Pawang Tuan Impoten

Pawang Tuan Impoten
PTI BAB 38 - Putri Duyung Galau



"Apa?" Riri yang mendengarnya merasa tidak percaya.


"Aku tidak salah dengar, 'kan?"


Gadis itu sampai menjauhkan diri dan menatap wajah Zester di sana.


"Ini bukan akal-akalanmu untuk menunda pernikahan lagi, bukan?"


"Kalaupun aku ingin menundanya, aku tidak mungkin menggunakan impoten sebagai alasan," tanggap Zester dengan meraup wajahnya. "Jangan beritahu mommy tentang masalah ini!"


Namanya Riri tentu saja tidak percaya begitu saja, gadis itu sengaja membuka bajunya dan memperlihatkan tubuhnya yang sudah dia rawat selama ini.


Tidak ada laki-laki yang tidak akan tergoda padanya.


Namun, Zester tampak biasa saja melihatnya tanpa busana.


"Cepat pakai bajumu lagi," pinta Zester yang merasa miliknya tidak bereaksi pada Riri.


"Ini tidak mungkin," Riri masih berusaha menyangkal.


"Kau lihat sendiri, dia tidak bereaksi," Zester menunjuk pangkal pahanya.


Kalau Ara yang melakukan hal semacam Riri pasti kancing celananya langsung lepas dan ular yang pemilih itu memang akan bereaksi dengan pawangnya saja.


"Pasti milikmu butuh sentuhan Zee," Riri tidak mau menyerah.


Dengan berani gadis itu mendekati calon suaminya dan akan menggoda Zester sampai milik lelaki itu berdiri.


"Jika kau melakukannya, aku benar-benar akan marah padamu," ucap Zester memberi peringatan ketika Riri akan membuka resleting celananya.


"Ck!" Riri berdecak sebal. Dia menjauh dan memakai bajunya lagi seperti sedia kala.


"Aku masih tidak percaya, kau tidak akan bisa menggagalkan pernikahan untuk kali ini, Zee!"


"Apa kau lupa pada janjimu? Aku sudah menunggumu 13 tahun lamanya!?"


"Kita akan bertemu besok, mungkin kau memang kelelahan," Riri mendekat dan mencium pipi Zester sebelum pergi.


Saat keluar dari unit apartemen calon suaminya, Riri ingin menghubungi mommy Zester untuk mengadu kalau Zester membuat alasan konyol menjelang pernikahan.


Namun, ponselnya mendapat pesan dari salah satu karyawan di kantor pusat Zester yang dia bayar sebagai mata-mata.


Karyawan itu memberitahu mengenai gosip yang semakin heboh di kantor.


"Zee selingkuh dengan pegawai magang?" gumam Riri yang membaca pesan dari mata-matanya. Dia tertawa hambar dan menghubungkan dengan sikap Zester yang terus menghindarinya padahal sebelumnya asisten Mike memintanya untuk cepat pulang dari Eropa.


"Jadi, kau mau bermain-main dengan janjimu Zee," lanjutnya.


Riri masih tidak percaya kalau Zester impoten, ini pasti hanya alasan untuk mengundur pernikahan. Sekarang dia justru penasaran, siapa gadis selingkuhan calon suaminya.


Kalau niat berselingkuh, kenapa baru sekarang?


"Aku besok harus menemui karyawan magang itu," ucap Riri penuh tekad.


Sementara Ara yang tidak tahu menahu tengah menyelesaikan tugas kampusnya, besok dia tidak ada mata kuliah, dia akan ke kampus dan menyerahkan tugasnya jadi Ara bisa ke kantor Zester lebih cepat dari biasanya.


"Apa bule lokal itu mencariku setelah dia bangun tidur?" gumam Ara yang jadi teringat Zester.


Ara sengaja mematikan ponselnya untuk menghindari panggilan dari siapapun.


Setelah dia pulang bersama Rendy, pemuda itu mengajukan syarat lainnya supaya tetap menjaga rahasianya.


"Aku kan tidak melakukan apapun, kenapa harus takut?" Ara jadi kesal sendiri.


Gadis itu hanya tidak mau adanya penggiringan opini, Ara tahu kalau Rendy baik dan menyukainya. Tapi, dia takut kalau menolak pemuda itu, Rendy akan nekat menyebarkan rumor palsu.


"Semua jadi kacau, putri duyung jadi galau!"