
Saat sedang asik bermain dengan anak panti sari keluar dari dalam membawa es sirup untuk aris.
"Mas mas aris ini di minum dulu."
"Eh iya sar lagi asik nih tanggung." Aris menyelesaikan permainannya dan menemui sari.
"Gimana sar sekolahnya lancar? Beberapa bulan lagi ujian naik kelas ya?" tanya aris sambil minum es sirup buatan sari.
"Alhamdulillah lancar mas. Masih lama mas ujiannya mungkin mei atau juni. Mas kapan kita cari saudara aku?"
"Aduh sar kemarin kan alamat itu udah kita telusuri dan ternyata saudaramu ikut ortu angkatnya pindah keluar kota. mungkin suatu saat saudaramu risa akan kembali kamu sabar aja dan fokus sekolah jangan berpikir aneh2." ucap aris.
"Iya mas makasih untuk semua." ucap sari kini dengan wajah malu malu.
"Sama sama." Jawab aris santai tak memperhatikan wajah sari.
Saat otw pulang aris bertemu yuda kali ini dia teriak teriak nggak jelas.
"Apa sih yud teriak teriak nggak jelas." ucap aris kesal.
"Darimana lu?"
"Dari panti emang kenapa?"
"Nggak ngamen lu? Gw cariin di rumah nggak ada di tempat biasa lu ngamen juga kosong eh ketemu di sini."
"Emang ada apa sih yud nyariin gw? Kan lu bisa telpon gw."
"Gw udah telpon puluhan kali dan sekarang lu bawa HP nggak?" tanya yuda kesal.
"Oh iya tadi gw cas di rumah hehe..."
"Kampret emang. Gw di suruh Lita ngajak lu ngrujak di rumahnya nanti sore bisa nggak lu?"
"Lu tahu kan gw jam 4 ke warung terus mau ngrujak jam berapa?"
"Jam 2an gw jemput gimana?"
"Hmm gw tahu. Lu ngajak gw supaya jadi obat nyamuk kan. Ogah yud ajak yang lain aja."
"Enggak lah kita berenam nanti.."
"Tapi cowoknya lu sama gw kan? Ogah yud gw mau pulang dulu." Aris berlalu meninggalkan yuda.
"Sial gagal deh." Lalu yuda menelepon lita.
"Hallo lit."
"Halo gimana dia mau?"
"Susah lit malah dia ngiranya mau di jadiin obat nyamuk."
"Hah obat nyamuk siapa?"
"Obat nyamuk kita lah."
"Ngaco lu. Udah kejar si aris dan usahain dia dateng ke rumahku." ucap lita memaksa.
Telpon di tutup dan yuda mengejar kemana aris tadi pergi. Kurang lebih 10 menit menyusuri jalan tak di temukan keberadaan aris.
Skip minggu pagi aris kerja menggantikan temannya yang sakit jadi nanti aris kerja pagi sampai malam.
Pagi sampai siang warung ramai terus mungkin efek hari libur dan efek nanti malam malam tahun baru.
"Ya ampun ramai banget hari ini. Ris stok bakso di kulkas masih kah?" tanya mas yanto.
"Tinggal 4 bungkus mas pentol kecilnya terus yang besar tinggal 1 baskom." ucap aris setelah memgecek kulkas.
"Wah harus telpon si agus nih supaya kirim lagi." Yanto segera menelepon agus si suplayer pentol.
Aris kembali kerja dan jam 2 agus datang dengan 30 bungkus pentol kecil, 20 pentol sedang dan 5 baskom besar berisi pentol besar.
"Ini yang terakhir bos soalnya para pekerja udah capek dari pagi gas pol terus." ucap agus yang sepertinya kelelahan. Aris menyodorkan es teh ke agus.
"Minum dulu bang kayaknya capek."
"Makasih ris. Iya nih gw udah keliling kota belum sarapan minum pun cuma dikit."
"Astaga nanti sakit lo bang inget umur." ucap mas yanto.
"Ris bikinin 1 porsi buat bang agus kasihan dia."
"Eh gk usah ris. Gw mau pulang kok istri gw udah masak kalau nggak gw makan dia ngomel terus nanti." ucap agus.
Singkatnya jam 6 tepatnya sesudah adzan maghrib berbunyi stok di kulkas sudah kosong padahal biasanya pasti ada sisa. Kalau kalian tanya sisa pentol itu besoknya di jual lagi atau tidak? Jawabannya tergantung kondisinya kalau tidak berbau alias masih bagus ya di pakai lagi kalau berbau di kembalikan tapi di bayar setengah harga. Contoh harga 1 bungkus pentol kecil itu 10k nah kalau udah busuk di kembalikan harus bayar 5k. Tapi jangan anggap semua tukang bakso sama ya ada juga yang harus di habisnkan tidak boleh sisa. Oke lanjut.
Sehabis sholat maghrib aris melihat warung sudah di beri tulisan tutup.
"Udah habis semua mas?" tanya aris.
"Alhamdulillah ludes ris dan kita bisa menikmati malam tahun baru." ucap mas roni.
"Iya ron yuk kita pulang pasti anak istri gw seneng nih bisa jalan jalan." ucap mas yanto.
Sampai di rumah ternyata ada dimas,adi dan lukman.
"Assalamualaikum." Salam aris ke mereka bertiga.
"Astaga Wallaikumsalam ris kaget gw." ucap dimas.
"Kenapa mas?" tanya aris bingung.
"Kita bicara di dalam aja ris."
Mereka semua sekarang duduk di tikar.
"Kita tadi di kejar banaspati ris?" ucap dimas.
"Kok bisa mas?"
"Iya kita semua dari rumah mau ke pondok tapi di tengah jalan secara bersamaan kita di kejar tuh banaspati dan anehnya gw,adi dan lukman merasa tertarik ke sini ternyata benar saat memasuki area tps banaspati yang mengejar seperti terbentur suatu pelindung ghaib dan akhirnya kita aman di sini." jelas dimas panjang x lebar.
"Apa TPS ini di pagari ris? Soalnya gw juga baru sadar di tempat kayak gini yang harusnya serem tapi kok nggak ada setan satupun." ucap adi.
"Aku nggak tahu sih mas. Lagian siapa juga yang mau magari TPS mungkin kalian di selamatkan oleh Allah mas bukan pagar ghaib dll."
"Terus sekarang gimana? Apa kalian mau nginep di sini nemenin malam tahun baru bersamaku. hehe." tanya aris.
"Rencana awal kita ke pondok karena mau rayain juga tapi kayaknya batal deh." ucap lukman.
Terpaksa mereka bertiga menemani malam tahun baru aris di TPS. Supaya tidak terlalu membosankan mereka membuat api unggun dari kayu bekas dan memanggang marsmelo yang di beli aris.
Oke kita langsung ke intinya saja. Dalam seminggu kedepan hidup dimas dan kedua temannya tidak lagi aman karena mereka di incar pengikut darmo. Tapi yang jadi pertanyaan kenapa aris tidak di serang? Kalau menurut author yang di incar pengikut darmo yaitu orang yang menyerang rumah darmo jum'at malam itu. Aris memang ikut tapi dia tidak ikut bertarung dan di anggap tidak ikut campur. Tapi kan aris musuh bono anak darmo yang di kalahkan aris dkk dulu. Ya itu betul tapi yang di incar bono bukan aris tapi bayu. Soal TPS memang ada pelindung ghaibnya, Siapa yang membuatnya? Wulan dulu yang memagari supaya aris aman. Dan soal TPS itu aman tak ada setan dan sejenismya itu karena dulu wulan juga sudah membersihkannya.
Oke sekian jangan lupa like dan vote jika tidak keberatan. Jika ada pesan yang ingin di sampaikan silahkan tulis di kolom komentar.