
Sebenarnya rencana lamaran dan pernikahan sudah Zester bicarakan pada orang tuanya. Jadi, sekarang tugas Rebecca dan Mike untuk meyakinkan orang tua Ara.
Mereka membawa Theo dan Megan ke mansion.
"Rumahnya besar, seperti apa cara membersihkannya? Berapa tagihan listrik dan airnya?" gumam Agam penasaran.
"Ehem!" Theo berdehem supaya Agam tidak malu-maluin.
"Sudah aku bilang kan, Agam masuk SMA di kota saja," ucap Megan.
"Di kota hantunya justru semakin mengerikan, nanti kalau Agam sakit, siapa yang mengurusnya?" balas Theo.
Selama ini bukannya Theo pilih kasih, hanya saja Agam yang spesial kadang masih ketakutan jika melihat sesuatu yang mengerikan, tak jarang anak itu jadi panas tinggi.
"Kan ada Tini," ucap Megan yang menyebutkan nama teman tak kasat mata Agam.
Tini adalah kultilanak yang jadi bestie Agam, kadang hantu perempuan itu membantu Agam untuk mengusir hantu lain yang ingin mendekat.
"Jangan membicarakan Tini, dia itu pemalu," timpal Agam.
"Hantu memangnya bisa malu?" tanya Theo.
Pembicaraan keluarga itu membuat Mike dan Rebecca jadi merinding, suasana tiba-tiba jadi horor padahal mereka ingin membicarakan masalah pernikahan.
"Silahkan minum dulu," Rebecca mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Ini teh chamomile baik untuk kesehatan!"
Theo langsung teringat putrinya, dia menolak meminum teh pemberian Rebecca itu. "Sebenarnya dibawa ke mana anak gadis saya?"
"Kalau mau tahu jawabannya, minum dulu, pak kades," balas Mike.
Mau tidak mau Theo minum teh chamomile pemberian dari calon besannya, memang teh itu terasa nikmat dan memenangkan pikirannya.
"Jadi begini, putra kami membawa Ara untuk melamarnya, rencana pernikahannya September ini," jelas Mike.
"Untuk urusan acara pernikahan dan lain-lain, kami yang akan mengaturnya, kami sudah menyewa jasa wedding organizer yang timnya bisa merancang pernikahan di kampung dan kota, mau acaranya tujuh hari tujuh malam juga akan kami sanggupi," tambah Rebecca panjang lebar.
Theo dan Megan sampai speechless, memang mereka akan menikahkan anak mereka suatu hari nanti tapi ini terlalu cepat.
"Mbak Ara akan menikah?" Agam justru yang merespon duluan.
"Iya, kau senang, 'kan?" tanya Mike.
"Hantu mencuri makanan?" Mike kembali merinding.
"Saat ada acara pesta, banyak hantu yang datang untuk memakan sari-sari makanan di sana, itulah kenapa sering rasa makanan di pesta tidak enak walaupun pakai catering terkenal," jelas Agam.
"Agam, jangan bahas hantu. Ada yang lebih penting, mbak mu mau dinikahi bule kebelet kawin itu," Theo menimpali.
"Kalau aku sih terserah mbak Ara," balas Agam.
"Iya benar, kita tunggu jawaban Ara," Megan berusaha membujuk suaminya.
Theo merasa resah dan gelisah pasti Zester menggunakan segala cara supaya Ara mau menerima lamarannya.
Memang benar, malam harinya di penginapan Zester melakukan dinner romantis yang di akhiri dengan pesta kembang api.
"Dingin?" Zester melepas jasnya dan memakaikan jas itu ke tubuh Ara.
Ara masih fokus melihat kembang api di langit malam.
Mereka duduk berdua di pinggir pantai ditemani oleh deburan ombak.
"Zee, aku takut," ungkap Ara pada akhirnya.
"Aku juga takut, takut nantinya akan membuatmu kecewa tapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik," balas Zester.
Ara mengalihkan pandangannya untuk menatap Zester di sana, dia lalu menyenderkan kepalanya di pundak lelaki itu.
"Baiklah, aku mau menikah September ini," ucap Ara kemudian.
_
Zester : dengan restu readers semua akhirnya lamaran diterima di bab 100😭
Author : heleh, lu seneng kan karena bentar lagi mau melilit mbak Ara pake ulermu😏
Ilustrasi cincin sekrupnya Zee-Ara
Pakeknya pokoknya diputer2 dan dikunci gitu😅