INDIGO & 7

INDIGO & 7
Pesugihan.(Bonus)



"Kamu pesan apa yank?" Tanya nafia.


"Hah emm anu say nasi goreng aja deh." Jawab bayu.


"Kamu kok kayak nahan sesuatu gitu ada apa yank?"


"Gpp kok say kamu pesen aja aku cariin tempat duduk." ucap bayu.


Nafia ke kasir dan bayu mencari tempat duduk. Sambil jalan para pocong itu menyingkir tidak mau berdekatan dengan bayu. Bayu sendiri jijik dengan mereka untung mereka tidak macam macam. Sampai berani macam macam bayu tidak segan segan menebas mereka jadi 2. Singkatnya pesanan sudah tiba dan kamu tahu pesanan yang tiba yaitu nasi yang sudah basi di sertai kecoa dan lalat. Bayu melihat makanan nafia dan isinya adalah cacing beserta tanah. Bayu langsung mencegah nafia ini sudah kelewatan. Bayu yang geram langsung menyerang pocong pocong itu saat dia berjalan ke kasir untuk membayar. Bayu sebenarnya ogah bayar makanan yang tidak layak tapi yang bisa melihat hanya dirinya jadi bayu mengalah saja. Di kasir bayu juga tanya siapa pemilik rumah makan ini. Kasir itu menyebutkan seorang nama lalu bayu tanya lagi kapan pemilik rumah makan itu tiba? tapi belum juga di jawab seorang bapak bapak keluar dari dalam.


"Saya hadi pemilik rumah makan ini ada perlu apa mencari saya?" tanya orang itu ramah.


"Tidak pak saya hanya ingin tahu."


"Kamu tidak perlu ikut campur ya mas." ucap bapak itu mengintimindasi.


"Bapak tidak suka peliharannya saya serang? Saya sudah membayar makanan yang tidak pantas di makan."


"Awas kamu ya." ucap bapak itu pergi masuk meninggalkan bayu.


Skip malamnya ketika ibu bayu dan ayu sedang tidur bayu sedang latihan di samping rumah. Tiba tiba Duarr... Terdengar ledakan di atas rumah bayu. Bayu bergegas mengeceknya tapi tidak ada apa apa dan tidak ada yang bangun. Ketika bayu ingin masuk bayu merasakan hawa panas yang mendekat reflek bayu melompat ke samping saat di tengok ada sosok pocong yang badannya melebihi mayoritas pocong pada umumnya. Yhup sosok itu adalah medon sosok yang menyerupai pacong tapi lebih besar dan berbahaya. Sebap medon punya kemampuan di atas rata rata. Medon mampu menyemburkan air panas yang jika air panas itu mengenai kulit manusia biasa akan melepuh dan lama kelamaan kulitnya akan mengelupas dan jika di biarkan berhari hari bekas air ludah medon tadi akan menjadi penyakit berbahaya.


"Anak manusia kenapa kau menyerang anak buahku yang sedang bekerja?" ucap medon itu dengan suara mengerikan sampai bulu kuduk bayu berdiri.


"Kau bilang mereka bekerja? Mereka sedang memberikan penyakit kepada manusia."


"Diam!! itu bukan urusanmu. Sekali lagi kau berulah akan kubuat menyesal sudah membuat masalah denganku." ucap medon itu lalu lenyap entah kemana.


Bayu ingat betul rumahnya sudah di pagari oleh wulan lalu jika medon tadi bisa masuk berarti dia punya ilmu yang tinggi. Di kondisi seperti ini bayu jadi merindukan keberadaan wulan. Biasanya wulan yang memberikan solusi di setip bayu ada masalah. Tapi sekarang bayu harus berpikir sendiri.


Bayu segera masuk tempat latihan untuk mengemasi peralatan lalu masuk ke rumah untuk istirahat.


Pagi harinya bayu berangkat agak pagi karena ia akan mampir ke rumah aris dulu. Tapi sampai di TPS pintu gubuk aris udah tertutup sepertinya aris udah berangkat naik sepeda. Bayu segera meluncur ke sekolah ternyata di sekolah masih sepi dan bayu melihat aris di bawah pohon beringin dekat kelas bayu.


"Woy ngapain di sini sendirian?" gertak bayu mengagetkan.


"Asem kaget aku. Biasa mas lagi butuh kasih sayang." ucap aris.


"Makanya cari pacar. Noh si indah kayaknya jomblo." ucap bayu bercanda.


"Bukan itu mas aku ingin banget ketemu orang tuaku." ucap aris sedih.


"Yang sabar ris. Gimana kalau libur akhir semester ganjil kita cari makam orang tuamu itung2 jalan jalan ris." ucap bayu menghibur.


"Beneran mas bayu mau bantu nyariin? tapi aku nggak punya petunjuk apa apa. Ibu panti juga udah meninggal." ucap aris yang awalnya senang jadi lesu lagi.


"Hehe.. tau aja. Ayuk deh mas." ucap aris kembali semangat.


Sampai di kantin sambil nungguin aris sarapan bayu mulai bercerita.


"Tadi malam gw di datengin medon ris." ucap bayu.


"Kok bisa mas? medon itu bukannya langka ya. Soalnya mereka itu 1:100 mas."


"Mungkin efek pas di rumah makan gw nyerang peliharaan tuh pemilik rumah makan itu. Peliharaannya pocong." ucap bayu.


"Hmm pantas sih mas. Mungkin medon itu pemimpinnya para pocong yang mas serang itu. Emang kenapa mas kok nyerang mereka?" tanya aris.


"Habisin dulu makanmu nanti tak lanjut." ucap bayu tidak mau aris muntah.


"Ohh gk perlu aku udah paham kok. Mas bayu nggak mungkin menyerang jika tanpa alasan. Mereka meneteskan liur di makanan mas bayu ya?" tebak aris.


"Bukan di makanan gw tapi makanannya nafia dan gw di suguhin nasi basi kan sialan tuh rumah makan. untuk orang biasa mereka lihatnya nasi goreng dan bakso padahal ya itu tadi."


"Ya gk salah juga sih sebenernya. Tapi sebaiknya kalau dari awal udah tahu itu resto atau rumah makan nggak jujur alias pakai penglaris mending cari yang lain aja mas."


"Mauku juga gitu tapi nafia yang ngajak nanti nggak di turutin dia ngambek."


"Yhup pada akhirnya wanita yang jadi penyebap. Jangan lemah terhadap wanita mas kalau dia salah jangan ragu memarahinya walau status kita masih berpacaran. Soalnya kita kedepannya akan menikah dengan wanita yang sehati dengan kita. Maksud sehati kita punya tujuan yang sama. Tapi jika wanita ingin A dan mas ingin B tapi mas mengalah dengan ikut memilih A padahal mas ingin B itu bukan sehati tapi rasa egois seorang wanita." ucap aris lalu menutup acara sarapan pagi dengan teh hangat.


"Gila lu kok tahu sejauh itu ris? Kayak lu pernah punya cewek aja." ucap bayu.


"Aku memang nggak suka pacar pacaran mas bagiku pacaran hanya buang buang,waktu mending waktu pacaran tak buat cari uang buat makan mas."


"Tapi kan lu kalau butuh uang tinggal bilang gw ris nanti gw ambilin din ATM."


"Jujur aku sebenarnya lebih suka uang dari kerja kerasku mas bukan pemberian orang lain. Tapi karena mas anggar baik aku nggak mau menolaknya. Jadi kalau mas anggar tanya jangan bilang kalau aku nggak pernah ambil uang darinya. Semua uang yang di berikan mas anggar yang tak rasa berlebihan nggak aku pakai mas masih aku simpan di lemari."


"Tapi ris itu kan rezeki soalnya anggar ikhlas memberi bukan karena terpaksa jadi kenapa nggak kamu pakai aja."


"Ibaratnya gini mas. Mas punya rumah biasa aja tapi mas beli itu dari kerja keras mas bayu sendiri lalu ada irang baik mas di kasih istana yang di dalamnya penuh emas. Mas pilih mana?"


"Iya iya aku paham. Memang sih kalau dari kerja keras sendiri rasanya bangga dan nyaman. Terus uang yang kamu simpen mau kamu apain? masa iya mau di timbun."


"Rencanaku mau di sumbang ke panti aja mas. Nanti temenin ya mas." ucap aris.


"Oke siap bos. Yuk ke kelas udah bel." ucap bayu.