
"Begini saja mas saya akan ikut mas cari teman mas. Bentar saya ambil motor dulu."
Akhirnya bayu mengikuti motor pak satpam tadi sampai di sebuah pertigaan dan pak satpam berkata.
"Mas ke kanan saya ke kiri ya mas. Mas ikuti saja jalannya sampai unjung kalau nggak ketemu hubungi saya ini nomor saya. 08**********" mereka bertukar nomor tapi bayu mengajak tukeran jalan karena bayu merasa terpanggil untuk ke kiri.
Menyusuri jalan bayu merasa tak menemukan jejak apapun tapi tiba tiba HPnya bunyi dan bayu berhenti di depan warung pecel lele.
"Hallo."
"Yu ini gw rahma. Gw sama bagas dalam bahaya lu cepetan ke Desa Cipete RW 1 jalan imam bonjol 3." telpon terputus.
"Hallo hallo wah gawat nih."
Karena tak tahu letak desa cipete dia tanya ke orang yang sedang makan di warung pecel lele itu.
"Cipete sebelah desa ini mas mas lanjut jalan aja nanti ada balai desa cipete di kiri jalan."
"Oh begitu mas ya udah makasih mas maaf ganggu makannya."
Bayu mengikuti ucapan bapak tadi dan ketemu bayu langsung masuk saja ke jalan imam bonjol 3 dan di pinggir jalan bayu melihat motor vespa yang di bawa bagas tadi. Saat bayu berhenti di dalam rumah keluar cewek dan berlari ke arah bayu ya betul sekali itu rahma.
Bayu langsung turun dan menghajar 2 cowok besar yang mengejar rahma. Kedua orang itu berpakaian rapi dan bayu tahu mereka adalah bodyguard.
"Dimana temen gw atau tangan lu patah?" ancam bayu yang sudah membekuk tangan salah satunya dan satunya sudah pingsan.
"Auuh ampun ya ya temanmu di dalam."
Bayu masih membekuk tangan orang itu sambil memaksanya jalan."
Rahma di suruh bayu untuk tetap di luar sambil menelepon polisi. Sampai di dalam sudah ada 5 orang yang menjaga bagas. Bagas di ikat ke sebuah kursi dengan mulut di lakban.
"Lepaskan teman gw atau lu semua mati di sini." Ucap bayu sambil mendorong bodyguard yang di bekuk bayu tadi.
"Lepasin bro dia ahli beladiri." ucap bodyguard yang di dorong bayu tadi.
"Hah gw nggak takut gw juga ahli bertarung." ucap salah satunya dan maju tapi baru satu langkah maju sebuah pukulan tenaga dalam menghantam dadanya sampai muntah darah di tempat lalu badannya ambruk tak bertenaga. Siapa orang yang melakukan itu? Itu bukan bayu tapi bambang yang sudah berdiri di belakang bayu.
"Udah mereka biar aku yang urus. Selametin temenmu itu." Ucap bambang sambil berjalan menunju 5 orang berbadan kekar itu. Kelimanya langsung kabur meninggalkan bagas menuju pintu belakang tapi saat sudah dekat dengan pintu belakang pintu itu tiba tiba tertutup dan kelimanya mencoba membuka tapi tidak bisa.
"Mau lari kemana kalian?" ucap bambang.
"Ampun tuan ampun ampun tuan." kelimanya bersujud memohon ampun karena sudah tidak ada jalan untuk mereka lari.
"Ampun untuk kalian? Hmm baiklah tapi ada syaratnya."
"Apa itu tuan?"
"tebar bunga setaman ini di kamar bos besar sombong itu. Mengerti?"
"Iya tuan ngerti."
"Tapi ingat jika kalian berbohong dan tak menepati janji kematian akan menanti kalian dalam 7 hari kedepan paham." ucap bambang dengan wajah menakutkan.
"Iya tuan paham kami tak berani bohong."
"Baiklah sekarang bawa dan pergilah." Euss asap menelan mereka berlima dan hilang tinggal 2 bodyguard tersisa yang satu pingsan yang satu seperti orang linglung.
"Kalian gapapa?" tanya bambang.
"Alhamdulillah aman." ucap bayu.
Singkat saja bayu,bagas dan rahma sampai villa tepat adzan maghrib berkumandang. Seperti biasa cewek cewek langsung saling peluk ketika rahma pulang.
"Udah udah pelukannya mending kalian bertiga segera mandi." ucap sekar.
Skip malamnya bayu dapat chat dari miko.
"Mas sibuk nggak?"
"Lagi nyantai nih mik ada apa?"
"Mau tanya tanya dikit mas hehe.."
"Tentang apa?"
"Cewek mas."
"Oh lu suka cewek? Kirain enggak."
"Sembarangan ya suka lah mas. Jadi bener aku naksir seseorang tapi aku takut nyatain perasaanku ke dia."
"Ngapain takut selagi dia manusia langsung aja tembak dor.."
"Mas bayu serius lah ini beneran manusia. Aku takut di tolak mas."
"Di tolak dan di terima itu jawaban yang harus lu terima gus. Lu nggak siap di tolak? Cari info dulu dia udah punya cowok belum terus cari info juga dia ada rasa sama lu nggak."
"Caranya gimana mas?"
"Eh buset lu belum pernah pacaran yak kok gitu aja nggak tahu. Jadi pertama lu tanya temen atau siapa yang deket sama dia cari tahu target lu udah ada pacar belum kalau belum langsung deketin target lu ajak jalan atau minimal ajak chatan gitu. Nah lu lihat responnya gimana kalau welcome ya udah tembak jangan kelamaan manti di ambil orang baru tahu rasa lu."
"Eh iya iya mas kalem. Aku satu kelas sama dia dan aku juga deket sama dia. Setahuku dia nggak pernah punya pacar mas jomblo terus padahal banyak yang suka dia."
"Cantik ya dia?"
"Cantik mas senyumnya bikin kangen."
"Idih cantik mana sama cewek gw?"
"Aduh beda kelas mas dia itu cantik untuk menengah kebawah kalau nafia itu primadona angkatanku mas banyak yang ngejar kayak artis aja eh ternyata yang bisa dapetin mas bayu yang ganteng ini."
"Hmm memuji pasti ada maunya nih."
"Hehe tahu aja mas ini. Bisa TF ke rekening temenku nggak mas?"
"Hmm berapa dan buat apa"
"Buat nembak dia mas kira2 berapa ya?"
"500k cukup lah mik buat yang sederhana aja toh pacar belum tentu jadi pasangan selamanya."
"Aku mah orangnya setia mas nggak gonta ganti cewek."
"Ya ya terus di tranfer berapa nih jadinya?"
"1 juta aja mas."
"Oke nanti gw TF."