
Asisten Mike hari itu bergegas mendaftarkan Zester ke dokter andrologi untuk mengecek lebih lanjut sistem reproduksi sang direktur yang sudah kembali berfungsi lagi.
Karena jadwal dokter andrologi di jam pagi, sebelum berangkat ke kantor, Zester akan memeriksakan diri dulu.
Dan setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan seperti sebelumnya, memang Zester dinyatakan sembuh dari impotensi.
"Selamat, Tuan," ucap dokter itu.
"Semoga pernikahannya berjalan lancar," lanjutnya.
Suasana hati Zester kembali memburuk karena mendapat ucapan selamat itu.
Memang berita pembatalan pernikahan Zester dan Riri belum dikabarkan secara resmi oleh pihak Zester jadi hari itu juga, lelaki itu meminta beberapa media melakukan konferensi pers untuk mengklarifikasi berita yang simpang siur.
Zester didampingi kuasa hukumnya menjelaskan bahwa selama ini Riri telah menipu keluarga Schweinsteiger dan juga sebagai pengguna obat-obatan terlarang, perbuatan Riri tidak termaafkan lagi.
Masalah skandal dengan Ara dan kasus Ismail, tidak Zester buka di depan publik karena persidangan Riri memang digelar tertutup walaupun terkena pasal berlapis.
Setelah konferensi pers, Zester juga mengumpulkan semua karyawan kantor supaya tidak ada lagi Marvin lain yang menimbulkan kerugian internal perusahaan.
"Marvin sebagai contoh untuk kalian, apa yang dia dapatkan sekarang?" Zester berbicara di atas podium dan melihat ratusan karyawannya dari berbagai divisi.
"Tapi, mungkin ini salahku juga karena selama ini tidak terlalu memperhatikan kalian!"
Zester kemudian membungkukkan badannya untuk meminta maaf, lelaki yang bahkan tidak pernah membalas sapaan para karyawannya itu sekarang menurunkan egonya.
"Mohon bantuannya untuk memajukan perusahaan bersama," pinta Zester.
Kalau bukan karena semua karyawannya, Zester dan Rebecca bukanlah apa-apa.
Asisten Mike matanya sampai berkaca-kaca, ternyata impoten membawa dampak besar bagi bos sombongnya.
"Dan masalah Ara, dia membantuku untuk mengusut masalah pak Ismail jadi jangan berpikir aku berpisah dengan Riri karena selingkuh lagi," pinta Zester lagi dengan tegas.
Entah kenapa semua karyawan hari itu melihat sisi lain dari direktur mereka, bukan hanya Zester yang mendapat pelajaran berharga tapi lingkungan perusahaan itu sendiri.
"Benarkah? Aku sedikit belajar dari pak kades," balas Zester yang kadang merasa kagum dengan jiwa kepemimpinan Theo di kampung tapi tetap perhatian pada istri dan menjaga anak-anaknya.
Theo adalah panutannya mulai sekarang.
"Apa kau sudah mendapat semua informasi tentang pak kades muda?" tanya Zester kemudian.
"Sudah, Tuan. Ternyata dulu sebelum memberitahu ke publik pak kades menjadi suami tersembunyi selama tujuh tahun," jelas asisten Mike.
"Ah, Ara pernah bercerita tentang ini, pak kades ternyata sudah banyak melalui asam manis untuk memperjuangkan bu kades, aku tidak boleh kalah, Mike," Zester tidak akan mudah menyerah walaupun belum mendapat restu.
Sementara Theo sendiri harus kembali ke kampung karena pekerjaannya dengan Megan sudah selesai ditambah Agam yang harus kembali bersekolah.
"Tumben bule itu tidak muncul, pasti dia sudah kena mental karena sudah aku sumpahi," ucap Theo saat bersiap-siap bersama istrinya.
"Memangnya dia mengerti, aku malah merasa de javu," tanggap Megan.
"De javu kenapa sayang?" tanya Theo tidak mengerti.
"Si bule mirip denganmu saat mengejar-ngejarku dulu dan Ara mirip denganku karena bersikap santai saja," jawab Megan.
"Mana ada seperti itu, kita melakukan pendekatan dengan bermain lato-lato. Jangan sampai bule itu menyentuh putriku," Theo berkata dengan menggebu-gebu.
"Jangan terlalu ikut campur, namanya juga orang kasmaran pasti seperti itu..." Megan menghentikan pekerjaannya sejenak kemudian mendekati suaminya. "Lebih baik kita nostalgia, bagaimana?"
Theo berdehem karena langsung mengerti dengan apa yang dimaksud istrinya. "Anak-anak ke mana?" tanyanya.
"Ara membawa Agam berjalan-jalan sebelum kembali ke kampung," jawab Megan.
Tanpa di duga, Theo langsung menyerangnya.
"Ayo main lato-lato dengan cepat!" ajak Theo.
Hari itu, di apartemen yang sunyi itu terdengar suara lato-lato sampai beberapa ronde.