
Karena terdesak jin hitam itu lari keluar gudang menuju halaman sekolah tapi wulan tidak tinggal diam dia mengejar jin itu sampai dapat lalu membantingnya.
"Huk.. huk... Siapa kamu kenapa tiba tiba datang dan mengganggu ritual anak buahku?" ucap jin itu tergeletak di atas tanah.
"Lu pikir gw diam karena nggak tahu? gw diam karena cari momen kunci. Gw tahu maksud ritual tadi apa. lu mau jadiin raga mereka sebagai wadah lu berlindung kan." ucap wulan.
"Lu siapa sih? kok bisa tahu semua rencana gw."
"Udah itu gak penting sekarang lu harus hancur jadi abu." ucap wulan.
"Tunggu! iya gw tahu gw salah. gw akan pergi dari sini dan tidak akan kembali." ucap jin hitam itu memelas.
"Halah jin kayak lu pinter nipu gw nggak percaya. nih rasain!" Wulan membaca amalan dan tubuh atas jin itu terbakar merembet ke bawah sampai ujung kakinya. Sekarang jin itu udah hangus jadi abu. Kalian berpikir wulan itu kejam? ya itulah wulan.
Setelah jin hitam itu musnah wulan melihat indah dan ki parto di luar gudang.
"Di mana,2 anak itu? kok kalian malah pada nonton dasar bodoh." ucap wulan marah. Seketika indah dan yang lain masuk tapi nihil bono dan ria udah hilang entah kemana.
"Loh kemana bono dan ria bukannya tadi terkapar di sini ya?" ucap indah.
"Sepertinya kita terlena tuan." ucap ki parto.
Wulan yang melihat bono dan ria hilang sangat marah.
"Haduh mereka lolos. Ternyata lu tak sepandai perkiraanku." Ucap wulan lalu menghilang entah kemana.
Wulan akhirnya mengejar bono dan ria yang kabur tapi modal aroma tubuh mereka tidak cukup karena bau itu semakin menghilang.
"Sial jejaknya hilang. Dasar bodoh bukannya di jaga malah di biarin pergi." ucap wulan kesal kepada indah yang tidak becus menjaga bono dan ria.
......................
Pukul 3 sore bayu pulang bersama bagas.
"Yu hari kamis kita terakhir ekskul bola."
"Iya gas rabu gw juga terakhir ekskul voly."
"Sebenernya gw mau lanjut sih tapi peraturannya gitu kita bisa apa." ucap bagas.
"Iya gas kelas 12 kita bakal sibuk belajar belajar dan belajar."
"Itu berlaku buat gw yu. Lu dari dulu mau ujian mau ulangan belajar enggak nilai lu pasti bagus minimal 8. Lah gw buat dapetin nilai 8 aja harus belajar terus." ucap bagas.
"Haha... dari dulu lu juga gw ajarin caranya tapi lu gk bisa bisa."
"Cara lu sulit di lakukan yu soalnya gw pas pelajaran itu ngantuk banget."
Singkatnya sampai rumah bayu mandi makan sholat lalu rebahan di kursi teras. Lalu wulan muncul di samping bayu rebahan.
"Tadi gw hampir dapetin si bono dan ria tapi sayang si indah bodoh tidak menjaga mereka dengan baik." ucap wulan.
"Di mana mereka sembunyi?" tanya bayu langsung duduk.
"Mereka sedang ritual di gudang sekolah dan mereka sengaja menyembunyikan aura dan membuat pagar supaya tidak bisa di lihat orang bahkan yang indigo. Tapi itu tidak berlaku untuk jin sepertiku."
"Kenapa lu gak bilang ke gw? malah ngajak si indah?" ucap bayu kecewa.
"Indah punya pasukan serigala itu cukup kuat menghadapi pasukan genderuwo. Bukan nggak mau ajak kamu tapi gw punya rencana tersendiri."
"Mulai hari ini kita latih tanding supaya kita menang perang."
"Perang? apa iya bono benar benar mengibarkan bendera perang kepada kita?" tanya bayu.
"Tentu karena dia merasa kita ancaman terbesar untuk semua rencanannya. Menggagalkan ritual tadi termasuk merusak 25% rencanannya. Karena tadi dia terluka parah kemungkinan perang mundur sampai hari jum'at." ucap wulan.
"Tahu dari mana lan?"
"Gw selalu keliling cari info dan gw dapat beberapa info salah satunya ritual di gudang sekolah tadi."
Skip malamnya latihan bertarung dengan wulan dan hasilnya bayu langsung tersungkur kena pukulan kilat dari wulan.
"Aduh gak imbang lah lu pakek kekuatan." protes bayu sambil memegangi pipinya untung giginya nggak copot.
"Hehe..sorry sorry padahal udah kuturunkan kecepatanku 50%." ucap wulan sambil menyembuhkan pipi bayu.
"Njir lawan lu gw yang gak punya kekuatan. turunin sampai 99% lah." protes bayu.
"Iya iya gw gak pakek kekuatan deh."
Tarung ulang hasilnya sama bayu masih kalah dan terkapar kehabisan tenaga.
"Hah hah hah... gila tenaga gw sampai habis pukulan gw nggak ada yang kena sasaran." ucap bayu sambil terengah engah.
"Bukan salah gw itu tapi teknikmu yang bisa di bilang sama. Coba gerakan yang membuat lawan sulit membacanya." ucap wulan.
"Oke deh nanti lanjut tapi gw haus nih." ucap bayu.
"Tuh minum di air terjun aja di jamin bersih dan tenagamu cepat pulih." saran wulan.
Bayu berjalan pelan ke arah air terjun lalu meminum sedikit airnya dan benar saja airnya sangat segar dan bayu merasa sudah kuat lagi.
Pertarungan ke 3 bayu merubah pola serangannya dan hasilnya wulan terkena beberapa pukulan tenaga dalam dari bayu sampai baju luar wulan robek.
"Bagus kombinasi beladiri fisik dan tenaga dalan udah mulai terbentuk. Lanjut besok saja udah pagi ini lu butuh istirahat biar nggak ngantuk di sekolah." ucap wulan.
Paginya bayu berangkat agak pagi dan mengajak aris berangkat bareng. Entah mengapa bayu punya firasat nggak enak kalau aris berangkat naik sepeda. Aris nurut aja karena dia percaya bayu punya feeling yang kuat.
"Mas mas berhenti dulu! Lihat di pertigaan sepertinya ada yang mencegat kita. Kita puter balik aja mas cari jalan lain." ucap aris mengagetkan bayu.
"Wah iya ris tapi mau cari rute ke sekolah lewat mana ris kan ini jalan satu satunya. Udah kita hadapi aja. Wulandari munculah." ucap bayu memanggil wulan.
"Nggak usah panggil panggil gw di belakang dari tadi." ucap wulan kesal.
"Ehh gk liat lu sih. Mereka siapa sih lan?" tanya bayu.
"Sepertinya mereka bukan orang termasuk bono. itu hanya sukma halusnya yang di sana. kemungkinan raga kasarnya masih terluka dan sedang proses penyembuhan. Kita hadapi saja soalnya nggak ada pilihan lain."
"Sudah kuduga soalnya ini jalan utama lagian jalan juga ramai." ucap bayu.
Baru bayu menjalankan motornya sekitar 5 meter orang2 itu lenyap. Saat bayu ingin bertanya ke wulan dia juga menghilang kemungkinan wulan mengejar sosok tadi. Bayu lanjut ke sekolah dan tidak ada gangguan apapun.
Pulang sekolah bayu melihat wulan mengitari rumah bayu sambil berkomat kamit.
"Ngapain lan?" Tanya bayu setelah turun dari motor.
"Jangan banyak omong hubungi indah supaya rumahnya di pagari sekuat kuatnya. Setelah itu pergi ke rumah aris ajak dia ke sini buat nginep soalnya malem ini akan ada penyerangan walau tidak banyak yang menyerang tapi kita harus waspada. Malam ini aku akan mencari siapa aja orang yang ada di pihak kita dan besok langsung kita temui." ucap wulan lalu lanjut membuat pagar pelindung.