INDIGO & 7

INDIGO & 7
CPPP



"Wah pas kalau begitu." ucap joni.


"Pas kenapa?"


"Aku mau berenang kamu mau temenin aku?" ajak joni.


"Boleh tapi ajarin cara renang yang bener ya soalnya aku cuma bisa dikit." ucap clau.


"Gw pulang aja jon di sini malah lihatin lu berdua renang." ucap bayu berdiri lalu pergi.


"Hehe... sore yu kesempatan tidak datang 2x." ucap joni udah turun ke air.


"Ye nikmatin kesempatan yang lu dapet." ucap bayu tanpa menengok.


Akhirnya bayu pergi dari wisata itu dan memilih ke tempat favorit nya. Tempatnya tidak bernama alias tepi hutan dan danau gitu. Dari tempat itu bisa terlihat pemandangan sawah membentang dan gunung. Tempat ini di temukan bayu bayu saat sedang mencari burung bersama bagas. Jadi yang tahu tempat ini cuma mereka berdua.


Di tempat itu bayu menatap pemandangan alam yang masih fresh tapi bayu terkejut saat melihat seorang pria berdiri di jembatan dan sepertinya akan bunuh diri. Bayu mengamati terus menerus sampai orang itu melompat ke air ternyata itu hanya arwah yang dulu pernah bunuh diri di jembatan itu. Dulu bayu tidak melihat sosok itu karena mata batin bayu belum terbuka.


Lama bayu di sana sendirian tanpa terasa tengah hari sudah terlewat tapi bayu tidak merasa bosan bahkan rasa lapar di abaikannya. Tepat pukul 2 siang bayu di kagetkan oleh tepukan di pundaknya ada seorang kakek kakek tua renta dengan tongkatnya.


"Nak sedang apa dari tadi kakek perhatikan diam melamun di sini saja. Bahaya lo melamun si tempat sepi seperti ini." ucap kakek itu.


"Anu kek lagi ingin menyendiri saja sedang lelah."


"Lelah pikiran ya nak. Boleh kakek temani?" ucap kakek itu.


"Hehe iya kek. Silakan duduk kek. Kakek orang sini?" tanya bayu.


"Iya rumah kakek di sebelah sana(menunjuk arah barat). Kakek berpesan jangan sering melamun apa lagi di tempat sepi di tepi hutan begini nanti ke sambet setan nak."


"Iya kek makasih bayu tidak akan melamun lagi."


"Namamu bayu ya. Dimana kamu tinggal?"


"Desa Sukomulyo kek."


"Ohh iya."


Setelah itu hening tanpa obrolan apapun.


"Sudah sore lebih baik kita pulang sebelum penghuni tempat ini keluar. Ayo.." ucap kakek itu setelah diam tak berkata apa pun.


"Penghuni? memang penghuni tempat ini kayak apa kek?" tanya bayu.


"Wanita bergaun merah bisa juga di sebut kuntilanak merah."


Kakek itu pulang ke arah barat dan bayu ke arah timur menyusuri tepi hutan untuk sampai jalan raya tempat bayu menaruh motornya.


Saat perjalanan pulang bayu berpikir memang ada desa di sebelah utara tempat tadi bukannya hutan. Timbul rasa penasaran dan bayu ingin memastikan nya kalau datang ke sana lagi. Sampai rumah bayu mandi,sholat,makan lalu duduk di teras bersama ibu dan adiknya.


"Mas dari mana aja di cariin mbak nafia loh. Di telpon gk di angkat chat nggak di bales." ucap ayu.


"Hah telpon? masa iya." bayu mengecek HPnya.


"Loh iya tapi kok aku nggak tahu ya ada telpon masuk." ucap bayu heran.


"Mana aku tahu."


"Yu nafia itu siapa? cewek barumu? kayak apa anaknya? ibu pengen lihat." ucap ibu bayu.


"Mbak nafia orangnya cantik bu pokoknya pas sama mas bayu. lebih cantik di banding mbak widia." ucap ayu.


"Cewek yang pernah deket sama mas mu apa ada yang jelek semua cantik tapi ya itu nggak bertahan lama. Paling lama sama si...." ucapan ibu bayu terpotong.


"Udah bu jangan sebut namanya lagi."


"Tapi ini beneran cantik bu nih lihat." ucap ayu menunjukan foto nafia.


"Ya menurut ibu memang cantik tapi ibuk merasa nggak cocok ya sama dia."


"Ya jelas ibu gk cocok orang nafia atheis berlatar kristen." batin bayu.


"Udah ahh bayu mau masuk dulu." ucap bayu berdiri tapi ada tamu.


"Permisi tante." ucap joni sambil membawa beberapa bungkus kresek besar.


"Joni ya? Lama nggak main ke sini." ucap ibu bayu berdiri.


"Iya tan ini mampir buat ngasih oleh2 sekalian ngobrol sama bayu." ucap joni sambil menyerahkan 3 bungkus pizza ke ibu bayu.


"Wah kok repot repot. Ya udah ayuk masuk dan makasih ya." ucap ibu bayu.


"Joni di teras aja tan."


"Ohh ya udah. Yu ayuk masuk."


Setelah ayu dan ibunya masuk.


"Ada apa nih ke sini bawa makanan segala?" tanya bayu.


"Hehe pertama gw minta maaf udah ngacangin lu di kolam tadi. Kedua gw makasih berkat lu pergi claudia lebih terbuka sama gw."


"Hmm terus sekarang lu udah dapetin dia?" ucap bayu ngasal.


"Iya gw udah jadian barusan." ucap joni membuat bayu kaget.


"What? serius lu bisa dapetin cewek se kelas claudia?"


"Kampret ngeremehin gw lu. Dengan jurus spik sana sini gw bisa dapetin doi. Kebetulan tadi dia cerita niatnya liburan cuma buat nyari cowok dan ketemu lah gw. wkwk..." tawa joni kencang.


"Sialan mujur bener lu. Dengan muka serem kayak gitu ada cewek yang mau." ledek bayu.


"Iya2 secara tampang masih kalah jauh sama lu dan bagas tapi kalo soal spik menyepik gw handal yu haha..."


"Ya ya gw percaya sampai arum berkali kali nolak lu kan."


"Sialan. Tapi gpp arum nolak gw orang gantinya lebih perfect kayak claudia wkwk.." ucap joni tak henti hentinya tersenyum.


"Ehh tadi lu bilang claudia liburan emang dia udah lulus?"


"Dia baru aja lulus alias dia kakak kelas kita dan sekarang sedang menunggu pengumuman masuk U M."


"Wah mantep tuh dapet mbah2 tapi bodi yahut." ucap bayu memberi joni 2 jempol.


"Wkwk pasti lu pingin punya pacar kayak claudia" ucap joni bangga.


"Sorry ya pacar gw udah mantep jadi nggak punya cita cita cari cewek lain."


"Oke deh gw mau cabut dulu ya udah di tunggu si kacung." ucap joni. Btw kacung itu seorang preman dengan riwayat mengerikan yaitu pernah masuk penjara 2x. Kacung pertama masuk penjara karena membunuh 10 orang dalam sebuah tawuran antar kampung. Kedua setelah dia keluar dari penjara kacung berbuat ulah lagi dengan merampok rumah seorang polisi dan membunuh semua keluarganya. Menurut kabar yang beredar polisi yang di bunuh kacung dulunya pernah berduel di penjara dengan kacung. Dengan semua itu banyak orang yang malas dan takut berurusan dengan kacung. Apalagi kacung tinggal di kampung yang mayoritas warganya mantan napi baik laki laki maupun perempuannya. Back to story joni pulang dan bayu masuk ke dalam rumah.