INDIGO & 7

INDIGO & 7
War last 99.



Setelah semalam mereka berlatih kondisi mereka juga kurang fit akhirnya di kelas bayu cuma tiduran saja karena tadi cuma istirahat 2 jam saja. Berbeda dengan bayu indah masih lincah ke sana ke sini untuk memantau keadaan siapa tahu mereka akan berperang di sekolah. Kalau benar itu hal yang merugikan mereka karena kondisi mereka belum fit. Untung saja hari itu aman saja sampai jam pulang sekolah.


"Hari ini kita fokus persiapan saja hubungi yang lain untuk jaga kondisi jangan keluar ke mana mana." perintah wulan saat bayu di teras sendirian.


"Iya beres."


Hari senin pagi semua berjalan lancar sampai jam 10 semua siswa di beri pengumuman kalau pulang pagi karena para guru akan rapat di kabupaten. Gembiralah mereka semua dan segera pulang atau jalan jalan. Sampai di parkiran bayu melihat zola.


"Yu nanti malam kita nginap di rumah lu ya? gw udah rundingan sama indah dan agus mereka setuju." ucap zola.


"Yang bener aja indah juga ikutan nginep mending di ruamahnya aris aja di sana bebas."


"Emang rumahnya di mana?"


"Nanti gw share lok."


Malamnya sesuai petunjuk arah dari bayu yang sudah di rumah aris zola,agus dan indah sampai di depan TPA.


Mereka celingak celinguk mencari rumah tapi tidak ketemu. Bayu segera memanggil mereka untuk masuk ke TPA.


Mereka heran sebentar lalu mengikuti perintah bayu dan setelah masuk mereka baru bisa lihat gubuknya aris.


"Njir lu tinggal di sini ris? Apa gk punya rumah lu kok tinggal di TPA kayak gini?" ucap zola.


"Punya tempat tinggal aja udah alhamdulillah daripada hidup di jalan." jawab aris.


"Berarti lu udah pernah ngerasain hidup di jalan?" tanya zola lagi.


"Udah stop jangan bahas yang gak penting ayo kita siap siap." ucap indah.


Semua sudah tiba dan wulan muncul bersama jin lainnya.


"Semua sudah kumpul ayo duduk bersila kita akan segera pergi." ucap wulan.


Setelah itu sukma bayu dan yang lain keluar dari raga dan secepat kilat wulan membawa mereka pergi ke suatu tempat.


Bayu yang melihat sekeliling merasa tidak asing dengan tempat ini. Ya benar ini adalah hutan yang dulu di datangi bayu bersama wulan untuk menghentikan naga baruklinting.


"Kita ngapain di sini lan?" tanya bayu.


"Tuh lihat!" tunjuk wulan ke gerombolan siluman dan beberapa manusia memakai jubah hitam berjalan ke arah bayu dan lainnya.


"Bono,ria dan siapa yang lain?"


"Para dukun yang bodoh." jawab wulan.


Saat gerombolan itu udah dekat bono berucap.


"Akhirnya pertemuan ini tiba juga. Aku sudah tidak sabar mematahkan lehermu." ucap bono dengan gigi geram.


"Jangan kau anggap aku bayu yang dulu bocah sialan."


"Sialann!! Serang!!!" ucap bono lantang.


Bayu melawan bono dengan pedang energi sedangkan bono mengeluarkan cakar dari kukunya yang memanjang. Di sini jelas bayu kuwalahan karena cakar bono sangat tajam terkena sedikit saja kulit bisa robek. Tapi yang namanya pertarungan pasti ada titik lemahnya. Bayu mundur ke belakang mencari pohon dan bono mengejar langsung mengincar kepala bayu tapi itu adalah jebakan bayu menghindar dan cakar bono menancap di pohon sangat dalam. Kesempatan tak di sia siakan bayu dia langsung menebas tubuh bono sampai terpotong di bagian perut. Darah muncrat membasahi kaki kanan bayu tapi rupanya bono belum tewas malah pohon yang menahan cakarnya di angkat sampai akarnya ikut tercabut. Reflek bayu melompat menjauh.


"Apa yang terjadi? Tubuhnya sudah terpotong kok bisa mengangkat pohon sebesar itu." ucap bayu heran.


Badan bono berputar 180 derajat dan sekarang menghadap bayu dengan pohon yang masih tertancap di cakarnya.


Pohon itu di lempar ke arah bayu tapi bayu sigap menghindar. Saat bayu melihat bono lagi tubuh nya sudah berubah bukan manusia lagi. Sekarang bono punya 4 kaki dan 6 tangan. Bono sudah berubah jadi monster bermata 3 dengan gigi runcingnya. Bono mengamuk lalu menerjang ke arah bayu tapi bayu hanya melompat untuk menghindar.


"Siluman apa sih dia ini?" batin bayu.


Beberapa saat bayu terus menghindari serangan dari bono sambil memikirkan titik kelemahan makhluk itu.


"Kenapa kau hanya menghindar? Ayo serang aku wahai keturunan ke 7." ucap makhluk itu dengan suara seperti ular naga.


"Apa kau wujud asli bono?" tanya bayu.


"Tidak penting. Lawan aku!" Makhluk itu menyemburkan api ke tubuh bayu.


Bayu kembali menghindar tapi baru saja bayu berhenti makhluk bono itu udah di belakang bayu dan menyerangnya. Bayu terlontar ke depan dan secepat kilat sosok itu udah si depan bayu lagi. Merasa dirinya tak bisa melawan bayu mengubah pedang menjadi perisai di tubuhnya. Untuk beberapa saat perisai itu mampu melindungi tapi cepat atau lambat akan hancur bersama dengannya. Bayu sudah menyerah dan pasrah akan apa yang akan terjadi. Dalam gelap bayu melihat ibunya melihat adiknya,nafia,sahabat dan 1 orang yang tidak dia kenal.


"Kamu keturunanku. Kamu tak boleh menyerah sekarang. Ayo bangkit dan kalahkan lawanmu!" ucap orang itu.


Seketika bayu tersadar dan merasakan energi sangat panas di tubuhnya. Energi itu memberontak ingin segera keluar.


Grarrrrr..... Muncul harimau putih keluar dari tubuh bayu dan langsung menyerang bono. Bayu terlempar jatuh ke tanah menghantam pohon lalu gelap.


......................


Wulan yang sedang bertarung dengan 4 orang berjubah di kagetkan dengan suara eraman harimau. Ternyata asalnya dari arah bayu berada.


Saat wulan lengah 1 orang berjubah itu menangkap wulan dan menguncinya sampai wulan tidak bisa bergerak.


"Akhirnya kau dapat aku tangkap ratu pasti senang sekali." ucap mereka ke wulan.


"Ratu siapa yang kau maksud?" Tanya wulan.


"Ratu ular wilis hahaha..." tawa mereka senang.


"Ohh jadi kalian pasukan ratu sialan itu. Pantas saja aku merasa gerakanku dapat kalian baca rupanya kalian juga ular. Tapi kalian salah mengira aku belum kalah."


Mata wulan berubah jadi biru dan Jleb...Sikut wulan menghantam orang yang menguncinya dari belakang. Satu tendangan wulan tepat mengenai orang yang di depannya tapi sayang yang 2 udah menjauh menyelamatkan diri.


"Setelah aku tahu siapa dalang perang ini tidak ada ampun untuk kalian semua. Rasakan ini!" wulan mengeluarkan api dari tangannya dan di arahkan ke 2 orang yang lolos tadi tapi mereka menghindar. Suatu hal yang tidak di sangka kemudian adalah setelah 2 orang itu menghindar dalam sekejap tubuh mereka gosong jadi abu. Siapa lagi yang bisa bergerak secepat kilat kalau bukan wulan. Setelah lawannya tumbang wulan membantu nyai melati dan ki prapto mengalahkan siluman buaya putih.


"Ternyata kekuatanmu sudah jauh menurun ya ki. Bantu yang lain saja biar buaya ini aku yang urus." ucap wulan.


"Siapa kau gadis sombong. Mereka berdua saja tidak mampu mengalahkan ku apalagi kau yang cuma sendiri." ejek siluman itu.


"Ternyata siluman sepertimu banyak omong juga nih rasakan."