Pawang Tuan Impoten

Pawang Tuan Impoten
PTI BAB 40 - Hot News



"Tuan..." panggil asisten Mike dengan terburu-buru sampai dia akan terjatuh.


"Ada apa?" tanya Zester keheranan. Dia masih fokus pada laporan unit mobilnya yang keluar dari perusahaan.


"Di loby ada keributan!" lapor asisten Mike.


"Kau kan bisa tangani sendiri," Zester enggan turun ke lantai dasar.


"Tapi keributan terjadi karena nona Riri dan Ara!"


Mendengar itu tanpa babibu, Zester langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Zester. Dia buru-buru mengambil jas dan memakainya.


"Saya baru saja mendapat infonya ternyata selama weekend, anda dan nona Ara jadi bahan gosip satu kantor," jawab asisten Mike.


"Gosip?" Zester jadi tidak tenang.


Lelaki itu dengan cepat keluar dari ruangannya kemudian menuju lift untuk turun ke lantai dasar.


Sementara suasana di lantai loby semakin riuh karena Riri yang terus memojokkan Ara di sana.


"Kau pasti magang sambil menggoda calon suamiku, ya," Riri akan mempermalukan Ara di depan umum sampai gadis itu keluar dari perusahaan secara sukarela.


"Direktur akan menikah kurang dari sebulan, apa kau tidak tahu malu?"


Riri kemudian mengambil uang cash cukup banyak dari dalam tasnya dan dia lemparkan pada Ara sampai uang itu berceceran di lantai.


"Itu kan yang kau inginkan!"


Ara tergelak dengan sikap Riri yang semena-mena, dia semakin yakin untuk mengungkapkan kebenaran supaya perempuan itu sadar diri.


"Wah, lihatlah semuanya..." Riri menatap semua karyawan yang ada di sana satu persatu. "Pegawai magang itu memang ternyata tidak bermoral!"


"Padahal dia terlihat masih sangat muda, pasti karena didikan orang tuanya yang tidak benar!"


"Sayang sekali, orang tuaku mengajariku sopan santun dengan benar tapi mereka juga mengajariku menggunakan sopan santun itu pada siapa, kalau untuk parasit sepertimu sepertinya memang tidak dibutuhkan sopan santun," Ara berjalan mendekat ke arah Riri dengan berani.


Kemudian gadis itu memegang kedua bahu Riri seraya mendekatkan wajahnya di telinga Riri supaya perempuan itu mendengar jelas apa yang dia akan katakan.


"Kau selama ini telah menipu Zee selama 13 tahun, kau bukan penyelamatnya tapi kau mengaku dan memanfaatkan janji yang dibuat laki-laki itu," ucap Ara.


Seketika wajah Riri langsung memucat, bagaimana Ara bisa tahu rahasia yang selama ini dia jaga?


Bersamaan dengan itu, Zester sudah berada di lantai loby dan melihat kekacauan yang ada.


"Ada apa ini?" tanya Zester jadi gusar.


Lelaki itu melihat Riri dan Ara, dia jadi bingung harus ada dipihak siapa. Kalau dia memilih Riri maka Ara pasti akan menjauh darinya tapi kalau dia memilih Ara pasti gosip selingkuh akan semakin tersebar luas.


Saat Zester masih gamang, Ara tiba-tiba mendekat dan menarik dasinya sampai dia tertunduk. Wajah Zester begitu dekat dengan wajah Ara.


"Pak direktur, aku akan mengabulkan permintaanmu," ucap Ara kemudian.


"Permintaan?" tanya Zester.


"Sekarang aku sudah mempunyai alasan untuk membatalkan pernikahanmu," Ara semakin menarik dasi Zester sampai kedua bibir mereka saling menempel satu sama lain.


Semua mata yang ada di sana tidak percaya kalau pak direktur dan pegawai magang berciuman di depan Riri yang notabene calon istri pak direktur mereka.


"Hot news!" Lambe turah kantor mempunyai bahan gosip baru.