INDIGO & 7

INDIGO & 7
Pertempuran.



Skip bayu turun dari lantai 2 ternyata anak anak sudah pulang semua termasuk bagas jadi bayu juga pulang bersama nafia. Setelah mengantar nafia bayu gas menuju rumah pak ustad tapi saat otw tiba tiba bayu merasa motornya berat saat melihat spion ada wulan di jok belakang motor bayu. Karena sudah biasa bayu tidak takut lagian wulan tidak menampakan wajah yang serem.


"Ada info apa kok muncul tiba tiba?" tanya bayu dalam hati biar tidak di kira gila oleh pengendara lain.


"Malam ini pertempuran besar akan terjadi kamu jangan keluar rumah." ucap wulan.


"Emang kenapa? Gw mau bantu lah."


"Emang lu bisa mukul makhluk halus dan lawan kita bukan sembarang setan tapi jin loh jadi bahaya buat manusia."


"Pokoknya gw ikut. Udah turun kita sampai nih."


"Ini rumah siapa?"


"Rumah pak ustad. Assalamu'alaikum pak pak ustad ini bayu pak." ucap bayu mengetuk pintu.


"Di dalem nggak ada orang." ucap wulan.


"Kata siapa?" bayu tidak percaya.


"Gw bisa lihat ke dalam gw ini jin ya."


"Terus orangnya kemana?" tanya bayu.


"Gatau coba tanya tetangganya mungkin tahu." ucap wulan malas.


"Assalamu'alaikum pak. Pak ustad yusufnya kemana ya pak kok sepi"


"Keluar mas tadi."


"Kira kira kemana ya pak?"


"Wah kurang tau mas tapi pak yuduf pesan ke saya kalau ada yang nyariin dia suruh nunggu gitu mas."


"ohh iya pak makasih."


"Iya mas sama sama duduk aja dulu bentar lagi pulang mungkin."


"Iya pak.


"Di suruh nunggu katanya."


"Yaudah tunggu aja. Enang ada apa kamu cari ustad itu?"


"Ada deh kepo aja."


Sekitar 30 menit menunggu pak ustad tiba di depan gerbang rumahnya membawa kresek besar.


"Assalamu'alaikum wah udah lama yu?" ucap pak ustad nggak enak.


"Enggak baru 5 menit kok kata tetangga bapak suruh saya nunggu." ucap bayu bohong.


"Iya iya ayo masuk dulu bapak buatin teh."


"Aduh pak setiap kemari kok di bustin teh sih pak."


"Ohh bosen teh? susu mau? atau sirup?"


"Bukan gitu pak bayu cuma nggak mau ngerepotin bapak. Bayu nggak haus pak tadi habis beli es." ucap bayu.


"Ya sekarang nggak haus tapi nanti pasti haus. Tunggu bentar ya." pak ustad berlalu ke dapur dan kresek besar itu juga di bawanya.


"Mau ngapain tuh orang? tanya wulan.


"Buat teh kayaknya." jawab bayu tidak tahu maksud wulan.


"Bukan itu yang gw maksud tapi ngapain ustad itu bawa dupa,kemenyan,minyak seimpi,kembang 7 rupa dan sapu lidi?" ucap wulan sebal.


"Emang di kresek itu ada barang barang itu?"


"Yee malah balik nanya."


Pak ustad kembali ke ruang tamu membawa 1 gelas sirup dan 1 cangkir kopi. Lalu dia mengeluarka seplastik bunga warni lalu memasukannya ke gelas yang di bawanya dari dapur tadi.


"Di ganti sirup nih. itu buat apa pak?" tanya bayu.


"Biar gk bosen. Ini kembang 7 rupa yu buat nanti malem."


"Emang nanti malem kita mau ngapain pak?"


"Kita akan meraga sukma ke istana tempat erlin berada."


"Caranya gimana pak?"


"Kamu tinggal tidur aja di rumah nanti bapak jemput. jam 7 segeralah tidur yu. Bentar bapak masuk ke dalam." pak ustad masuk ke kamar membawa lidi dan beberapa dupa.


Dari ruang tamu bayu mencium bau dupa itu terbakar entah apa yang di lakukan pak ustad.


Beberapa menit kemudian pak ustad keluar dan menyerahkan 7 batang lidi ke bayu.


"Bawalah pulang terus sampai rumah tancapkan 4 lidi ini di 4 pojok rumah kamu ya. terus 1 kamu taruh di bawah bantal dan 2 kamu pegang di tangan kiri dan kanan."


"Buat apa pak?"


Setelah bayu memasukan lidi itu ke tas bayu pamit pulang.


Sampai di rumah bayu melakukan apa yang di perintahkan pak ustad dan bayu kaget saat muncul kubus transparan terbantuk dari 4 sudut lidi tadi. Bayu mengira kalau kubus itu semacam pagar ghaib atau pelindung gitu.


Malamnya sekitar jam 7 kurang bayu sudah bersiap tidur dengan 2 lidi di tangan kiri dan kanannya. Baru saja bayu menutuo mata bayu merasa kalau di sekitarnya berubah tapi saat bayu buka mata dia masih di kamarnya akhirnya memejamkan matanya kembali.


"Yu bayu buka matamu ini bapak." suara pak ustad.


"Hah pak ustad kok bisa masuk kamarku?" ucap bayu bingung bagaimana pak ustad bisa masuk kamarnya.


"Coba kamu bangun dan lihat kebelakang." perintah pak ustad.


Bayu bangun dari ranjang dan melihat ke belakang yhup raga bayu masih tertidur di kasurnya.


"Pak bagaimana ini?" tanya bayu panik.


"Tenang tenang ini yang di sebut meraga sukma. Fungsi lidi di bawah bantalmu untuk memudahkan sukmamu dari tubuh dan 2 lidi si tanganmu berfungsi menahan ragamu saat sukmamu keluar." jelas pak ustad.


"Tapi bayu nggak mati kan pak? sukma bayu bisa balik ke raga bayu kan?" tanya bayu.


"Aman udan ayuk ikut bapak. Pegang tangan bapak jangan di lepas atau kamu bakal nyasar di alam ghoib." ucap pak ustad.


Singkat cerita bayu melesat ke tempat yang gelap saking cepatnya bayu tidak bisa melihat tempat apa itu.


"Kita sudah sampai." ucap pak ustad setelah berhenti.


"Dimana kita pak?" tanya bayu yang familiar dengan tempat ini.


"Disini tempat erlin di sembunyikan. Tapi kita tidak bisa masuk yu. Coba kamu panggil jin yang ngikutin kamu." perintah pak ustad.


"Ini kan istana tempat wulan tinggal pak. Tapi bayu nggak bisa panggil wulan." ucap bayu.


"Iya benar. Waduh gimana ini kita bisa mati jika di luar sini saat perang berlangsung."


"Perang?? perang bangsa jin?" tanya bayu polos.


"Iya jin jahat ingin membunuh anak yang di lahirkan erlin yu."


"Ohh terus kita harus gimana pak?"


"Saat ini kita tidak berguna ikut perang. Kita mengamati saja dari sini." pak ustad langsung menengadahkan kedua tangannya lalu membaca do'a dan muncul kubah kecil di sekitar mereka berdua.


"Ini kubah apa pak?" tanya bayu setelah pak ustad selesai berdo'a.


"Bapak meminta kepada Allah untuk di beri perlindungan dari jin jahat dan di beri keselamatan. Jadi kubah ini untuk melindungi kita dari jin jin yang menyerang kita yu." jelas pak ustad.


"Kira kira kuat nggak pak kubah ini?"


"Kita serahkan semua pada Allah karena Allah tahu yang terbaik."


......................


"Bunda semua pasukan sudah siap siaga di posisi masing masing." Ucap wulan.


"Baik kita tunggu serangan dari jin jin itu."


"Ratu saya merasakan ada 2 aura manusia di sekitar istana apa tidak kita telusuri dulu?" tanya sunan.


"Baiklah sunan. Wulan suruh kakakmu mencari aura itu." perintah ratu galuh.


"Maaf bunda kak nawang keluar istana di kondisi seperti ini sangat berbahaya karena dia lambat. Biar wulan saja yang mencari siapa tahu itu bayu."


"Bayu? Bagaimana mungkin dia bisa masuk ke alam kita?" ratu galuh heran.


"Tadi siang seorang ustad sepertinya berniat membantu kita bersama bayu. Jadi wulan saja yang keluar bu."


"Baiklah cepat kembali!"


"Ratu biarkan anakku menemani wulan untuk berjaga jaga itu musuh yang menyamar."


"Ohh tentu sunan. Hati hati sayang."


Wulan dan raden rahmad keluar gerbang dan mencari aura manusia itu. Di balik pohon yang besar wulan memastikan ada manusia di situ. Secepat kilat wulan meninggalkan raden rahmad menuju pohon besar itu. Ternyata benar ada bayu dan pak ustad di sana dengan posisi siaga. Pak ustad yang melihat wulan langsung terkagum betapa cantiknya jin ini.


"Kalian nekat ke sini rupanya. Yaudah ikut aku ke dalam istana di sini berbahaya. Kamu pikir kubahmu ini mampu menghalau jin jin itu." sindir wulan ke pak ustad.


Akhirnya bayu dan pak ustad di bawa masuk oleh wulan sedangkan raden rahmad masih kebingungan mencari wulan yang tiba tiba menghilang.


Tiba di istana sultan menghalangi langkah wulan untuk masuk ke dalam istana.


"Berhenti! Siapa mereka?" tanya sultan was was.


"Mereka di pihak kita." tanpa banyak omong wulan melewati sultan dengan secepat kilat.


Sultan yang melihatnya sangat kesal karena itu tidak sopan baginya.


"Lihat saja nanti." Geram sultan.


Setelah di jelaskan ke bunda ratu bayu dan pak ustad di beri tugas menjaga kamar erlin. Bayu juga di beri batu berwarna biru ke unguan oleh ratu saat tidak ada orang yang tahu.


"Gunakan batu ini untuk menyelamatkan kalian bertiga saat kondisi terdesak. Batu itu akan membawa kalian ke tempat aman." Pesan dari ratu.