Pawang Tuan Impoten

Pawang Tuan Impoten
PTI BAB 134 - Sudah Siap



Terdengar tepuk tangan di ruangan rapat gedung utama Zesla Group, di dalam sana ada rapat dewan direksi di mana kini Zester sudah resmi menjadi presiden direktur dan menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan.


Zester memikul tanggung jawab lebih besar sekarang.


Malam harinya, akan ada pesta untuk merayakan hal itu.


Ada beberapa mobil edisi khusus yang akan dibagikan untuk nominasi karyawan paling rajin dan jujur di perusahaan.


Zester bukan pemimpin yang angkuh dan sombong lagi tapi kini lelaki itu menjadi lebih murah hati.


"Apa kau sudah siap, Yank?" tanya Zester ketika menghubungi istrinya.


"Aku sedang bersiap-siap, Zee. Kita bertemu di tempat acara, okay," jawab Ara.


Ara tengah memakai riasan dibantu oleh make up artist dan hair stylish untuk menunjang penampilannya.


Sebelumnya, dia juga sudah memesan gaun cantik untuk merayakan hari ini.


Ara juga mempersiapkan sesuatu sebagai hadiah untuk hari penting suaminya.


"Kai, mommy tinggal dulu, yang pintar-pintar, ya," ucap Ara berpamitan sebelum pergi.


Kaizen memang sengaja tidak dibawa karena bayi itu mulai tidak bisa diam karena ingin belajar berjalan, apalagi di acara besar seperti itu sebagai pewaris Zesla Group bukan tempat yang aman.


Jadi, Ara pergi dijemput oleh Clarisa.


"Anda sangat cantik, Nyonya," komentar asisten Zester itu.


Walaupun kadang Ara tidak nyaman dengan panggilan itu tapi perlahan, Ara mulai terbiasa.


"Apa kau melakukan apa yang aku minta?" tanya Ara.


"Tentu saja semuanya sudah siap," jawab Clarisa.


Kedua perempuan itu lalu pergi ke tempat acara, Ara tidak merasa canggung karena sudah beberapa kali ikut Zester ke acara-acara resmi.


Dan Ara mengenal beberapa istri-istri orang penting di sana.


Saat ada waktu luang, Zester menculik istrinya supaya bisa berdua. Lelaki itu membawa Ara ke lantai dansa dan menari di sana.


"Selamat atas jabatan barunya, Tuan Presdir," ucap Ara.


"Aku sudah mendengar kalimat itu ratusan kali hari ini, coba ucapkan kalimat yang lain," pinta Zester.


Ara tampak berpikir lalu berkata. "Suamiku yang tampan akhirnya menduduki posisi barunya!"


"Istriku yang cantik hari ini juga begitu menawan sampai membuatku ingin mengurungnya di kamar. Bagaimana ini aku terlalu bahagia?" balas Zester.


"Kau semakin pintar menggombal, lanjutkan malam ini di..." Ara berbisik di telinga suaminya. "Kamar hotel!"


Zester menelan ludahnya mendengar kata itu dan setelah pesta selesai, Ara benar-benar membawa suaminya ke hotel yang telah disiapkan oleh Clarisa.


"Kau tidak bilang sebelumnya, aku belum membeli pengaman, Yank," ucap Zester. Dia ingin membeli pembungkus ularnya itu dulu.


Namun, Ara mencegahnya dengan cepat.


"Aku sudah siap, Zee," ucap Ara yang membuat Zester terkejut. "Aku siap hamil lagi, sepertinya akan lucu kalau Kai mempunyai adik!"


"Apa kau benar-benar siap?" Zester harus menanyakan secara pasti.


Ara menjawabnya dengan membuka gaunnya, dia membeli pakaian dalam baru.


"Bagaimana pakaian dalam barunya?" tanya Ara yang memperlihatkan pakaian dalam tembus pandang berwarna pink.


"Berusahalah keras malam ini, Zee!"


Seketika celana Zester langsung menyembul.


Dulu pertama kali melihatnya, Ara merasa ketakutan sekarang perempuan justru meminta sesuatu di balik celana menyembul itu.


Sungguh terlalu!