Pawang Tuan Impoten

Pawang Tuan Impoten
BAB Spesial - Kaizen & Shiren



Kaizen membuka jendela kamarnya untuk melihat apa yang tengah dilakukan oleh Shiren, beruntung gadis itu juga membuka jendela jadi Kaizen bisa melihat Shiren yang tengah sibuk belajar.


"Kenapa kau selalu belajar, Shiren?" tanya Kaizen dari seberang.


Shiren menghentikan belajarnya sejenak dan melihat Kai dengan mengerutkan kening. "Kau pasti belum mendengar kabar kalau aku menjadi siswi yang terpilih untuk mengikuti kompetisi antar sekolah!"


"Antar sekolah?" gumam Kaizen. Tidak bisa dibiarkan, pasti anak laki-laki dari sekolah lain akan banyak menyukai Shiren.


"Siapa yang menjadi tuan rumahnya?" tanya Kaizen ingin tahu.


"Tentu saja sekolah kita," jawab Shiren.


Kaizen bisa bernafas lega, setidaknya dia bisa mengawasi.


"Sepertinya NyongNyong sudah waktunya makan," ucap Kaizen kemudian.


NyongNyong adalah ikan peliharaan mereka berdua.


Shiren menutup bukunya lalu pergi ke jembatan penghubung di rumah mereka, di sana ada taman dan kolam ikan serta beberapa kandang kelinci. Semua itu Kaizen dan Shiren yang merawatnya.


"Kai..." Shiren memanggil pemuda itu.


Tak lama Kaizen muncul dengan membawa gitarnya. Dia ingin Shiren mendengarkan lagu demonya untuk kompetisi musik.


Kaizen memainkan gitar di pinggir kolam dan Shiren mendengarkan dengan memberi makan ikan.


"Bagaimana?" tanya Kaizen.


"Aku belum bisa memberi penilaian karena kau tidak menyanyikan liriknya," balas Shiren.


"Kami belum menemukan vokalis yang cocok," ucap Kaizen dengan helaan nafas panjang.


"Bagaimana kalau Kara? Dia adik kelas kita, dia punya bakat bernyanyi dari sekolah dasar, pasti band kalian menang," usul Shiren.


"Coba besok minta dia ke ruangan musik saat jam istirahat," balas Kaizen. Dia ingin mendengarkan suara gadis itu.


Jadi, keesokan harinya, Shiren menemui Kara dan meminta adik kelasnya itu menunjukkan bakatnya di depan band Kaizen.


"Aku gugup, Kak," ucap Kara ketika akan masuk ke ruangan musik.


Akhirnya Kara mengikis rasa gugupnya dan memberanikan diri untuk masuk, Shiren hanya menunggu di balik pintu dengan termenung.


Shiren jadi membayangkan kalau Kaizen dan Kara benar-benar pacaran.


"Perasaan aneh apa ini?" gumam Shiren seraya memegangi dadanya.


Ternyata anggota band Kaizen menyukai suara Kara dan sudah diputuskan bahwa gadis itu bisa menjadi vokalis grup band mereka.


Semenjak itu, Kaizen dan grup bandnya sibuk berlatih untuk kompetisi musik yang akan mereka ikuti. Sementara Shiren sibuk belajar untuk mempersiapkan diri karena menjadi siswi yang terpilih mewakili sekolah.


Kaizen dan Shiren jadi berangkat dan pulang sekolah sendiri-sendiri. Tapi, mereka masih tetap berkomunikasi lewat chat atau seperti sekarang saling mengirim sesuatu lewat tali penghubung di kamar mereka.


"Mamaku masak nasi mandhi hari ini," ucap Shiren seraya meletakkan sebuah kotak nasi khas Arab itu ke dalam ember.


Kemudian Shiren memutar katrolnya dan ember bergerak menuju kamar Kaizen.


"Kebetulan aku belum makan malam," dusta Kaizen. Padahal perutnya sudah kenyang karena baru saja makan malam bersama keluarganya.


"Kalau begitu makanlah, aku ingin melihatmu makan sampai habis," ucap Shiren kesenangan.


Mata Kaizen terbelalak, bagaimana ini?


"Ayo Kai, kau tidak suka masakan mamaku, ya?" tanya Shiren.


"Tentu saja suka," Kaizen mulai menyuapkan makanan ke mulutnya. Rasanya memang enak tapi perutnya benar-benar kenyang.


Sampai membuat pemuda itu kentut beberapa kali.


Pada saat itu, Jennie ingin ke kamar kakaknya itu untuk meminjam sesuatu. Tapi, saat dia membuka pintu kamar Kaizen tercium aroma busuk luar biasa.


"Iuuhhhh, bau apa ini?" Jennie kembali menutup pintu kamar Kaizen dengan cepat.


_


Bau bucin itu, Jen😅