INDIGO & 7

INDIGO & 7
Gantung diri.



Kalian pasti nggak asing dengan gantung diri.


Pada hari kamis tepat 2 hari setelah berakhirnya ujian semester 1 bayu dan yang lain sedang Clasmeeting jadi mereka free tidak ada pembelajaran asal masuk absen habis itu bebas keluyuran. Pagi itu bayu absen dulu ke kelas setelah itu ke kelas nafia entah kenapa hari ini kangen banget sama pacarnya yang cantik itu. Sampai di kelas nafia yang di cari sedang duduk di depan kelas bersama teman temannya. Dengan senang hati nafia menghampiri bayu yang tak biasanya datang ke kelasnya.


"Ada apa yank tumben main ke kelasku." ucap nafia menggandeng tangan bayu duduk.


"Nggak tahu lagi kangen kamu aja."


"Kan tiap hari VC yank. Kadang juga berangkat atau pulang bareng. Tapi aku juga seneng kamu main ke sini." ucap nafia menyenderkan kepalanya di bahu bayu.


"Kamu tumben juga anteng di kelas nggak kumpul osis."


"Capek aku makanya wakil osis yang urus Clasmeeting. Nanti pulang anterin ke rumah tanteku ya yank."


"Siap sayang. Ke kantin yuk say!." Ajak bayu.


"Ayuk tapi bayarin ya hehe..."


"Iya aku bayarin tapi kiss dong say."


"Ya udah nggak usah ke kantin." bibir nafia manyun.


"Iya iya ayuk nggak usah ngambek gitu nanti tak gendong lo."


"Kayak berani aja." ucap nafia mengetes bayu.


Tanpa ba bi bu bayu langsung menggendong nafia ke kantin dan mendudukan nya di kursi.


"Ihhh kamu mah kebiasaan main gendong gendong aja."


"Kamu nantangin kok.😝"


Setelah bayu memesan dan kembali duduk nafia bicara serius ke bayu.


"Yank besok gimana?" tanya nafia.


"Oh besok tinggal ke rumah pak ustad aja say. Nanti aku sama ayu yang jadi saksinya."


"Cuma gitu aja say? Nggak ada peralatan atau tes tes gitu?" tanya nafia masih penasaran.


"Udah itu aja. Ayo di makan keburu dingin nanti."


Skip bayu dan nafia sedang otw ke rumah tantenya nafia. Saat sudah memasuki desa tempat tinggal tante nafia ada keramaian sampai jalan tertutup. Bayu turun bersama nafia untuk mencari info.


"Pak maaf ada apa ya kok ramai banget sampai jalannya tertutup?" tanya bayu ke bapak bapak.


"Masnya mau lewat ya? Ada yang gantung diri mas di dalam orang orang pada pengin lihat. Mas bu pak kasih jalan ada yang mau lewat ini!" ucap si bapak membuatkan jalan.


Akhirnya motor bayu dan beberapa pengendara bisa lewat dan sampai di rumah tante nafia rumahnya sepi sepertinya tante nafia ikutan nonton.


"Tante kayaknya ikutan di keramaian tadi deh. Ayuk kita susul aja!" ucap nafia.


Bayu ngikut aja dan sampai di sana petugas kepolisian sudah sampai dan menurunkan seseorang yang tergantung di ruang tamu itu. Saat di naikan ke ambulan bayu baru bisa melihat kalau yang gantung diri masih anak anak perkiraan masih SMP. Bayu jadi berpikir masalah apa yang membuat anak kecil sepertinya bunuh diri. Harusnya anak kecil hanya fokus menikmati masa kecilnya dengan penuh keceriaan lah ini malah gantung diri.


"Yank yuk balik!" Ajak nafia yang sudah bertemu tantenya.


"Pacarmu na? Ganteng gitu hihi..." Bisik tantenya ke nafia.


"Ya ampun tante lupa kuenya belum tante masukin kardus. Tante duluan ya takutnya di makan tikus." Ucap tantenya nafia berlari duluan.


"Kenapa tuh tantemu?" tanya bayu.


"Biasa kelupaan."


Sampai di rumah tante.


"Untung nggak ada tikus. Ini udah tante masukin mau di bawa sekarang? Nggak ngadem dulu gitu."


"Enggak tan mamah udah nungguin dari tadi Chat terus. Eh tan itu tadi yang gantung diri anak kecil ya?" tanya nafia kepo.


"Iya na masih SMP namanya dion."


"Kok bisa sampai gantung diri gitu ya tan. Apa nggak ada orang di rumahnya?" tanya nafia.


"Budhe sama pakdhenya pagi ke sawah nanti jam 4 baru pulang na. Nah dion itu numpang di sana karena orang tuanya pergi entah kemana. Pagi tadi kaya budhenya dion pergi ke sekolah kok jadi ya nggak ada kecurigaan sama sekali tapi pas budhenya tadi ambil minum lewat pintu belakang dia lihat sesuatu tergantung di ruang tamu pas di cek eh ternyata si dion udah tergantung tak bernyawa." jelas tante nafia.


"Kasihan ya anak kecil di tinggal orang tuanya malah gantung diri." gumam nafia sambil membuka dompetnya.


"Dari kecil emang dion itu aneh kok na. Dia gk pernah sosialisasi di rumah aja. Keluar pas sekolah sama di suruh budhe atau pakdhenya ke sawah ngirim makanan."


Bayu yang nggak tau apa apa cuma mendengarkan dan setelah tante nafia selesai bercerita bayu bisa menyimpulkan kalau si dion ini punya rahasia yang di tutupi.


"Ana pamit pulang dulu tan. Ayo yank!" ucap nafia.


"Mari tante." ucap bayu tidak salam karena tante nafia ini non muslim.


"Iya mas. Hati hati na kapan kapan mampir lagi ya."


Saat melewati rumah dion tadi masih ada beberapa orang di sana. Dan Yang menurut bayu aneh ada anak kecil duduk di depan pintu dengan wajah menunduk. Karena sekelebat bayu pikir itu anak orang sekitar situ ya udah bayu lanjut nganter nafia pulang dan ternyata bayu di kasih satu kardus kuenya untuk di bawa pulang. Singkatnya bayu sudah sampai di dekat rumah tapi saat di depan gerbang ada anak kecil yang bayu familiar posisi duduknya. Yhup itu anak kecil di depan pintu rumah dion tadi. Wajah anak kecil itu terangkat dan wajah pucat itu menatap bayu.


"Bayu kaget tapi karena bayu sering bertemu setan bahkan keadaanya masih banyak yang lebih seram jadi bayu tidak sampai teriak apalagi lari cuma yang namanya hantu pasti bikin bulu kuduk merinding kan. Dengan menguatkan hati bayu bertanya ke sosok itu.


"He kamu siapa? Kok tiba di sini."


"Aku dion mas. Tolong aku." njir ucapan sosok itu bikin bayu tambah merinding.


"Ohh jadi kamu yang gantung diri tadi ya? Buat apa ke sini? gw nggak kenal kamu dan gw nggak akan bantu apa apa."


"Aku bukan mati bunuh diri mas tapi aku di bunuh." ucap sosok itu yang tiba tiba nangis lalu matanya lepas menggelinding ke arah kaki bayu. Walau sudah terbiasa tapi kalau lihat mata copot seperti apa rasanya? pastinya mengerikan dan bayu juga sama dia buru buru buka gerbang dan masuk gedor gedor pintu.


"Buu Buuu Ibuuuu ada setan bu bukain pintunya cepetan!" teriak bayu dari luar.


"Iya bentar." beberala saat pintu terbuka dan ibu bingung lihat bayu yang langsung masuk dan berlari ke kamarnya. Ibu bayu celingak celinguk ke teras nggak ada siapa siapa dan motor bayu masih di luar gerbang. Ibu masuk ke kamar bayu dan mendapati bayu berlindung di bawah bantal kayak anak kecil.


"Kamu kenapa sih kok kayak lihat setan gitu? Motormu masih di luar itu masukin dulu." ucap ibu bayu.


"Enang bu ada setan. Motornya biarin dulu nanti bayu masukin." ucap bayu.


"Nanti kapan? nunggu ilang di bawa maling? Cepetan gih masukin atau ibu siram air?" ancam ibu.


"Iya iya bu tapi temenin sampai gerbang ya!" pinta bayu.


"Iya ibu temenin cepetan."