Pawang Tuan Impoten

Pawang Tuan Impoten
PTI BAB 78 - Mike & Rebecca II



Mike adalah seorang yatim piatu yang dibantu dan di sekolahkan oleh tuan Schweinsteiger. Mike belajar sungguh-sungguh dan setelah lulus menyusul tuan Schweinsteiger ke Indonesia.


Namun, baru beberapa tahun tinggal di Indonesia, tuan Schweinsteiger meninggal.


Mulai dari situ, Mike mengabdi dengan Rebecca.


Mike saksi hidup bagaimana selama ini Rebecca menjadi single parents dan menjalankan perusahaan sendirian.


Awalnya Mike hanya kagum tapi lama-kelamaan mulai tumbuh rasa cinta.


"Apa kau bercanda?" tanya Rebecca yang pada saat itu mendengar pernyataan cinta dari Mike.


"Aku sudah mempunyai seorang putra dan usiaku jauh lebih tua darimu, kau pasti mempunyai kelainan!"


Sebelum perasaan Mike semakin menjadi-jadi, Rebecca sudah memasang tembok pembatas dengan tebal.


Siapa sangka, lelaki itu justru membujang sampai usianya berkepala empat.


Dan hari ini, Mike lagi-lagi meminta hal gila pada Rebecca.


"Kau tidak jijik padaku meskipun aku mempunyai skandal dengan Ismail?" tanya Rebecca.


"Aku tahu kalau kau hanya kesepian dan tertarik pada Ismail karena sikapnya seperti tuan Schweinsteiger. Aku bisa bersikap seperti itu kalau kau memberiku kesempatan dan memandangku seperti laki-laki," balas asisten Mike yang cinta mati dengan ibu kandung Zester itu.


"Dasar gila!" umpat Rebecca. Dia sudah kehabisan cara menolak Mike.


"Aku tahu apa yang kau lakukan di belakangku, kau sengaja menyimpan barang bukti yang ingin aku hancurkan di perusahaan karena kau tahu kalau aku tidak terlibat atas pembunuhan Ismail, bukan?"


"Kau juga sengaja memberitahu Ara supaya gadis itu menyelidiki kasusnya bersama Zee!"


Rebecca akhirnya mengungkit masalah itu.


"Karena aku tahu, kau tidak jahat," ucap asisten Mike seraya mengecup punggung tangan Rebecca.


Mereka sudah berada di kamar Rebecca dan perempuan itu langsung mendorong tubuh Mike sampai telentang di atas ranjangnya.


"Baiklah, aku akan membayarnya. Aku akan mengambil keperjakaanmu, aku harap kau tidak menyesal," ucap Rebecca.


"Aku siap," Asisten Mike sudah pasrah.


Di sisi lain, Clarisa mengikuti instruksi asisten Mike untuk memencet bel dan meletakkan dokumen di depan pintu ketika sampai di unit apartemen Zester.


"Sudah benar, 'kan?" gumam perempuan itu. "Aku harus memastikan pak direktur mengambilnya!"


Clarisa akhirnya menunggu dan menjaga jarak seperti orang mengintip.


"Apa yang Nona lakukan?"


"Clarisa?" Ara mengenal sekretaris Zester itu saat magang di perusahaan Zesla Group.


"Ya ampun, Ara. Kau membuatku kaget," ucap Clarisa sambil memegang dadanya.


"Habisnya kau mencurigakan," balas Ara. Dia ingin menemui Zester tapi justru mendapati Clarisa yang bertingkah aneh.


"Aku sedang mengantar dokumen dan menunggu pak direktur mengambilnya," jelas Clarisa.


Ara melihat dokumen yang ditinggalkan Clarisa di depan pintu. "Bukankah itu dokumen penting, kenapa kau tinggalkan di sana?"


"Katanya pak direktur tipe laki-laki setia jadi dia tidak mau membuatmu salah paham," Clarisa menjelaskan sesuai perkataan asisten Mike.


"Astaga, aku kan mengenalmu, mana mungkin salah paham dan cemburu. Ayo masuk bersamaku," Ara akhirnya mengajak Clarisa masuk ke apartemen Zester.


Ternyata Zester berada di kamar mandi jadi tidak mendengar bel apartemennya berbunyi.


"Untung saja aku datang," gumam Ara.


"Kok tumben kau yang mengantar, biasanya kan asisten Mike!"


"Oh itu, asisten Mike pergi ke tempat bu presdir," jawab Clarisa.


"Apa kau tahu, ternyata asisten Mike juga tipe laki-laki setia, dia jatuh cinta dan terus menunggu perempuan itu sampai menerima cintanya!"


"Benarkah? Zee tidak pernah bercerita tentang itu," tanggap Ara.


Bersamaan dengan itu, Zester keluar dari kamarnya kemudian mendapati sudah ada Ara dan Clarisa di apartemennya.


"Kau sudah datang, Beib?" tegur Zester.


"Kenapa kau memerintahkan Clarisa mengantar dokumen di depan pintu, ini kan dokumen penting kalau hilang bagaimana?" Ara langsung protes.


"Aku hanya tidak mau memasukkan wanita lain di apartemenku," Zester mengarah pada sekretarisnya. "Kau boleh pergi!"


"I... iya, pak direktur," Clarisa ingin pamit undur diri.


"Tunggu dulu, kita tanyakan langsung kebenaran tentang asisten Mike," cegah Ara. Dia ingin mendengar jawaban dari Zester.


"Apa benar asisten Mike mencintai seseorang sampai betah menjomblo karena cintanya belum diterima?"


"Mana mungkin, Mike itu kan gay!" jawab Zester.


_


Author be like : Mike lagi diperjakain emakmu, Zee!