
"Sial jadi gw sendiri nih yang nego ke om ridwan semoga nggak ada syarat aneh2 lagi." batin bayu saat otw ke rumah erlin.
Sampai di depan gerbang mang ujang bergegas membuka gerbang.
"Pagi mang kok baru kelihatan kemarin malam kemana?" tanya bayu menuntun motornya.
"Kemarin mamang ijin soalnya anak mamang sakit jadi harus di bawa ke dokter. Alhamdulillah pagi ini udah mendingan makanya mamang kerja." Jelasnya.
"Oh ya udah bayu mau masuk dulu udah di tunggu erlin mang." ucap bayu.
"Itu non erlinnya nyamperin hehe.." ucap ujang menutup gerbang lalu kembali ke posnya.
"Yu udah di tungguin papahku buruan masuk." ucap erlin.
"Kok papahmu tahu?"
"Aku yang kasih tahu. Udah sini sebelum papah marah."
Bayu mengikuti erlin memarkirkan motornya lalu masuk ke dalam lebih tepatnya ke ruang makan di sana sudah ada tante melinda dan om ridwan sedang makan.
"Nih pah bayu katanya mau di sate." ucap erlin menyerah kan bayu.
"Eh.." ucap bayu kaget.
"Nggak kok erlin cuma bercanda ayo ikut sarapan bareng nggak boleh nolak."
"Iya ayo sarapan katanya mau ngomong sesuatu."
"Iya om tapi bayu udah kenyang." Tolak bayu.
"Nggak ikut makan om nggak mau ngomong sama kamu." ucap tante melinda membujuk bayu supaya mau makan.
"Ya udah deh tan." Akhirnya bayu ikutan sarapan.
Om ridwan dan tante melinda selesai dulu makannya dan om ridwan menyalakan rokoknya.
"Jadi gimana? Kamu nggak suka liburan om kawal perjalanan pulang perginya?" tanya om ridwan to the point hampir membuat bayu tersedak karena kaget.
"Pelan pelan aja. Ya kalau kamu nggak suka berangkatnya aja sampai di perbatasan kota di kawalnya." Tawar om ridwan.
"Kalau bisa nggak usah di kawal om. Bayu bisa jagain erlin kok bayu janji."
"Hmm Ya sudah kalau begitu. Om juga udah capek dengerin rengekan erlin yang nggak suka di kawal." Ucap om ridwan lalu mematikan rokoknya yang baru terbakar sedikit.
"Om berangkat dulu." Erlin segera salam di ikuti bayu.
Setelah om ridwan berangkat tinggal mereka berdua saja di meja makan.
"Papah kok nurut ya kalau kamu yang ngomong. Aku aja dari kemarin ngomong papah tetep ngeyel banget." Ucap erlin heran dan membawa piringnya dan bayu ke belakang.
Bayu cuma mengangkat bahunya tanda dia juga nggak tahu.
Di tinggal sendirian bayu jadi bingung mau ngapain lalu ada telpon dari bagas.
"Hallo Baru bangun lu?" ucap bayu.
"Hehe iya ada apa nyariin gw pagi pagi buta." tanya bagas.
"Ngajak lu ke rumah erlin buat ketemu Om ridwan."
"Ya elah pagi bener terus kenapa lu nggak bangunin gw? Lu dimana sekarang."
"Gw udah di rumah erlin dan gw tahu lu itu susah di bangunin. Udah dulu gw mau pulang." ucap bayu.
"Mampir lah temenin gw di rumah." pinta bagas.
"Lah orang rumah pada kemana?" tanya bayu.
"Pada keluar liburan. Lu yang mampir apa gw yang ke rumah lu?" tawar bagas.
"Main PS aja yuk di rumah joni?" ajak bayu.
"Oke gas gw mandi dulu." Telpon di matiin.
"Aduh kok belum keluar ya erlin." batin bayu celingak celinguk mencari.
Setelah 10 menit erlin dan mamahnya keluar bareng dan erlin udah mandi dan berdandan tipis. Betul kata orang orang kalau cewek cantik cuma butuh polesan dikit supaya jadi sempurna.
"Ngapain bengong." ucap erlin.
"Eh gapapa kok." ucap bayu gugup.
"Yu tolong anter erlin belanja ya tante mau pergi arisan. Bisa kan?" Bayu tak sanggup menolaknya.
Setelah tante melinda pergi bersama sopirnya bayu dan erlin juga langsung gas keluar.
"Lin gw pulang dulu ya mau mandi bentar." ucap bayu di jalan.
"Lah kenapa nggak mandi di rumahku aja sih. Kalo ke rumahmu aku malu soalnya udah lama nggak ke sana." ucap erlin.
"Malu kenapa kamu pake baju juga. Udah tenang aja paling ibu gw lupa sama kamu." ucap bayu enteng.
Benar saja sampai di rumah bayu ibu bayu pangkling sama erlin.
"Bu ayu mana?" tanya bayu setelah mandi dan ganti baju.
"Jalan jalan sama sopi dan temennya dari kampung sebelah. Itu beneran erlin yang di depan?" tanya ibunya bayu.
"Iya bu emang kenapa?" tanya bayu.
"Tambah cantik dan kelihatan udah dewasa ya." Puji ibu bayu.
"Ya gitulah bu."
"Dia udah punya cowok belum?" tanya ibu bayu kepo.
"Ih ibu kepo aja. Udah bayu mau nganter erlin cari perlengkapan buat besok." ucap bayu.
"Kalo mau belanja bawa scoopy aja biar enak." usul ibunya.
"Loh nggak di bawa ayu?"
"Nggak dia pake motornya sendiri udah di benerin di bengkel kemarin."
"Oh ya udah bayu berangkat dulu bu." Bayu cium tangan dan keluar.
Saat di jalan tiba tiba erlin bertanya.
"Aku cantik nggak yu?"
"Hah??"
"Ih di tanyain juga. Aku cantik nggak?" ulang erlin.
"Emang kenapa sih?"
"Soalnya ibu tadi bilang aku cantik dan ibu pangkling sama aku." Ucap erlin senang.
"Ibu mah gitu semua cewek di bilang cantik kok." Ucap bayu bohong.
"Ih ngeselin berati kamu nggak mengakui aku cantik? gitu?"
"Nggak nggak kamu cantik kok. Udah ya diem duduk manis jangan rewel."
"Ilih terpaksa gitu. Di kira aku anak kecil apa di suruh diem duduk manis." Setelah ngomong itu erlin memegang pinggang bayu dan bayu berasa aneh.
"Lin bisa nggak jangan pegang pinggang ku? Aku geli soalnya." ucap bayu beralasan.
"Iya iya."
Di mall erlin beli banyak banget bumbu jadi katanya kalau masak biar nggak repot. Setelah itu ke konter beli headphone dan power bank. Setelah selesai belanja bayu mengantar erlin pulang dan langsung ke rumah joni. Di rumah joni kita skip aja karena judulnya berangkat tapi kok dari tadi nggak berangkat berangkat hehe...
Senin pagi bayu,sekar,bagas dan arum sudah tiba di rumah sinta.
"Gas lu serius bisa nyetirin sampai puncak?" tanya sinta ragu.
"Ya nanti gantian sama bayu n joni sin." jawab bagas.
"Oke deh. Btw si joni mana nih kok belum sampai. Nggak bareng kalian t?" tanya sinta lagi.
"Oh iya joni minta di jemput tadi soalnya dia bawa ayam." ucap bayu.
"Ohh buat bakar bakar ya. Ya udah naikin semua barangnya ke jok belakang kalau nggak muat baru di taruh bagasi." ucap sinta.
Setelah semua barang masuk bagas ke depan kemudi dan bayu di sampingnya karena bayu jadi sopir cadangannya. Sekar dan sinta duduk di belakang sopir sedangkan arum duduk sendirian di dekat pintu keluar soalnya arum gampang mabuk. Elf meluncur ke rumah erlin dan sampai di rumah erlin dia sudah menunggu di depan gerbang. Setelah erlin masuk elf menuju ke selatan untuk menjemput joni. Sampai di rumah joni dia sudah membawa 2 ekor ayam.
"Taruh belakang aja jon." ucap bayu.
"Iya lah tapi bukain dong tangan gw repot ini."
Bayu turun membuka bagasi dan ayam di taruh di sana.
Selanjutnya ke rumah rahma dan terakhir ke Balai desa Teken lor tempat yeni dan gembul menunggu. Setelah semua masuk mereka berdo'a bersama supaya selamat sampai tujuan.