Marvin meragu karena dia merasa tengah diawasi oleh asisten Mike.


"Kenapa? Kau takut?" tanya Riri.


"Sudah kepalang tanggung, kau bahkan sudah memberikan obat pada Ismail sampai dia bisa mengalami kecelakaan kerja. Kali ini, Zesla Group pasti ada di tangan kita dan kau adalah calon direktur berikutnya!"


Mendengar itu, Zester mengepalkan kedua tangannya. Ternyata selama tiga belas tahun dia memelihara parasit beracun.


"Selama ini aku sudah cukup bersabar, kau akan melihat Zester Schweinsteiger yang sesungguhnya," ucap Zester.