Pawang Tuan Impoten

Pawang Tuan Impoten
PTI BAB 47 - Rencana Pertama



Ara dan Zester duduk di ayunan yang berada di taman dekat apartemen. Sebelumnya Ara mengajak lelaki itu untuk membeli es krim dan makan di sana seperti yang pernah mereka lakukan.


"Aku mengerti perasaanmu sekarang," ucap Ara mulai berbicara.


"Kau tahu ini sangat menyesakkan dada," balas Zester. Dia masih dilema karena skandal ibunya yang berada di tangan Riri.


"Dari kecil aku tumbuh bersama pengasuh karena orang tuaku yang sibuk bekerja, saat daddy ku meninggal ketika sedang berlayar sampai sekarang pun aku masih mengalami trauma karena pada saat itu mommy ku seperti orang gila!"


"Ah, jadi ini kenapa kau takut air laut? Waktu itu aku rasa kau tidak tenggelam, hanya berada di bibir pantai," timpal Ara yang mengingat kejadian tiga belas tahun lalu.


"Apa sampai sekarang kau masih takut air laut?"


"Entahlah, aku selalu menghindari laut seperti phobia," jawab Zester.


Ara menganggukkan kepalanya, dia sangat paham kalau seburuk apapun ibu kita, dia tetap orang yang melahirkan kita ke dunia. Itu yang selalu diajarkan oleh ayah Theo padanya.


"Dari bayi sampai umurku tujuh tahun, aku tumbuh bersama ayah dan nenek. Saat anak lain bisa bermanja dengan ibunya, aku hanya memendamnya dalam hati,"


"Tentu saja aku sangat kecewa tapi ayahku selalu mengajariku untuk tidak pernah membenci ibu,"


Ara menceritakan kisah masa kecilnya pada Zester.


"Aku tidak menyangka pak kades dan bu kades yang mesra mempunyai masa lalu seperti itu," komentar Zester tidak percaya.


"Setiap orang pasti punya kisah masa lalu tersendiri dan aku melihat mommy mu sepertinya sudah menyesali perbuatannya, aku melihat matanya seperti mata ibuku dulu," ucap Ara.


"Posisinya pasti sulit karena Riri yang memegang kartu As-nya tapi aku tidak percaya jika mommy ku terlibat dalam kecelakaan kerja itu," balas Zester. Dia mulai memikirkan masalah utama yang dihadapinya.


"Riri jarang pergi ke kantor tapi bagaimana bisa dia mempunyai video mommy ku. Itu artinya ada orang yang merekamnya diam-diam," lanjutnya.


"Apa perekam itu sama dengan penyebar gosip?" tanya Ara.


"Bisa jadi," balas Zester lagi.


Keduanya menikmati es krim mereka sejenak sambil memikirkan rencana penjebakan yang sempurna.


"Kita manfaatkan orang itu, kita harus membuat kantor heboh lagi pasti Riri akan berhubungan dengan orang itu dan kita akan menangkap basah mereka,"


"Bukan hanya itu, Riri pecandu, bukan? Kita bisa memanfaatkan keadaannya yang terpengaruh obat-obatan!"


Ara bicara panjang lebar tentang rencana yang akan dia jalankan.


"Aku merasa bersyukur karena waktu itu mengintipmu di telaga dan aku akan memberikan Mike bonus karena sudah merekomendasikan mbah Joko penipu itu," ucap Zester yang suasana hatinya sudah kembali membaik.


"Untuk kali ini, aku membiarkan kau bicara cabul seperti itu," tanggap Ara dengan kekehan.


"Apa yang kau pikirkan tentang membuat berita heboh lagi di kantor?" tanya Zester kemudian.


"Oh itu, serahkan padaku," jawab Ara.


Keesokan harinya, Zester melihat beberapa tanda merah di leher dan dada Ara bahkan gadis itu sengaja memakai baju dengan bagian atas yang terbuka.


"Aku membuatnya dengan lipstik, ini akan membuat gosip baru kalau kita sudah menghabiskan malam membara," ucap Ara.


Tanpa gadis itu duga, Zester justru merapatkan tubuhnya ke dinding.


"Kenapa kau buat dengan lipstik? Aku bisa membuatnya dengan cara alami," ucap lelaki itu.


_


Rekomendasi Author


Judul : Sugar Aunty


Napen : ntaamelia


Blurb :


Bagaimana jadinya jika seorang keponakan diam-diam mencintai tantenya sendiri? Sementara sang tante selalu membuat ulah dengan menerima semua laki-laki yang menyatakan cinta padanya.


Ini adalah kisah Dalziel Lawrance, anak yang diangkat di keluarga Tan dan adik dari ayahnya—Gloria Rusell Taneta.


Bagaimana kisah cinta mereka akan berujung? Cus kepoin ceritanya.



Langsung serbu ke lapak dedek anu ya ges...


Besok othor mulai crazy up dan up nya sekaligus, stay tune, Luv❤😘