
"Iya, aku mengerti," ucap Clarisa. Matanya bergerak mengamati Zester yang tengah meeting bersama kliennya dari Australia.
Clarisa menerima panggilan dari Ara yang meminta bantuan dari sekretaris itu untuk tidak memberitahu berita mengenai Mike.
Setelah panggilan terputus, Clarisa menyiapkan jadwal terakhir yang harus dihadiri oleh Zester.
"Ada perjamuan penting dari event yang akan di sponsori oleh Zesla Group, pak direktur," ucap Clarisa.
"Baiklah, persiapkan semuanya," balas Zester yang ingin semuanya cepat selesai.
Selama perjalanannya, Zester mengikuti semua jadwal yang sudah disusun kemudian dia sibuk di depan laptopnya dan hanya mengabari Ara sesekali. Jadi, berita tentang Mike memang belum sampai ke telinganya.
Malam itu, Zester bersiap-siap untuk menghadiri perjamuan penting.
Zester yang biasanya tidak terpisahkan dengan asisten Mike justru datang bersama Clarisa yang menimbulkan salah paham.
Hubungannya dengan Ara memang belum diketahui banyak orang, publik hanya tahu jika Zester melakukan pembatalan pernikahan.
"Kekasih baru?" tanya salah satu kenalan Zester di jamuan itu.
"Bukan, namanya Clarisa, dia sekretarisku," jawab Zester.
Hal itu membuat Zester merasa tidak nyaman, sepertinya dia harus mempublikasikan hubungannya dengan Ara tapi apakah gadis itu setuju?
Sebelum kembali ke tanah air, Zester menyempatkan diri untuk mampir ke toko perhiasan terkenal di negara yang dia kunjungi itu.
"Cincin pernikahan?" tanya pegawai toko perhiasan tersebut.
Pegawai itu memberikan beberapa rekomendasi cincin pasangan dan Zester memilih sepasang untuk dia pakai bersama Ara nanti.
Cincin dengan sekrup yang tidak bisa dipakai sendiri, melambangkan cinta abadi.
"Besok kita kembali dengan jam penerbangan pagi, pak direktur," lapor Clarisa.
"Kerja bagus, Clarisa. Persiapkan perjalanan untuk pergi ke kampung Ara!" perintah Zester.
"Apa?" Clarisa merasa terkejut. Dia benar-benar ingin istirahat.
Clarisa bisa bernafas lega mendengar itu, lagipula di kampung ada asisten Mike. Dia benar-benar tidak mau ikut campur mengenai urusan asisten Mike dan bu presdir jadi dia akan menuruti permintaan Ara karena gadis itu yang bisa menjinakkan Zester.
...***...
Pesawat yang membawa Clarisa dan Zester akhirnya sampai di bandara, ada dua mobil jemputan yang menunggu mereka.
Satu akan mengantar Clarisa pulang dan satunya akan mengantar Zester ke kampung Suka Maju.
"Selamat jalan, Pak direktur," ucap Clarisa ketika mereka berpisah.
Mobil yang membawa Zester mulai meninggalkan bandara, lelaki itu sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Ara. Mungkin dia akan satu atau dua hari tinggal di kampung.
Namun, ketika di perjalanan Zester mendapat kabar kalau Mike dan Ara sudah kembali ke kota.
"Apa itu benar?" tanya Zester pada salah satu bodyguard yang mengawasi Ara.
"Lantas di mana kekasihku?"
"Nona Ara berada di mansion bu presdir, Tuan," jawab bodyguard itu.
Zester pun putar balik untuk menuju mansion keluarganya, dia jadi mempunyai firasat tidak enak.
Ketika sampai, lelaki itu mendapati Ara yang berlari ke arahnya kemudian menariknya untuk masuk mobil lagi.
"Ada apa, Yank?" tanya Zester bingung.
Ara mengatur nafasnya lalu meminta supir untuk menjalankan mobil.
"Kita kembali ke apartemen dulu, okay," ucap Ara yang nafasnya sudah kembali teratur.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Zester semakin bertanya-tanya.
Ara memeluk lelaki itu supaya Zester tidak marah dengan kenyataan yang ada. "Zee, sepertinya kau akan punya daddy baru?"
"What?" Zester terkejut bukan main. "Daddy baru?"