Pawang Tuan Impoten

Pawang Tuan Impoten
PTI BAB 43 - Ara-Ara Kimochi



Ara melihat mansion yang besar di depannya, dia harus siap menghadapi bu presdir dan Riri di dalam sana.


Dia benar-benar sudah masuk ke kehidupan Zester begitu dalam.


"Ayo kita masuk!" ajak Zester seraya menggandeng tangan Ara.


Hari ini setelah mendengar cerita dari Ara, Zester merasa ada bunga-bunga bermekaran di sekelilingnya. Dia merasa senang sampai membuatnya gila karena senyum-senyum sendiri sedari tadi.


Tapi, kalau mengingat Riri suasana hatinya langsung buruk. Lihat saja, dia pasti akan memberi perhitungan pada calon istri palsunya itu.


"Riri pasti sudah menghasut mommy ku supaya berada di pihaknya jadi kita harus menunjukkan kalau kita adalah sepasang kekasih sejati," ucap Zester sambil berjalan memasuki mansion.


"Kekasih sejati? Kenapa harus begitu? Aku tidak mau kebohongan dibalas dengan kebohongan," tolak Ara.


"Secara otomatis kita sudah menjadi sepasang kekasih," jelas Zester tanpa beban.


Pada saat itu, kepala pelayan menyambut kedatangan mereka dan memberitahu di mana nyonya besarnya menunggu.


Di ruang keluarga Rebecca dan Riri menunggu kedatangan kedua orang itu.


"Ternyata memang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya," sindir Riri terus menerus.


"Sepertinya Zee tidak selingkuh tapi memang baru sadar oleh kenyataan," Rebecca tidak mau kalah.


Saat melihat Ara dan Zester masuk, kedua perempuan berbeda usia itu langsung diam.


Tapi, mata Rebecca tampak berbinar karena dia sangat mengenal Ara. Dia adalah fans garis keras Megan dan melihat semua konten youtube mantan artis itu apalagi Megan sering membuat konten bersama anak gadisnya.


"Ara-Ara Kimochi, 'kan?" tanya Rebecca.


Ara jadi bingung karena perempuan bule itu mengenal nama panggilannya, ibunya suka memanggilnya seperti itu saat membuat konten youtube.


"Ibu pasti penontonnya Megan Sulistiyono," tebak Ara.


Dan suasana jadi tegang kembali apalagi Zester menatap Riri dengan tajam.


"Mommy pasti memanggilku karena berita panas yang terjadi di kantor, bukan?" tanya Zester.


"Sebelum itu, mommy harus tahu kalau Riri selama ini sudah menipu kita!"


Rebecca memasang wajah sinis padahal dalam hatinya dia menangis karena pasti dicap jahat oleh Ara dan harapannya bertemu Megan akan pupus.


"Apa kau punya buktinya kalau Riri menipu? Ini pasti cuma akal-akalanmu untuk menutupi skandal perselingkuhanmu," balas Rebecca.


"Untuk membuktikan, aku ingin Riri bercerita bagaimana dia menolongku dan apa yang dia lihat tiga belas tahun lalu," tantang Zester.


"Kenapa baru sekarang Zee? Ini pasti rencanamu supaya pernikahan kita mundur lagi, bukan?" tanggap Riri.


Ara berada di situasi yang rumit sekarang, dia harus mengambil tindakan supaya Riri tidak berkelit lagi.


"Kau saksi satu-satunya saat aku menolong Zee, saat aku mencari bantuan kau justru menggantikan peranku. Ini tidak ada hubungannya dengan rencana pernikahan dan perselingkuhan tapi kau menipu keluarga Schweinsteiger!" tegas Ara.


Riri menyenggol lengan Rebecca supaya perempuan itu membelanya.


"Jadi, kau ingin bilang kalau kau itu penolong Zee selama ini? Kenapa baru muncul sekarang kalau memang benar adanya?" tanya Rebecca.


"Karena aku baru mengenal Zee akhir-akhir ini dan asal tante tahu putramu yang mengejar-ngejarku sampai aku dipaksa magang di perusahaannya," jelas Ara. Dia tidak memakai kata saya karena situasinya memojokkan dirinya.


"Zee melakukan itu? Pasti karena kau yang menggodanya duluan, lebih baik kau mundur saja karena keluarga Schweinsteiger menolakmu!" balas Rebecca.


"Aku juga tidak mau menjadi menantu keluarga Schweinsteiger, memangnya kalian pikir aku tidak punya tipe suami dan mertua ideal," Ara tidak mau kalah.


"Aku hanya ingin mengungkap kebenaran dan tidak mau ada parasit yang memanfaatkan keadaan!"