INDIGO & 7

INDIGO & 7
Pengakuan nafia.



Sampai di rumah nafia bayu di ajak masuk dan ada mamanya nafia. Saat bayu ingin mencium tangan mama nafia dia malah menarik tangannya dan menyuruh bayu langsung masuk saja setelah itu dia keluar entah kemana. Ini kali pertama bayu masuk rumah mewah nafia dan bayu awalnya hanya kagum tapi saat masuk ruang keluarga bayu di buat kaget. Mohon maaf bukannya sara ini hanya cerita karangan🙏 Yhup bayu melihat patung yesus di dekat tangga menuju lantai dua. Saat itu nafia sedang mengambil kotak obat dan bayu melihat lihat apa nafia juga beragama kristen dan bayu melihat foto nafia masih kelas 2 SD dia memegang kalung salip.


Saat nafia kembali.


"Duduk dulu yank."


"Say aku mau tahu sesuatu."


"Iya aku tahu tapi biarkan aku mengobati lukamu dulu."


Nafia mengobati pinggang bayu bagian belakang yang ternyata sobek kecil.


"Kamu udah tahu kan latar belakang agama keluargaku apa? Iya mereka umat cristiani dan aku juga sama dengan mereka. Maaf baru bisa ngomong sekarang yank. Mbak rahma tahu tapi aku suruh diam karena aku takut tiba tiba kamu mutusin aku yank. Aku nggak mau kehilangan kamu aku cinta banget sama kamu."


"Tapi kenapa kamu nggak jujur aja sih say?" tanya bayu.


"Karena aku nggak mau kamu menjauh dariku. Aku sendiri juga bingung dengan diriku."


"Bingung kenapa?"


"Bingung untuk beragama. Jujur aku dari kecil tidak percaya ada Tuhan di dunia ini dan Tuhan yesus bukan Tuhan yang sebenarnya." (Sekali lagi ini hanya cerita karangan author)


"Terus maksudmu?"


"Iya aku di KK tertulis beragama Kristen tapi aku dan keluargaku tidak pernah beribadah layaknya umat kristen yang lain. Bisa di bilang kami ini atheis dan patung serta kalung itu hanya simbol agar kita terlihat seperti orang kristen."


"Lalu apa kamu udah menemukan agama yang pantas kamu anut say?" tanya bayu.


"Belum untuk saat ini tapi secepatnya aku akan menentukannya yank."


"Tapi say jika pilihanmu bukan seagama denganku kayaknya..."


"Jangan bicara begitu aku sudah lama mencari tahu tentang agamamu yank. Bisa saja aku akan memilih agamamu bukan karena aku memilih agama islam karena takut kehilangan mu tapi berdasarkan keyakinan. Beri aku waktu sampai aku yakin untuk memilih agama terbaik untukku."


"Baiklah aku akan menunggu sampai kamu menentukkan pilihan say tapi jangan lama."


"Iya sayangku sekali lagi maaf."


"Iya gapapa."


Setelah itu nafia duduk di pangkuan bayu dan di depan bayu terpampang gundukan kesukaan kaum adam tapi tiba tiba wulan muncul dan berdehem hmm...hmmm...


"Ehh say kamu ngapain? turun ahh." ucap bayu mendudukan nafia di sampingnya.


"Ngetes kamu aja sih say. Ternyata cintamu tulus tidak mengharap macam macam yank. Aku bahagia banget bisa jadi pacar kamu. Tidak menyesal aku menunggu balasam cinta darimu. I love you sayangku.😘" nafia mencium pipi kanan bayu.


"Lebih baik lu pulang deh daripada mesum di sini nanti gw obatin luka lu." ucap wulan terus hilang.


"Makasih ciumannya say. Aku juga bahagia banget punya cewek secantik kamu. Soalnya banyak cowok lain yang ingin jadi pacarmu say." ucap bayu memeluk nafia.


"Berjuta cowok mengejarku tapi cintaku hanya untukmu sayang. Jangan cemburu ya."


"Enggak kok aku tahu kamu orangnya cantik,setia dan gemesin" ucap bayu sambil mencubit pelan pipi nafia.


"Emang pipi aku caby ya yank?"


"Enggak. Udah ya aku mau pulang takutnya kita di grebek warga."


"Nggak mampir kamarku dulu yank? aku punya boneka bagus loh." goda nafia.


"Udah jangan menggoda terus nanti tak gigit lo." ucap bayu.


Bayu pulang dari rumah nafia dan kita skip.


Sore hari sekitar jam 4 bayu duduk santai di teras lalu muncul wulan.


"Perlu alat apa aja atau ritual gitu?" tanya bayu.


"Tidak ada cukup tahan aja viar nggak mual saat aku bawa ke suatu tempat." setelah itu wulan pergi lagi.


Selesai sholat maghrib di teras bayu masih memikirkan nafia bagaimana mungkin orang yang dia sayang tidak punya agama dan bayu merasa bodoh baru mengetahuinya barusan. Bayu ingin marah ke rahma yang tidak memberi tahunya tapi marah dengan rahma sama saja ribut dengan bagas lagi pula rahma juga di minta nafis untuk tidak ngomong ke bayu. Bayu jadi pusing dan ingin keluar untuk jalan jalan. Tapi baru juga motor bayu keluar dari gerbang bagas datang.


"Woi mau kemana lu? ikut gw." ucap bagas dari atas motornya.


"Nggak ada tujuan nih sumpek aja di rumah. Lu ada ide nggak?" tanya bayu.


"Eee gimana kalau ke muara asmara kan di sana rumayan gk rame." usul bagas.


"Gw nggak tau jalannya lu yang di depan yak."


"Ayo gas aja."


Perjalan sangat macet maklum malam minggu dan mereka sampai di muara asmara pukul 8 kurang sedikit. Sebenarnya muara ini ada juga yang bilang pantai yang memang agak sepi.


Setelah membayar tiket mereka berdua membeli teh hangat dan kopi dulu lalu di bawa ke tempat yang menurut mereka asik.


"Suntuk kenapa yu di rumah? ada masalah?" tanya bagas to the poin banget seperti tahu pikiran bayu.


"Nggak ada sih ya cuma pengen keluar aja nyari angin." elak bayu menutupi.


"Haha.. Lu aneh kayak gini tandanya ada masalah (Sruppp) Ahh cerita aja lah."


"Emang lu paling pinter baca isi hati gw. Ya ini tentang nafia gas." ucap bayu menyerah.


"Haha.. bukan berartu gw peramal tapi karena gw tau kebiasaan lu yu. Kenapa cewek lu?"


"Gw sama dia beda keyakinan gas. Dia agamanya kristen." jawab bayu lesu.


"Sejak awal gw udah menduga dia itu beda keyakinan maka dari itu di kantin saat itu gw tanya lu suka erlin apa nafia dan lu pilih nafia ya udah gw cuma bisa suport aja." jelas bagas sambil merokok. Btw bagas ini memang udah merokok sejak masuk SMK tapi jarang banget. Bagas merokok saat dia lagi pengen aja bukan karena ada masalah.


"Jadi dari awal lu udah tau gas? berarti gw yang goblok ya kok baru tahu sekarang." ucap bayu menyalahkan diri sendiri.


"Ohh jadi tadi nafia udah ngomong langsung sama lu? Terus keputusan lu apa yu? Gw tahu lu bukan bodoh tapi terlena karena rasa cinta yang membutakan."


"Berdasarkan KK nafia meng kristen tapi kata dia dari kecil nafia tidak pernah beribadah kepada tuhan umat kristen. Dia bilang belum bisa menentukan agama yang dia anut kristen hanya untuk menutupi bahwa keluarga nafia itu atheis."


"Oke terus lu mau ninggalin nafia yang atheis?" tanya bagas serius.


"Enggak gw bakal tunggu dia sampai menentukan agamanya."


"Terus kalau dia milih agama lain apa keputusan terakhir dari lu?"


"Maksud lu nafia bakal masuk kristen?" tanya bayu agak tersinggung.


"Bukan gitu. Sekarang kemungkinannya fifty fifty nafia bisa aja masuk islam atau mengikuti status agamanya di KK. Jadi mulai sekarang lu harus mempersiapkan keputusan jika nafia tidak memilih agama kita. Ingat yu keputusan mendadak tidak menghasilkan sesuatu yang baik."


"Hmm kalau yang terjadi nafia memilih agama lain ya gw terpaksa merelakannya pergi." jawab bayu murung.


"Kalau dia nggak mau pergi dan ingin terus memperjuangkan cinta lu berdua apa lu siap ninggalin dia?"


"Siap nggak siap itu kan pilihan terbaik?"


"Good choice. Memang berat tapi lebih baik meninggalkannya daripada kita pindah keyakinan tapi terpaksa. Masih banyak cewek di luar sana bro udah jangan sedih ada gw yang selalu siap bantu lu kok. Kuatin perasaan lu untuk keadaan terburuk dan jika memang itu terjadi jangan tanya gw di mana yhup gw ada di sini untuk lu."


"Thanks brother lu emang the best. Lu emang saudara gw." ucap bayu merangkul bagas sambil meneteskan air mata. Bagas juga membuang putung rokoknya dan membalas rangkulan bayu.


"Selamanya kita saudara yu. Tanpa lu gw nggak akan di sini nggak akan mampu bangkit. Sebenarnya lu udah banyak bantu gw yu jadi ini gw lakuin buat balas semua kebaikan lu."


Setelah itu bayu dan bagas sudah bercanda dan tertawa lepas seolah tidak ada beban di antara mereka. Yhup 2 sahabat layaknya saudara kandung.