
Bayu masuk dan melihat isi chat di WAnya ternyata nafia mengkhawatirkannya karena dari pagi nggak ada kabar. Berbeda dengan cewek cewek lain yang biasanya marah ketika cowoknya nggak ada kabar nafia justru bingung dan khawatir. Setelah di balas chat nafia yang sekiranya penting bayu langsung vc nafia dan wajah cantik nafia terlihat di layar hp bayu. Wajahnya kelihatan sembap sepertinya habis menangis. Obrolan bayu dan nafia kita skip karena kalian pasti bisa menebak sendiri. Habis isya bayu duduk di teras lagi untuk bersantai sambil chat dengan nafia. Pukul 8 bayu pamit untuk tidur dan wulan datang mengajaknya latihan lagi. Bayu mengikuti wulan ke tempat latihan waktu itu.
"Udah nggak muntah lagi sekarang." sindir wulan.
"Enggak kan gw belum tidur. Btw lu kok bisa lari cepet gitu sih gimana caranya?" tanya bayu.
"Ohh aku pakai jurus atau ajian saipih angin jadi lariku sangat cepat. Kamu mau coba?" tanya wulan.
"Keren sih perjalanan jauh tanpa butuh waktu lama bisa hemat bensin hehe..."
"Tapi jurus ini bahaya untuk manusia karena bisa mengurangi umur si pemilik ajian. Setiap ajian ini di gunakan umur si pengguna akan berkurang 1 tahun. Sedangkan untuk jin sepertiku yang tidak punya batas umur bisa menggunakan nya kapan saja." jelas wulan.
"Wah kalau gitu gw nggak mau. Emang lu punya jurus apa aja sih?"
"Ihh kepo. Gini aja kalau lu bisa nguasain pernapasan tanpa tutup mata gw akan kasih tau."
"Oke itu mah kecil."
Seperti biasa bayu melakukan pengaliran energi tapi kali ini berdiri. Wulan tidak memaksa bayu langsung berdiri tapi bayu ingin berdiri yaudah terserah bayu. Percobaan pertama bayu langsung bisa mengalirkan 2 energi ke tangan kiri dan kanan setelah itu membentuk bola di tengah lalu melemparkan dengan tambahan jurus silat yang di pelajari bayu selama ini. Wulan tidak heran bayu bisa melakukan sebaik itu karena bayu memang anak berbakat.
"Bagus kemajuan yang pesat sekarang udah bisa tanpa tutup mata belum?" tanya wulan.
"Tunggu aku mau tanya cara supaya bola energi yang tadinya di lempar di ubah jadi sebuah lesatan bola energi itu gimana caranya? soalnya kalau di lempar akurasi bola mengenai target kurang maksimal dan lambat."
"Bagus lu bisa menganalisis kemampuanmu sendiri. Caranya saat bola energi sudah terbentuk tutup aliran energi lalu saat ingin melesatkan bola itu cukup buka aliran itu dengan cepat. Paham?"
Bayu hanya geleng geleng.
"Nih aku contohin."
Bola energi di tangan wulan di lesatkan ke sebuah pohon layaknya peluru pada pistol dan menembus 2 pohon besar.
Bayu paham lalu di percobaan pertama bola energi terlontar bukan melesat. Percobaan kedua sama saja baru di percobaan ke 3 bola itu melesat walau tidak setajam punya wulan tadi.
"Sip udah bisa tinggal di latih aja. Sekarang pernapasan tanpa tutup mata ya."
Bayu melakukannya tapi berbeda dengan mata tertutup. Saat mata terbuka energi tidak mau terkumpul dan zonk.
"Jangan pakai fisik tapi pakai tenaga dari dalam untuk mengumpulkan energi mengalirkan juga."
Tapi bayu masih kesusahan untuk melakukannya.
"Tenaga dari dalam itu di perintah oleh pikiran kita sendiri dan jangan tegang santai saja."
Akhirnya bayu bisa dengan mudahnya sekarang bayu mengumpulkan dan mengalirkan energi itu.
"Nah mudah kan. Serang pohon itu dengan 1 tangan saja."
Duar... Pohon yang terkena serangan bayu terbakar.
"Loh kok bisa terbakar?" ucap bayu kaget.
"Itu efek percobaanmu yang gagal di awal tadi akhirnya energi yang keluar energi panas bukan dingin. Apa tanganmu tidak merasa terbakar?" tanya wulan.
"Enggak cuma hangat aja sih."
"Ehh main pulang pulang aja lu belum ngasih tahu lu punya jurus apa aja." protes bayu.
"Gw punya jurus gelap ngampar,lembu sekilan,saipih angin,segoro geni dan jala sutra. Sekarang aku juga sedang melatih ajian pukulan brajamusti dan ajian bolo sewu." ucap wulan.
"Wah banyak juga aku jadi ingin tahu itu gunanya apa aja."
"Udah ayo balik kapan kapan tak kasih tahu. Aku ada perlu dengan bunda ratu." ucap wulan menarik tangan bayu.
Sampai di kamar bayu melihat sudah jam 1 pagi akhirnya dia langsung tidur karena badannya capek.
Senin pagi bayu berangkat seperti biasanya bareng bagas.
Tiba di sekolah juga seperti biasa tidak ada yang aneh. Bel pulang berbunyi bayu di telpon nafia katanya dia ingin maksn bakso. Singkatnya bayu sudah menunggu di parkiran dan tak lama sosok cantik nafia udah mumcul di samping bayu.
"Lama yank nungguin aku?" tanya nafia.
"Enggak kok. Mau makan bakso di mana say?"
"Yang deket dari sini juga gapapa atau si tempat ke sukaanmu."
"Aku nggak punya langganan bakso say. Tapi kata bagas di pasar dirmo ada bakso yang enak+murah." ucap bayu.
"Ya udah kita coba ke sana yank."
Bayu dan nafia meluncur ke pasar dirmo yang kalau siang sepi kareng pedagang udah pada pulang. Kurang lebih 10 menit mereka muter2 dan kini mereka sudah tiba di warung bakso anggar bakso. Bayu kayak familiar dengan nama warung itu. Mereka masuk dan memesan 2 porsi bakso dan es teh. Tak lama pesanan sudah jadi dan mereka langsung memakannya. Saat asik makan bayu melihat anak yang pernah di tabraknya. Yang di maksud bayu adalah aris tapi bayu tidak ingin berteriak memanggil aris karena warung sedang ramai. Setelah makanan habis bayu membayar dan menowel aris yang mencuci piring.
"Ris kerja di sini?" tanya bayu.
"Mas bayu. Iya mas aku kerja di sini. mas beli bakso ya?" tanya aris sambil menyalami bayu.
"Iya tapi udah habis kamu tak tunggu lewat nggak lewat lewat."
"Sama siapa mas? Ohh mbak fia ya."
"Ini mas kembaliannya." ucap si penjual.
"Eh iya mas makasih. Btw masnya ini yang punya warung ini?" tanya yang sedikit aneh.
"Bukan mas saya di sini kerja mas."
"Kalau boleh tahu bosnya siapa mas?" tanya bayu lagi.
"Itu mas anaknya pak budiatmojo namanya mas anggar."
"Ohh pantes kok gw nggak asing sama nama warung ini."
"Iya mas saya juga baru 3 hari kerja di sini. Sebelumnya si aris yang jaga."
"Wah bisa jaga warung kamu ris? sejak kapan kamu kerja?"
"Mulai liburan kemarin mas."
"Ya udah gw balik dulu ris. Mari mas." ucap bayu kembali ke meja dan pulang bersama nafia.