Pawang Tuan Impoten

Pawang Tuan Impoten
BAB Spesial - Kaizen & Shiren



Kita juara!


Kaizen tersenyum bangga ketika membaca pesan dari grup chat bandnya.


Kemudian pemuda itu langsung mengeluarkan Kara dari grup chat itu yang membuat Kara merasa tidak terima.


"Aku yang sudah membuat grup band kita menang! Kenapa aku dikeluarkan!" protes Kara keesokan harinya.


"Karena aku tidak menerima anggota pembohong sepertimu," balas Kaizen.


"Apa yang kau katakan pada Shiren?"


Kara tertawa hambar di sana. "Lagi-lagi Shiren, kenapa harus kak Shiren yang terus kakak pikirkan!"


"Bukankah kau sudah tahu jawabannya kalau aku menyukai Shiren? Kali ini aku mengampunimu tapi kalau kau sampai berbuat hal yang menyakiti Shiren lagi, lihat saja apa yang bisa aku perbuat untuk membuatmu jatuh!" ancam Kaizen.


Kara menghentakkan kakinya ke lantai karena kesal, ternyata dia memang tidak mempunyai kesempatan sama sekali.


Selesai dengan urusan Kara, kini Kaizen membawa anggota bandnya untuk menemui Nathan.


Nathan dibawa ke belakang sekolah dan anggota band Kaizen memaksa pemuda itu melepas baju sampai menyisakan pakaian dalam saja.


"Kembalikan bajuku! Kembalikan!" teriak Nathan.


"Ternyata memang menyenangkan mengambil baju orang lain, ya," sindir Kaizen.


"Kau mau membuatku malu? Ayo cepat kembalikan!" pinta Nathan lagi.


"Wah, ternyata kau cukup tanggap juga," balas Kaizen.


"Bukankah itu yang kau lakukan pada Shiren?"


Nathan tidak bisa berkutik, dia memang salah memilih lawan dari awal. Zester adalah penyumbang terbesar di sekolah, bisa saja dia dikeluarkan dari sekolah begitu saja.


"Aku akan melakukan apapun asalkan bajuku dikembalikan!" ucap Nathan kemudian.


Hari itu, lapangan upacara kembali dipenuhi para siswa karena Nathan berlutut di sana untuk meminta maaf pada Shiren.


Nathan mengaku, dialah orang yang menyebarkan rumor buruk tentang Shiren dan dia juga menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Maafkan aku, Shiren," ucapnya.


Shiren yang mode galak mengambil satu sepatunya dan memukul Nathan di sana, supaya lelaki itu jera.


"Ini untuk air mata yang sudah aku keluarkan!" kata Shiren.


Kaizen tersenyum bangga karena Shiren membuang rasa tidak enak hatinya, sekali-kali memang kita harus melawan supaya tidak tertindas.


Sekarang pasti tidak akan ada lagi yang berani membuat masalah pada Shiren.


"Apa kau jauh lebih baik sekarang?" tanya Kaizen.


Shiren menganggukkan kepala. "Rasanya sadis tapi aku lega setelah memukul Nathan!"


Sepulang sekolah pemuda itu membawa Shiren ke mall, kali ini Kaizen akan menunjukkan perhatiannya. Dia menggandeng tangan Shiren layaknya sepasang kekasih.


Kaizen berhenti di toko perhiasan dan membeli gelang pasangan di sana.


"Ini aku beli dari jatahku menang kompetisi," ucap Kaizen seraya memasang gelang itu di pergelangan tangan Shiren.


Shiren merasa terharu, dia tidak menyangka kalau Kaizen perhatian seperti itu padanya.


"Kai..." panggilnya.


"Apa maksud semua ini?"


"Sekarang kita pasangan," jawab Kaizen seraya mengangkat tangannya yang sudah terpasang gelang yang sama.


"Pasangan?" tanya Shiren malu-malu.


Kaizen harus mencari tempat sepi jadi pemuda itu mengajak Shiren untuk masuk ke dalam foto box. Di sana Kaizen mengungkapkan rasa cintanya.


"Selama ini aku menyukaimu, Shiren. Bukan sebagai tetangga, teman kecil, sahabat atau saudara tapi sebagai seorang wanita. Aku selalu ragu bicara jujur karena takut cintaku bertepuk sebelah tangan dan hubungan kita jadi putus begitu saja," ungkap Kaizen.


Jantung Shiren langsung berdebar tak karuan, dia sekarang sudah yakin dengan perasaannya ketika pemuda itu mengungkapkan perasaan seperti ini.


"Kai, cintamu tidak bertepuk sebelah tangan. Aku menyadari rasa sukaku ketika Kara berbohong padaku, aku marah dan rasanya ingin berteriak dengan keras di bawah hujan," balas Shiren.


"Jadi, kita pacaran, 'kan?" tanya Kaizen.


Shiren mengangguk malu-malu.


"Kalau begitu..." Kaizen meriah dagu gadis itu. "Aku akan menciummu tiga kali sehari mulai sekarang!"


"Apa? Tiga kali?" tanya Shiren panik.


"Iya, seperti vitamin," jawab Kaizen.


...***...


...TAMAT...


Cerita Kaizen dan Shiren memang cuma bonchap aja ya ges, Terima kasih yang sudah baca sampai bab ini.


Jangan lupa mampir di cerita dedek Agam, ya😘


Follow akun othor dan IG @dhevisjwta


Tunggu tanggal 1 Juni, Othor punya cerita baru yang buat haha hihi lagi...



Tunggu pasangan estetik ini launching ya ges...